Home Metropolitan Ternyata Isinya Bagian Ini Pengunggah Minta Maaf Tak Terbukti Fakta Viral Bakso Kaki Tikus

Ternyata Isinya Bagian Ini Pengunggah Minta Maaf Tak Terbukti Fakta Viral Bakso Kaki Tikus

4 min read
0
0
7

Seorang penikmat bakso di Madiun bernama Ajeng baru baru ini memviralkan penemuannya. Ajeng kala itu membeli bakso yang dijual oleh seorang pedagang bernama Sugeng di Pilangkenceng, Madiun. Bakso yang dibeli Ajeng viral setelah ia mengunggah penemuannya di media sosial.

Video yang diunggah Ajeng memperlihatkan potongan potongan bagian yang diduga kaki tikus. Dalam video yang diunggah Ajeng, tampak seseorang memencet bakso tersebut dan menemukan potongan bagian yang dicurigai sebagai kaki tikus. Sang pengunggah video sebenarnya tak menyebutkan adanya daging tikus dalam bakso tersebut.

Kalimat daging tikus muncul dari para netizen yang berkomentar di postingan yang diunggah Ajeng. Polres Madiun yang mengetahui viralnya bakso ini pun melakukan penyelidikan. Untuk memastikan ada tidaknya kandungan daging tikus dalam pentol bakso, polisi mengirim sampel ke laboratorium.

Berikut fakta fakta mengenai viral bakso kaki tikus yang berhasil dihimpun oleh Kompas.com: Seorang konsumen bakso di Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ajeng mengunggah video bakso diduga berdaging tikus. Dalam video tersebut, pengunggah meremas pentol bakso pada sebuah mangkok berwarna hijau.

Ia menunjukkan sesuatu yang diduganya sebagai kaki tikus. Kalimat daging tikus kemudian bermunculan dalam komentar di media sosial. Video tersebut viral, Polres Madiun bergerak cepat mengusut kasus itu.

Satreskrim Polres Madiun kemudian melakukan uji laboratorium dengan mengambil sampel pentol bakso. Tak hanya satu pedagang saja, polisi mengambil sampel pentol bakso sisa yang dimakan konsumen hingga penyuplai pentol bakso. Sampel tersebut dibawa ke laboratorium Balai Veteriner di Boyolali, Jawa Tengah untuk diteliti.

Setelah hasil penelitian laboratorium keluar, polisi mengumumkannya di hadapan awak media, penjual bakso serta pengunggah video. Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono memastikan, pentol bakso tidak mengandung potongan kaki tikus. Hal itu didasarkan pada hasil penelitian laboratorium.

"Potongan itu bukan kaki tikus, melainkan bagian dari organ dalam mulut sapi," ungkap Ruruh, seperti dilansir dari Antara , Jumat (31/1/2020). Kapolres menjelaskan, potongan diduga kaki tikus yang terdapat pada sampel bakso tidak berkuku. Sedangkan pada struktur kaki tikus yang asli terdapat kuku.

Pada potongan diduga kaki tikus itu juga tidak terdapat telapak kaki dan tulang. Padahal struktur kaki tikus yang asli memiliki telapak kaki dan tulang. Sugeng mengaku usahanya hampir bangkrut usai diterpa isu bakso mengandung kaki tikus yang rupanya tak terbukti.

Ia menuturkan, biasanya dalam satu hari bisa mnegantongi omzet hingga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. "Setelah viral, bakso yang saya jual hanya laku Rp 50.000 hingga Rp 70.000 (sehari)," ungkap Sugeng. Pengunggah video telah meminta maaf pada Sugeng.

Sugeng berharap, hal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua orang agar berhati hati dalam menggunakan media sosial.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…