Home Metropolitan Rencanakan Teror Bali Istri Pelaku Pengebom Polrestabes Medan Kerap Datangi Lapas buat Lakukan Ini

Rencanakan Teror Bali Istri Pelaku Pengebom Polrestabes Medan Kerap Datangi Lapas buat Lakukan Ini

11 min read
0
0
11

Istri pelaku aksi bom di Polrestabes Medan akhirnya diamankan. Perempuan berinisial DA diamankan oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada Rabu 13 November 2019. Aksi bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu 13 November 2019 pagi.

Pelaku aksi pengeboman diketahui berinisial RNM. RMN yang berusia 24 tahun ini berpofresi sebagai pengemudi ojek online. RMN tewas di tempat kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Akibat aksi bom bunuh diri tersebut, enam orang terluka dan kini dirawat di rumah sakit. Empat orang yang terluka merupakan anggota kepolisian. Sedangkan dua lainnya adalah warga sipil.

DA yang kini telah diamankan oleh polisi ternyata sudah merencanakan teror di Bali. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol)<span ></span>Dedi Prasetyo<span ></span>mengungkapkan bahwa saat ditangkap, D sedang menyusun rencana melancarkan teror di Bali. Penyusunan rencana aksi teror ini, lanjut Dedi, dilakukan bersama seorang pria berinisial I.

Fakta yang mengejutkan bahwa I merupakan narapidana perkara terorisme yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II, Kota Medan,<span ></span>Sumatera Utara. "Yang bersangkutan (D) cukup aktif di media sosial dan secara fisik sudah pernah berkomunikasi lewat Facebook (dengan I)," kata Dedi. Kini, D masih diperiksa secara intensif oleh tim Densus 88 Antiteror Polri untuk pengembangan kasus bom bunuh diri sang suami beserta aksi teror yang direncanakannya.

Diberitakan, seorang pria yang mengenakan jaket berlogo ojek online melakukan bom bunuh diri di halaman Mapolrestabes Medan, Rabu pagi. Pelaku diketahui meninggal dunia di tempat dengan kondisi mengenaskan. Peristiwa itu juga menyebabkan enam orang menjadi korban luka ringan. Empat orang merupakan personel Polri, satu orang pekerja PHL, adapun seorang lainnya masyarakat biasa. Berdasarkan hasil olah TKP, tim berhasil mengidentifikasi identitas pelaku. Pria berjaket ojek online yang meledakan diri berinisial RMN, usia 24 tahun.

RMN yang berstatus pelajar/ mahasiswa lahir di Kota Medan, 11 Agustus 1995. Berdasarkan data catatan kependudukan, RMN tinggal di bilangan Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Markas Besar Kepolisian RI tengah menyelidiki motif pelaku peledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan,<span ></span>Sumatera Utara<span ></span>pada Rabu (13/11/2019) pagi. Ada dugaan, RMN (24) terpapar radikal dari istrinya atas nama DA.

Saat ini, Kepolisian telah menahan istri RMN di Mapolrestabes Medan. Adapun penangkapan dilakukan langsung oleh Tim Densus 88 saat menggeledah rumah RMN pada Rabu (13/11/2019) kemarin. "Patut diduga, dia (RMN) terpapar dari istrinya dulu. Kemudian baru terpapar di media sosial jejaring istrinya," kata Karopenmas Humas Mabes Polri<span ></span>Dedi Prasetyo<span ></span>di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (14/11/2019). Dari hasil pemeriksaan sementara, istri DA juga aktif di media sosial dan kerap melakukan komunikasi dengan para narapidana terorisme (napiter).

