Home Techno Zoom Hadapi Tantangan Soal Keamanan & Privasi Pengguna Populer Saat Corona

Zoom Hadapi Tantangan Soal Keamanan & Privasi Pengguna Populer Saat Corona

5 min read
0
0
3

Masalah keamanan aplikasi Zoom yang kini banyak digunakan banyak orang di seluruh dunia, disebut kian membesar. Aplikasi ini memang digunakan untuk memudahkan komunikasi saat sistem pembatasan interaksi fisik maupun sosial (physical dan social distancing) diberlakukan pemerintah berbagai negara demi mencegah penyebaran virus corona (Covid 19). Menurut artikel dari Motherboard yang ditulis pada Selasa lalu, layanan video call ini secara tidak sengaja akan mengekspos alamat email pribadi serta foto foto ribuan orang.

Fitur Zoom yakni 'company directory' secara otomatis akan mengelompokkan pengguna yang berbagi domain email yang sama. Ini dimaksudkan untuk memudahkan rekan kerja satu untuk menemukan rekan kerja lainnya. Kendati demikian, sejak pertengahan Maret lalu, para pengguna Twitter telah melaporkan bahwa meskipun mereka mendaftar pada layanan Zoom dengan menggunakan alamat email pribadi mereka, namun aplikasi ini mengelompokkan mereka dengan ribuan orang lainnya.

Seolah mereka semua bekerja pada perusahaan yang sama, sehingga ini tentu saja membuka informasi pribadi mereka. Dikutip dari laman Business Insider, Senin (6/4/2020), setelah Motherboard menyuarakan keprihatinannya terhadap layanan yang tengah populer di tengah mewabahnya virus corona ini, perwakilan Zoom mengatakan bahwa perusahaan mempertahankan domain yang masuk 'daftar hitam'. Selain itu Zoom juga secara teratur mengidentifikasi domain yang akan ditambahkan.

Sementara itu, The Intercept juga melaporkan pada hari Selasa lalu bahwa Zoom tidak menggunakan enkripsi end to end pada video meetingnya, meskipun perusahaan ini sering menggunakan istilah tersebut dalam materi pemasarannya. Enkripsi end to end pada dasarnya akan memastikan, baik penyerang eksternal maupun Zoom sendiri tidak dapat mengakses konten dalam video meeting penggunanya. Sebaliknya, mereka menawarkan bentuk enkripsi yang disebut transport encription.

Ini secara teoritis mengacak konten yang bisa diakses oleh penyerang eksternal, namun tidak untuk Zoom itu sendiri. Zoom pun menyampaikan kepada The Intercept dalam pernyataannya bahwa enkripsi itu tidak secara langsung mengakses data pengguna. Sedangkan para peneliti cybersecurity menemukan bahwa versi Windows Zoom rentan mengalami serangan dari eksternal karena dapat mengirim tautan berbahaya ke chat interfaces para pengguna dan mendapatkan akses ke kredensial jaringan mereka.

Lalu menurut ZDNet, kelemahan dari penggunaan Zoom ini kali pertama ditemukan dan dipublikasikan di Twitter oleh seorang peneliti keamanan siber yang menggunakan akun @_g0dmode. Sejak saat itu, kelemahan ini telah diilustrasikan dan dipublikasikan lebih lanjut oleh peneliti keamanan siber lain, Matthew Hickey. Perlu diketahui, Zoom saat ini telah menjadi saksi dari ledakan popularitas di tengah mewabahnya corona di seluruh dunia dengan peningkatan pengguna yang cukup signifikan.

Dalam catatan yang dilihat oleh CNBC pada akhir Februari lalu, Analis di Bernstein mengatakan bahwa sejauh ini layanan tersebut telah menambahkan 2,22 juta pengguna aktif bulanan pada 2020. Namun meningkatnya popularitas ini seharusnya juga mengindikasikan bahwa Zoom harus melakukan pengawasan yang lebih ketat. Seorang Profesor Ilmu Komputer Princeton, Arvind Narayanan mengkritik Zoom karena memiliki banyak masalah keamanan dan menggambarkan layanan itu sebagai 'malware' dalam tweetnya pada Selasa lalu.

"Masalahnya bukan hal baru, tapi tiba tiba semua orang terpaksa menggunakan Zoom. Itu berarti lebih banyak orang akan menemukan masalah dan lebih frustrasi, karena memilih keluar dari layanan ini juga bukanlah pilihan," kata Narayanan. Selanjutnya, Peneliti keamanan lainnya yakni Kepala penelitian di Orange Cyberdefense, Charl van der Walt mengatakan para pengguna mengorbankan lebih banyak privasi untuk Zoom dibandingkan layanan seperti Facebook, WhatsApp, Gmail, Google Search, dan bahkan sistem operasi komersial.

Load More Related Articles
Load More In Techno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Cara Menghapus Akun Instagram Secara Permanen atau Menonaktifkan Sementara dengan Mudah

Berikut cara mudah menghapus akun Instagram secara permanen (selamanya). Selain itu, dalam…