Home Metropolitan Tepis Isu Terorisme Diduga Petasan Benda Meledak di Bawah Mobil 5 Fakta Ledakan di Menteng

Tepis Isu Terorisme Diduga Petasan Benda Meledak di Bawah Mobil 5 Fakta Ledakan di Menteng

6 min read
0
0
1

Ledakan di Jakarta Pusat membuat masyarakat geger. Ledakan tersebut terjadi pada hari Minggu (5/7/2020) sore. Peristiwa ini terjadi di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat.

Namun ledakan tersebut beradal dari benda yang berdaya ledak rendah. Ledakan berasal dari bawah mobil Mitsubishi Pajero yang terparkir di pinggir jalan, tepat di depan rumah pemilik mobil. Diduga ada seseorang yang melempar atau menaruh bahan peledak tersebut di bawah mobil Mitsubishi Pajero.

Meski ledakan tersebut menggegerkan, tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Namun isu terrisme sempat berkembang di masyarakat. Polisi pun langsung melakukan olah TKP dimana ledakan terjadi.

Saat ini polisi juga masih melakukan penyelidikan. Berikut deretan fakta terjadinya ledakan di Jakarta Pusat. Hasan, warga di sekitar kejadian mengatakan, ledakan terdengar setelah dia melihat dua orang tak dikenal berboncengan motor, kemudian melemparkan bungkusan plastik hitam.

"Meledak lebih dari petasan, ada motor kaya ada ngelempar gitu satu orang, kemudian dia malah tancep gas," ujar dia. Menurut Hasan, ledakan tersebut terdengar namun tak memunculkan api. Setelah ledakan tersebut, pemilik mobil berusaha memadamkan api dengan alat pemadam portabel. Sejumlah orang mengaku mendengar ledakan tersebut. Namun, tidak diketahui sumber ledakan.

"Cuma denger doang sekali lumayan kenceng. Cuma nggak tahu itu sumber dari mana awalnya," kata Anto. Anto yang tengah berada di kediamannya tak jauh dari lokasi langsung bergegas mengecek lokasi sumber ledakan itu. Jarak 10 meter, ia melihat mobil yang terparkir berasap di bagian kolong mesin.

"Yang saya liat cuma ada mobil berasap itu aja, abis itu keluar orang langsung nyemprot pakai APAR," katanya. Sedangkan Joko (30) salah satu warga mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.14 WIB. "Denger sekali. Tapi kenceng itu, sampai alarm mobil di radius 10 meter aja bunyi. Jadi gimana kencengnya," ucapnya.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung menuju lokasi. Tim Gegana dan Laboratorium Forensik Polri dikerahkan. Jalan Yusuf Adiwinata ditutup untuk umum selama proses penyisiran dilakukan. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi. "Dimohon kepada warga di sekitar lokasi dimohon untuk mundur, lokasi sterilisasi kami perluas," ucap seorang polisi menggunakan pengeras suara.

Di lokasi, tim menemukan sejumlah barang bukti seperti pecahan plastik dan pipa. Setelah melakukan olah TKP, polisi membuka jalan pada Minggu malam. Melihat dampak ledakan, polisi menduga ledakan berasal dari benda menyerupai petasan, bukan bom.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto mengatakan, tidak ada kerusakan di lokasi ledakan. Ledakan hanya membuat ban mobil kempes. Bahan peledak tersebut meledak di dekat ban mobil. "Kita katakan petasan, karena tidak besar tak ada dampak signifikan, korban tidak ada. Kerugian hanya ban kempes saja," kata Heru.

Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga peristiwa ledakan itu tidak terkait dengan aksi terorisme. Heru menjelaskan, aksi terorisme biasanya menggunakan bahan peledak yang membahayakan warga yang tinggal di sekitar lokasi ledakan. Sementara ledakan tersebut tergolong kecil seperti petasan.

"Kalau kita simpulkan ini low eksplosive karena dampaknya kecil, tidak ada luka, kaca enggak pecah, ban bocor saja karena pipa masuk ban," jelas Heru. "Kalau teroris itu selalu mencari korban dan bahannya selalu membahayakan untuk orang di sekitarnya," ungkap Heru. Polisi menyelidiki peristiwa tersebut dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Selain itu, sejumlah saksi diminta keterangan. Hingga Minggu malam, setidaknya sudah lima saksi diminta keterangan. Menurut Heru, ada saksi yang menyebut bahan peledak tersebut diletakkan di bawah mobil.

Ada pula yang menyebut benda tersebut dilempar orang tak dikenal yang sedang berboncengan motor. Polisi juga meminta keterangan pemilik mobil. Heru mengatakan, mobil itu milik karyawan suatu perusahaan swasta. Polisi masih menyelidiki apakah ada kaitan ledakan tersebut dengan masalah pemilik mobil.

"Karyawan perusahaan masih kita dalami. Mungkin perusahaan ada masalah atau apa," ungkap Heru. Selain itu, polisi masih menunggu hasil analisa tim Labfor. "Untuk hasil TKP kita tetap akan menunggu dari laboratorium forensik, mungkin besok (Senin) akan keluar," ujar Heru.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…