Home Metropolitan Psikolog Forensik Sebut Remaja Pembunuh Bocah ‘Callous Unemotional’ Bukan Psikopat

Psikolog Forensik Sebut Remaja Pembunuh Bocah ‘Callous Unemotional’ Bukan Psikopat

8 min read
0
0
3

Berbagai pihak menyebut remaja berinisial NF (15) yang nekat membunuh tetangganya, APA (5) sebagai sosok psikopat. Psikolog Forensik Reza Indragiri mengungkap istilah yang digunakan untuk NF lebih tepatnya bukan psikopat namun callous unemotional. Sebagai orang yang tidak menangani NF, Reza hanya bisa mengamati dari pemberitaan media.

Berdasarkan pemberitaan tentang sosok NF yang tidak merasa bersalah atas perbuatannya, Reza menyebut ada banyak kasus serupa di mana seorang gadis bertindak seperti NF. "Untuk mengetahui kondisi psikologis pelaku ini harus jelas dilakukan pemeriksaan, saya tidak tahu kondisi psikologinya seperti apa," kata Reza. "Tetapi ketika menyimak pemberitaan di media, saya terkenang sekian banyak riset terhadap anak anak yang secara kebetulan memiliki tindak tanduk serupa," jelasnya.

Dari banyak penelitian yang disimak oleh Reza, di antaranya disebutkan sifat psikopat. Namun Reza membantah istilah psikopat lantaran menurutnya hanya bisa disematkan kepada orang berusia dewasa. "Kalau dikatakan psikopat, itu menjadi salah satu simpulan juga dari penelitian penelitian itu," kata Reza.

"Tapi kata psikopat memang lebih lazim digunakan untuk pelaku yang sudah berusia dewasa," imbuhnya. Reza menjelaskan istilah yang lebih cocok disematkan pada NF adalah callous unemotional. "Kalau patokan dewasa berarti berdasarkan undang undang adalah 18 tahun ke atas," kata Reza.

"Tapi kalau kemudian kita bicara tentang anak anak, di bawah usia 18 tahun, maka sebutannya lazimnya bukan psikopat, tapi callous unemotional, " paparnya. Antara psikopat dan callous unemotional memang memiliki kesamaan dalam indikatornya, di mana pelaku memiliki empati yang kurang terhadap korban atau lingkungan. Reza menjelaskan bahwa dalam psikologi grafis bisa mengungkap kondisi kejiwaan seseorang.

Gambar yang dibuat oleh seseorang bisa dijadikan pelengkap selain data lisan untuk mengungkap apa yang terjadi para orang tersebut. "Dalam psikologi memang ada yang namanya psikologi grafis, bagaimana orang orang psikologi mencoba memahami kondisi kejiwaan manusia, termasuk kondisi pelaku kejahatan," ujar Reza. "Tidak hanya berdasarkan keterangan atau penjelasan secara lisan, tapi juga berdasarkan ekspresi suasana dalam media gambar," sambungnya.

Dari gambar serta lisan, psikolog atau pihak kepolisian bisa menganalisis kehidupan seseorang hingga tingkat kecerdasannya. "Gambar itu kemudian sifatnya pelengkap atau sebuah petunjuk untuk memberikan panduan kepada tenaga psikologi atau teman teman di kepolisian untuk mulai menelusuri dengan pintu masuk yang sebelah mana," jelas Reza. "Di situ akan terlihat gambaran suasana kepribadian, terlihat gambaran relasi sosial, terlihat tanda tanda kecerdasan dari yang bersangkutan, dan unsur psikologis lainnya," imbuhnya.

Sejauh ini, Reza hanya melihat gambar karya NF dari media dan belum melihat langsung. Meski demikian, Reza bisa memastikan satu hal bahwa NF memiliki tingkat kecerdasan di atas rata rata. Hal ini diketahui dari bagaimana NF menyertakan detail pada gambarnya.

"Saya bisa pastikan satu hal, ada tanda kecerdasan yang memang di atas rata rata," ungkap Reza. "Itu terlihat pada sedemikian rinci, sedemikian multidimensional gambar yang dihasilkan oleh anak ini," paparnya. Diketahui, NF memang sosok remaja yang memiliki prestasi di bidang olahraga dan disebut mahir dalam bahasa Inggris.

Meski kecerdasan NF disebut di atas rata rata, namun bukan berarti NF tidak ada masalah kepribadian. Bisa jadi gambar NF merupakan cara dirinya mengekspresikan permasalahan hidup. "Tapi tidak hanya bicara kecerdasan, saya sebut ada masalah kepribadian juga yang barangkali tengah diekspresikan oleh anak ini lewat gambar," tuturnya.

Psikolog Tika Bisono menyebut bisa jadi gambar perempuan terikat yang digambar NF adalah refleksi dari diri NF sendiri yang merasa terkekang. Tika menyebut beberapa kemungkinan sosok remaja seperti NF menggambar hal hal mengerikan. Ada kemungkinan seorang remaja untuk menggambar apa yang ada di imajinasinya untuk menyakiti orang lain.

"Semua yang menyakiti dia, dia gambar misalnya, semua yang membuat dia enggak nyaman dia gambar 'Kamu harus hilang, kamu harus enggak ada' mungkin begitu," terang Tika. Namun, Tika menegaskan makna gambar NF tidak bisa disimpulkan begitu saja. Ia menyebut makna gambar itu malah bisa jadi sebagai refleksi diri NF sendiri.

"Secara psikologis, enggak sesederhana itu, bisa jadi yang dia gambar itu satu proyeksi dari yang dia rasakan 'Saya kok enggak bisa apa apa, saya seperti orang terikat' bisa jadi itu juga refleksi dari apa yang dia rasakan," paparnya. Tika hampir yakin bahwa makna gambar NF bukan bagian dari perencanaan pembunuhan terhadap APA. "Ada banyak makna. Makanya kita enggak bisa langsung sesederhana itu menyimpulkan dia sudah merencanakan dari depan bawa 'Korban akan saya gituin'," ujar Tika.

"Saya hampir enggak yakin kalau itu modusnya sudah seperti itu, apalagi kalau menyangkut usia remaja yang memang masih sangat labil," tambahnya.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…