Dari penelusuran sementara, DA juga pernah berkomunikasi dengan napiter berinisial I yang tengah mendekam di Lapas Kelas 2 Wanita di Medan. Caranya, istri RMN itu berkomunikasi langsung dengan mendatangi lapas yang tempat napiter berinisial I itu ditahan. "Kalau napiter, kontak secara fisik, si istri (RMN) sering mendatangi, berkunjung ke lapas ataupun ke lokasi. Itu yang masih kita dalami," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan,<span ></span>Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) pagi diketahui bernisial RMN (24). Diketahui pelaku masih berstatus mahasiswa dan tercatat sebagai pria kelahiran Medan,<span ></span>Sumatera Utara. "Inafis berhasil mengidentifikasi pelaku. Pelaku ini inisialnya RMN, usianya 24 tahun, lahir di Medan, statusnya adalah pelajar/mahasiswa," kata Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen<span ></span>Dedi Prasetyo<span ></span>di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu siang.

Kepolisian dalam hal ini Densus 88 Antiteror Polri masih bergerak untuk mengembangkan asal usul pelaku. "Kemudian yang bersangkutan selain diidentifikasi identitasnya juga masih akan dikembangkan oleh aparat densus 88," katanya. "Itu penyamaran. Kan tadi sudah disampaikan bahwa statusnya itu adalah mahasiswa atau pelajar," kata Dedi.

RMN diketahui meledakan diri menggunakan bom yang disembunyikan di balik pakaian yang dikenakannya. Bom tersebut dililitkan pelaku di sekitar pinggang dan perutnya. Selain berhasil mengidentifikasi identitas pelaku, kepolisian pun mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

"Barang yang berhasil diamankan terkait menyangkut masalah jenis bom yang diidentifikasi antara lain ada baterai 9 volt, kemudian ada juga pelat besi metal kemudian ada sejumlah paku cukup banyak, paku dalam berbagai ukuran yang ada ditemukan," kata Brigjen Pol<span ></span>Dedi Prasetyo. Selain paku dan baterai, kepolisian pun mengamankan sejumlah potongan kabel dan tombol switch yang diduga menjadi tombol untuk meledakan bom. "Ada beberapa irisan irisan kabel itu nanti akan didalami. Lalu ada beberapa potongan kabel cukup besar juga didalami kemudian ada tombol switch on off, kemudian ada potongan tubuh," ungkapnya.

Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan tim Labfor dan Densus 88. Termasuk CCTV sebelum peledakan bom yang telah diamankan oleh Polri. "Kami juga mengidentifikasi ada beberapa kendaraan roda dua yang masih dicurigai nah itu masih didalami semuanya. Sementara tim masih bekerja di lapangan," katanya.

Pelaku melakukan aksi bom bunuh diri dengan berjalan kaki dan masuk melalui pintu depan Mapolrestabes Medan. Petugas juga sempat memeriksa identitas dan diperintahkan untuk melepas jaketnya. Kepada polisi, pelaku mengaku akan mengurus SKCK.

Saat melakukan pemeriksaan pelaku sempat melawan dan menerobos masuk ke area dalam Mapolrestabes Medan. Lantas pelaku lari menuju ke dekat kantin dan melakukan aksi bom bunuh diri. Seorang saksi, Lila Mayasari mengatakan, saat peristiwa itu terjadi ia hendak mengurus SKCK.

Lila tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, tak lama kemudian terdengar suara ledakan yang cukup keras. Terkejut, ia langsung keluar dan melihat ke arah suara. "Pas saya keluar, saya enggak liat korban, tapi saya dengar suara ledakan kuat sekali," ungkap Lila dengan suara terengah engah.

Menurut keterangan Lila, ada sekitar 50 orang berada di lokasi kejadian. Seusai ledakan, terlihat asap putih dan teriakan yang mengatakan jika itu adalah bom. Panik, mereka yang berada dalam ruangan langsung berdesak desakan untuk keluar.

"Ledakan terasa sampai saya terangkat." "Pas kejadian Saya lagi nyantai dan tiba tiba seperti terangkat." "Saya langsung engeh ini bom. Saya ingat anak dan langsung keluar berdesak desakan dengan yang lain," jelas Lila.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…