Home Metropolitan Polisi Depok Gerebek Sejumlah ABG Sedang Berbuat Mesum di Sebuah Kamar Kos

Polisi Depok Gerebek Sejumlah ABG Sedang Berbuat Mesum di Sebuah Kamar Kos

8 min read
0
0
10

Tim Jaguar Polresta Depok menggerebek tempat kos untuk mesum sejumlah pasangan muda mudi di Jembatan Serong, Pancoran Mas, Kota Depok. Tempat yang digerebek Tim Jaguar Polresta Depok tersebut pernah dihuni anggota geng motor 'Jepang'. Kepala Tim Jaguar Iptu Winam Agus mengatakan tempat tersebut digerebek lagi karena masuk laporan masyarakat bahwa pasangan pasangan tersebut kerap berhubungan intim di indekos tersebut.

"Kami mendapatkan informasi dari warga, bahwa di kosan itu banyak muda mudi kumpul dan melakukan hubungan intim belum sah menjadi suami istri," kata dikonfirmasi, Senin (25/3/2019). Winam menuturkan saat penggerebekan pihaknya mendapati sejumlah muda mudi sedang asyik beradegan ranjang. Meski sudah dipergoki pihaknya sejumlah pasangan mesum seperti mengabaikan kedatangan petugas.

Diduga, sejumlah pasangan muda mudi yang dipergoki tersebut sedang dalam pengaruh minuman keras, sehingga terlihat santai. "Pas kami geledah, mereka yang di belakang masih santai saja berhubungan intim, mereka ini semua tanpa status nikah," kata dia. Dari penggerebekan tersebut, Tim Jaguar mengamankan lima wanita dan tiga laki laki dari ruang utama dan kamar belakang indekos tersebut.

Terakhir, Winam menuturkan warga sekitar tak berani menegur para remaja ini karena indekos tersebut merupakan bekas sarang anggota geng motor. "Mereka (warga) tidak berani menegur karena itu tadinya tempat markas gengster Jepang yang dulu pernah kami tangkap. Kami mengimbau kepada masyarakat agar melapor jika menemukan adanya gangguan keamanan," pungkasnya. Indekos yang digerebek Tim Jaguar Polresta Depok pernah menjadi markas geng motor Jepang (Jembatan Mampang).

Polisi pernah menciduk 26 anggota geng motor Jepang pada 2017 silam. Mereka ditangkap karena menjarah toko pakaian Fernando Stores di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok, Minggu (24/12/217) dini hari. Dari para penjarah, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana saat itu memastikan 18 orang lainnya yang ikut ditangkap sudah dipulangkan ke keluarga dan orangtua mereka untuk dibina. Mereka yang dilepaskan hanya dimintai keterangan sebagai saksi untuk mengungkap kemungkinan ada keterlibatan pelaku lain. "Selain yang ditetapkan tersangka, 19 orang lainnya sudah dipulangkan. Kemungkinan masih ada pelaku lain dan kini masih kami dalami lagi," kata Putu dilansir Warta Kota pada Selasa (26/12/2017).

Sementara delapan orang yang sudah ditetapkan tersangka, beberapa di bawah 18 tahun. Polisi memperlakukan mereka secara khusus sebagai tersangka anak, seperti diatur dalam Undang Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. "Sedangkan yang dewasa diperlakukan sesuai dengan KUHAP," kata Putu.

Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto mengatakan dari 26 orang anggota geng motor yang dibekuk, jika tidak terlibat penjarahan, akan dikembalikan kepada keluarga. "Syaratnya keluarga atau orangtua harus lebih mengawasi dan mendidik anaknya, ke depannya. Sebab mereka sudah bergaul dengan gerombolan yang berpotensi melakukan tindak pidana kriminal hingga narkoba dan tawuran," katanya. Sementara yang terbukti terlibat dalam aksi kriminal di toko tersebut kata Didik akan diproses secara hukum.

Sebanyak 26 remaja dan pemuda anggota geng motor Jepang bersenjata tajam menjarah Toko Baju Fernando Stores di Jalan Sentosa, Sukmajaya, Depok. Dari 26 orang yang ditangkap itu, tiga orang di antaranya remaja perempuan. Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana menuturkan mereka ditangkap dari dua tempat berbeda yakni di Kampung Pitara, Pancoran Mas dan dari sebuah bengkel di Mampang, Pancoran Mas, Depok.

"Dari tangan mereka kami amankan barang bukti berupa puluhan jaket, celana jins, dan kaos hasil curian serta 6 sepeda motor yang mereka gunakan dan beberapa senjata tajam," kata Putu, Senin (25/12/2017). "Dari 26 orang yang rata rata remaja, tiga di antaranya adalah perempuan," tambah Putu. Toko pakaian yang dijarah anggota geng motor Jepang merugi sekitar Rp 13 Juta.

Sebanyak 20 orang lebih datang berboncengan dengan belasan motor sambil membawa senjata tajam. Mereka menjarah toko baju Fernando Store yang buka 24 jam. Toko itu terletak di persimpangan Jalan Cakalele III dan Jalan Sentosa Raya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Penjarahan dilakukan Minggu (24/12/2017) pagi sekira pukul 04.45 WIB. Mereka langsung menjarah atau mengambil puluhan baju serta pakaian, yang terpajang di depan dan di dalam toko. Dalam waktu singkat ratusan pakaian di toko tersebut berhasil digasak puluhan pemuda tersebut.

Aksi kawanan terekam oleh CCTV toko dan sempat menjadi viral di media sosial. Sugaryo (52), warga sekitar menuturkan penjarahan oleh puluhan orang itu terjadi sangat cepat. Saat kejadian kata Sugaryo baru menunaikan salat Subuh di masjid tak jauh dari toko.

"Kejadian penjarahannya cepat banget. Gak lebih dari satu menit, puluhan orang sudah ambil ratusan baju dan pakaian yang dipajang," kata Sugaryo, Minggu (24/12/2017) siang. Awalnya sejumlah pemuda yang berboncengan sepeda motor berhenti di depan toko baju. "Gak lama, secara beramai ramai mereka berjalan dan mendatangi toko baju serta langsung menjarah baju serta pakaian di toko itu," kata Sugaryo.

Menurutnya saat penjarahan beberapa pemuda tetap bersiaga di atas sepeda motor. Penulis: Dwi putra kesuma

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…