Home Metropolitan Wali Kota Tangsel Tegur Camat Pondok Aren Gara-gara Beri Info Keliru soal Corona

Wali Kota Tangsel Tegur Camat Pondok Aren Gara-gara Beri Info Keliru soal Corona

4 min read
0
0
4

Camat , , dinilai telah membuat kisruh terkait pemberitaan pasien atau yang meninggal dunia. Camat Makum Sagita membuat pernyataan berbeda dengan yang diumumkan Gubernur Banten Wahidin Halim. Sang camat juga memberitahu alamat pasien tersebut.

Wali KotaTangerang Selatan berang kepada camat tersebut. Pemerintah Provinsi Banten meluruskan pernyataanCamat Makum Sagitaperihal informasi pasienCovid 19. Camat Makum Sagita membuat pernyataan yang berbeda dengan pengumuman Gubernur Banten Wahidin Halim.

Saat itu, Wahidin mengabarkan satu orang positif warga ,Tangerang Selatan, meninggal dunia. Data yang disampaikan Wahidin berdasarkan informasi dari pemerintah pusat. Sementara Camat Makum Sagita menyebut pasien warga Tangsel masih sehat.

Camat menyampaikan informasi tersebut setelah melakukan kunjungan ke rumah salah satu warga , Tangsel, Selasa (17/3/2020). Padahal, dalam pengumuman, Gubernur Banten Wahidin Halim tak menyebutkan alamat lengkap. Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi,Informatika,Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Amal Herawan mengatakan, Camat tersebut salah mengidentifikasi pasien.

Orang yang dicek Camat berbeda dengan pasien meninggal yang disampaikan Gubernur Banten. "Iya beda (orang) . Kalau yang kita terima data dari pusat dan yang diumumkan itu kita hanya menerima jenis kelamin perempuan dan usia 57 masuk dalam kasus 35 dan meninggal tanggal 13 maret 2020," kata Amal kepadaKompas.com, Selasa (17/3/2020). Amal menyesali sikap Camat tersebut yang mendatangi dan mengumumkan keadaan warganya.

Padahal, dalam aturan Kementerian Kesehatan, semua pihak harus menyembunyikan identitas dan alamat lengkap masyarakat, baik dalam keadaan suspect maupun positifcovid 19. "Selama ini kan tidak diketahui seseorang yang suspect apalagi yang positif. Sudah aturan dari kemenkes seperti itu,"ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Tulus Muladiono mengatakan, tercatat ada 36 orang yang masuk dalam pemantauan dan lima diantaranya merupakan pasien dalam pengawasan.

Jumlah 36 orang dalam pemantauan tersebut termasuk seorang wanita yang didatangi oleh Camat pada Selasa, pagi. "Pengawasan saat ini ada empat karena yang satu meninggal masuk dalam pengawasan dan 36 ODP, termasuk itu," katanya. Tulus menjelaskan, 36 orang dalam pemantauan itu tersebar di tujuh kecamatan yang ada di .

"Yang untuk ODP hampir merata di 7 kecamatan," tutupnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memberikan teguran terhadapCamat Makum Sagita. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menyesalkan sikap jajarannya yang tidak melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) .

"Beberapa hal yang tentunya berkoordinasi dulu dengan Dinkes, tidak serta merta (menyiarkan)," kata Airin di Pemkot Tangsel, Selasa. Airin mengaku sudah meminta penjelasan Camat . Menurut Airin, Camat Pondok Aren hanya ingin memastikan setelah mengetahui ada salah satu warganya yang dikabarkan meninggal setelah positifCovid 19.

"Tadi saya bertanya dan mengklarifikasi terhadap Pak Camat. Maka dia inisiatif karena wilayahnya, maka turun ke lapangan dilakukan dalam rangka untuk program pencegahan," katanya. Kedepan, Airin berharap, informasi mengenai disampaikan satu pintu agar tidak terjadi kesimpangsiuran info. "Saya berharap kedepan juga teman teman mari kita satu sumber informasi," ucapnya.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…