Home Nasional Sudah Bungkus 25 Orang Ini Koleksi Kain Gilang Fetish Kain Jarik Tali Hitam Putih buat Apa

Sudah Bungkus 25 Orang Ini Koleksi Kain Gilang Fetish Kain Jarik Tali Hitam Putih buat Apa

5 min read
0
0
0

Gilang bungkus pelaku fetish kain jarik rupanya memiliki sejumlah kain yang disimpan di kamar kosnya. Koleksi kain Gilang bungkus dijadikan sebagai barang bukti oleh Polisi. Dari pengakuan Gilang bungkus, sudah ada 25 orang korban dari fetish kain jarik.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Hojnny Eddison Isir mengatakan dari pengakuan Gilang bungkus ia terangsang hasrat seksualnya saat melihat tubuh dibungkus kain jarik. Gilang bungkus mengakui perilaku fetish tersebut sudah dilakukan sejak 2015 lalu. Selain itu, G mengaku sudah melakukan perilaku menyimpang tersebut kepada 25 orang korbannya.

"Pengakuan tersangka ada 25 korban, tapi nanti masih kami dalami lagi," kata Jhoni. Sementara itu Kapolrestabes Kapuas AKBP Manang Soebeti mengatakan bahwa orangtua Gilang bungkus juga mengetahui perilaku menyimpang anaknya. Sambung Manang, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pihaknya kepada G.

Mengaku jika mengidap kelainan sejak kecil. "Memang dia sejak kecil merasa tertarik kalau ada orang yang dibungkus dan pakai selimut tertutup dari kepala sampai kaki," ujarnya. Dari pemeriksaan, Polisi juga menemukan sejumlah kain di kamar kos Gilang bungkus.

Kain tersebut dijadikan sebagai barang bukti. Hasil penyidikan sejauh ini menunjukkan beberapa barang bukti yang disita oleh petugas di rumah kos tersangka. Diantaranya satu lembar kain jarik batik, lembar kain putih, tali benang warna putih, tali benang warna hitam dan alat komunikasi.

"Motifnya adalah rangsangan yang bersifat seksual dari orang dengan kondisi sudah dibungkus kain jarik," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhoni Isir. "Kami tetap akan berkoordinasi dengan Tim Help Center Unair dan akan meminta keterangan lebih lanjut dari para korban," pungkasnya. Saat ditanya apakah tersangka Gilang mempunyai kelainan seksual, Isir mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kondisi kejiwaan Gilang dengan psikiater dan para ahli.

"Nanti akan dilakukan pemeriksaan kepada psikiater terhadap tersangka, dan mendapatkan keterangan ahli tentang kecenderungan perilaku seksual. Terutama kondisi kejiwaan dari tersangka. Nanti kami dalami lagi," pungkasnya. Modus pelaku dalam melancarkan aksinya dengan beralasan kepentingan riset. Sehingga, para korban terpedaya bisa membantu tersangka secara sukarela melakukan aksi bejatnya tersebut.

Jika tidak dituruti, pelaku akan mengancam penyakit bawahannya kambuh dan bunuh diri langsung di depan korban. "Tidak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah. Yang jelas kami akan berusaha mengembalikan kondisi korban menjadi baik dan tidak depresi," pungkasnya. G, yang merupakan terduga pelaku kasus pelecehan seksual fetish kain jarik itu dijerat menggunakan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhoni Isir menjelaskan alasan penetapan tersangka menggunakan sejumlah pasal dalam UU ITE itu. "Kita sempat menggali dan menganalisa beberapa pasal seperti Pasal 292, Pasal 296, dan Pasal 297 KUHP, namun belum bisa diterapkan, akhirnya kita menyimpulkan pasal yang paling pas adalah pasal di UU ITE," kata Jhoni di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020). Tersangka dijerat menggunakan Pasal 27 Ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (4) dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dan atau Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, dengan ancaman enam tahun penjara.

Pasal yang disangkakan itu berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan atau pengancaman. "Pengancaman yang dimaksud adalah pelaku mengancam akan bunuh diri jika keinginannya tidak dilakukan korban. Korban dimaksud yang akan membungkus tubuhnya dengan kain jarik," jelas Jhoni.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …