Home Nasional Pilkada Berkualitas Bisa Lahirkan Pemimpin Seperti Ganjar RK & Khofifah Ara Sirait

Pilkada Berkualitas Bisa Lahirkan Pemimpin Seperti Ganjar RK & Khofifah Ara Sirait

4 min read
0
0
2

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pelaksanan (pemilihan kepala daerah) Pilkada pada bulan September menjadi bulan Desember tahun ini. Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) Nomor 2/2020 tentang Perubahan Ketiga atas UU 1/2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota menjadi UU. Menurut tokoh nasional yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, penundaan Pilkada ini menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak untuk menghadapi Covid 19.

Hal ini juga menjadi momentum untuk mempersiapkan proses demokrasi bisa berjalan semakin baik, fair, adil dan terbuka. "Pilkada harus benar benar berjalan dengan fair dan adil," tegas Ara, demikian Maruarar disapa, yang juga dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo, saat dihubungi, Rabu (6/5/2020). Maruarar melanjutkan bahwa sebagaimana sudah sering dikatakan para pengamat, pemantau pemilu serta dirasakan masyarakat, maka beberapa persoalan dalam proses Pilkada harus juga diperbaiki dan dicegah.

Misalnya terkait dengan money politic, serangan fajar, penggunaan isu SARA dan lain lain. "Kekurangan kekurangan ini harus diperbaiki dengan mundurnya jadwal Pilkada ini. Ini merupakan momentum yang baik," tegas Ara. Kedua, sambung Maruarar, penundaan Pilkada ini juga menjadi momentum bagi rakyat.

Dengan memperbaiki proses dan mencegah kekurangan Pilkada, maka Pillada akan benar benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Yaitu dengan melahirkan pemimpin yang amanah, profesional, memiliki hati, turun ke bawah serta jujur. "Ini juga akan menjadi legacy Pak Presiden yang dibantu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuat pemerintahan yang baik di daerah sebagai hasil dari Pilkada yang baik," jelas Maruarar.

Bila kualitas demokrasi baik, Ara yakin, pemimpin yang lahir di daerah pun akan seperti Jokowi saat ini. Yaitu pemimpin yang amanah, profesional, memiliki hati, turun ke bawah serta jujur. Dan bahkan, daerah pun sudah memiliki contoh pemimpin yang baik dan melayani di daerah. "Ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan ada Gubernur Jawa Timur Khofifah. Di level tingkat dua, kita juga punya Bu Risma di Surabaya, Hendi di Semarang serta Azwar Anas di Banyuwangi. Kalau Indonesia punya pemipin pemimpin seperti ini, maju Indonesia," yakin Ara.

Dengan pemimpin yang berkualitas, profesional, jujur dan punya hati, jelas Ara, maka sistem, mekanisme serta struktur pemerintahan pun akan baik bagi rakyat. Sebab dia akan membuat APBD yang bagus, memilih staf yang bagus serta akan membuat kebijakan yang baik karena bekerja dengan hati dan penuh kejujuran. "Dengan pemimpin berkualitas dan amanah, maka persoalan rakyat seperti kemiskinan dan pengangguran bisa dikurangi dan diatasi. Dengan demikian Pilkada itu harus bermanfaat bagi rakyat," demikian Maruarar.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …