Home Metropolitan Perluasan Ganjil Genap di DKI Jakarta: Ada yang Minta ”Damai” Hingga Suami Artis Ditilang

Perluasan Ganjil Genap di DKI Jakarta: Ada yang Minta ”Damai” Hingga Suami Artis Ditilang

15 min read
0
0
11

Kebijakan perluasan aturan ganjil genap di DKI Jakarta secara resmi diberlakukan mulai Senin (9/9/2019). Meski sudah diterapkanprogram sosialisasi selama satu bulan, akan tetapi tidak membuat para pengendara cepat sadar jika kawasan yang dilalui telah memulai sistem ganjil genap. Sebagai informasi, perluasan ganjil genap di sejumlah wilayah di Jakarta dimulai saat pagi hari pukul 06.00 10.00 WIB dan untuk sore hari dimulai pukul 16.00 21.00 WIB.

Berikut rangkuman peristiwa di sejumlah daerah di Jakarta terkait pelaksanaan hari pertama perluasan ganjil genap. Ratusan bahkan hampir ribuan kendaraan terkena tilang akibat penerapan di hari pertama, Senin (9/9/2019). Di Jakarta Timur, Kasat Lantas Polres Metro JakartaTimur AKBPSutimin mengatakan tercatat ratusan kendaraan ditilang sejak pemberlakuan ganjil genap dimulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Ada 297 kendaraan roda empat yang ditilang di 4 ruas jalan, Jalan MT Haryono, DI Panjaitan, Ahmad Yani, Pramuka. Didominasi di Jalan DI Panjaitan dan Ahmad Yani pelanggarannya," kata Sutimin saat dikonfirmasi di Jatinegara, JakartaTimur, Senin (9/9/2019). Kemudian di Jakarta Barat,total 153 kendaraan kena tilang saat pelaksanaan hari pertama perluasan ganjilgenap. "Jadi untuk hasil penindakan hari ini, ada 153 itu khusus di lalu lintas JakartaBarat,"kataKasat Lantas Wilayah JakartaBarat, KompolHariAdmoko di Jalan Tomang Raya, JakartaBarat, Senin (9/9/2019).

"Barang bukti yang kita sita ada 122 SIM dan STNKnya ada 31," sambungnya Hari menyebut, jumlah tersebut berasal dari 5 ruas jalan di JakartaBarat yang terkena perluasan ganjilgenap. "Iya ini darilima lokasi, di Pintu Besar Selatan, Gajah Mada Hayam Muruk, kemudian di Tomang Raya, sama di S Parman. Ini kan S Parman yang (ganjil genap) lama. Penindakan juga ada. Itu yang kita masukin," kata Hari.

Sejumlah alasan dikemukaan para pengendara yang terkena tilang saat ditanyakenapa bisa nekat menerobos zona ganjil genap. Dari hasil penindakan yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Metro Jakarta Timur, banyak alasan yang dilontarkan pengguna kendaraan roda empat saat ditilang. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur menuturkan dalih yang kerap digunakan pengendara mobil yakni lupa dan tidak tahu kalau hari ini penindakan mulai diberlakukan.

"Variatif alasannya, ada yang alasan tidak tahu, ada yang lupa kalau sekarang mulai diberlakukan gage, khususnya yang hanya punya mobil pelat genap. Karena mungkin mereka hanya punya 1 mobil saja," ujarnya. Selain masalah pelat nomor, Sutimin menyebut penggunaan kendaraan roda empat yang menyeberang masuk atau pun keluar tol tetap ditilang. Di JakartaTimur, ruas jalan yang berdekatan dengan tol dan terdampak perluasanganjilgenap yakni di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Ahmad Yani.

"Karena sekarang Pergub 88 tahun 2019 ini yang semula keluar tol atau ada akses jalan masuk ke tol tidak ditindak, sekarang ditindak. Ada perluasan peraturan karena Pergub 88 itu," tuturnya. Selain di pagi hari, penindakan di hari pertama perluasanganjilgenap juga bakal dilakukan pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB nanti. DiJalanGunungSahari, JakartaPusat, seorang pengendara mobil Mitsubishi Xpanderyang melanggar kebijakan ganjilgenap kendaraan, mencoba menyuap petugas.

Kanitlantas Kemayoran Iptu Dodi Ambaramenghentikan mobil tersebut di pinggir bahu jalan melihat sang sopir yang mengenakan topi, tampak kikuk ketika Iptu Dodi Ambara meminta STNK dan SIM kepadanya. "Tolong keluarkan STNK dan SIM nya," ujar Dodi Ambara kepada sopir, saat hari pertama pemberlakuan ganjilgenap kendaraan, di JalanGunungSahari, pada Senin (9/9/2019). Sang sopir pun langsung memberikan STNK dan SIM nya kepada Dodi.

Sementara, di belakang sopir tampak seorang wanita mengenakan kacamata dan baju kuning menggenggam uang kertas senilai Rp 50 ribu. "Damai saja, pak," seru wanita tersebut, mendekatkan tangan kanannya kepada Dodi. "Hah? Damai? Janganlah nggak boleh. Jangan bu, ya," balas Dodi sambil menulis pasal pelanggaran ganjilgenap kendaraan.

Dodi melanjutkan, agar wanita tersebut mematuhi aturan untuk mengikuti sidang pengadilan di kejaksaan. "Nanti bayar buat negara saja. Ambil di kejaksaan tanggal 20, ya. Jangan kasih saya. Itu bukan hak saya, nanti ibu masuk penjara nanti, ya," tutur Dodi kepada wanita tersebut. "Silakan ibu terima pelanggaran ganjilgenap, jangan dibiasakan bu, ya," imbuhnya.

Segera saja, wanita itu kembali memasuki uang Rp 50 ribu ke dalam tasnya. "Silakan, jalan," perintah Dodi kepada sang sopir. Tidak hanya warga umum yang terkena tilang akibat perluasaan sistem ganjil genap ini.

Suami penyanyi dangdut , Aang AnggaWijaya (31) menjadi salah satu pengendara yang ditilang ketika melintas di kawasan ganjilgenap di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). Saat ditilang, mobil Jaguar bernomor Polisi B 12 DP itu tengah melaju dari arah LebakBulus menuju BlokM. Ia mengaku baru mengetahui kawasan Fatmawati termasuk wilayah yang terkena perluasan ganjilgenap.

"Saya tahunya (ganjil genap) di Jalan Jenderal Sudirman, Tendean, Menteng. Saya tahunya itu," kata saat ditemui di lokasi. Angga Wijaya juga tidak melihat adanya rambu rambu larangan melintas di kawasan Fatmawati yang terkena perluasan ganjilgenap. "Saya melanggar ya nggak apa apa, karena saya belum tahu,"ujarnya.

1. Jalan Pintu Besar Selatan 2. Jalan Gajah Mada 3. Jalan Hayam Wuruk 4. Jalan Majapahit 5. Jalan Medan Merdeka Barat 6. Jalan MH. Thamrin 7. Jalan Jenderal Sudirman 8. Jalan Sisingamangaraja 9. Jalan Panglima Polim 10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai simpang Jl TB Simatupang) 11. Jalan Suryopranoto 12. Jalan Balikpapan 13. Jalan Kyai Caringin 14. Jalan Tomang Raya 15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jl Tomang Raya sampai Simpang Jl KS Tubun) 16. Jalan Gatot Subroto 17. Jalan M.T Haryono 18. Jalan H.R Rasuna Said 19. Jalan D.I Panjitan 20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari Simpang Jl Perintis Kemerdekaan sampai Simpang Jl Bekasi Timur Raya) 21. Jalan Pramuka 22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur 23. Jalan Kramat Raya 24. Jalan Stasiun Senen 25. JalanGunungSahari 1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta Tangerang 2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso

3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 2 4. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama 5. Simpang Jalan Palmerah Utara Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 1

6. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan 7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar 8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda

9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan 10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 2 11. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran

12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet 1 13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 2 14. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II

15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata Jalan Dewi Sartika 16. Simpang Jalan Dewi Sartika Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang 17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang

18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas 19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati 20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat

21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya 22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara 23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun

24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya Jalan Rawamangun Muka Raya 25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya Jalan Rawasari Selatan 26. Simpang Jalan Rawasari Selatan Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas

27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto Jalan Perintis Kemerdekaan 28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih Perluasan aturan ganjilgenap berlaku pada Senin Jumat, pukul 06.00 10.00 WIB dan pukul 16.00 21.00 WIB.

Aturan ganjilgenap tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Daftar Kendaraan yang Tak Kena Ganjil Genap Ada 13 jenis kendaraan yang tidak dikenakan aturan ganjilgenap.

Taksi online tidak termasuk dalam jenis kendaraan yang dikecualikan, sehingga tetap terkena aturan ganjilgenap. Kendaraan yang tidak terkena aturan ganjilgenap yakni: A. Kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas, dengan rincian sebagaimana terlampir dalam Lampiran Peraturan Gubernur ini;

B. Kendaraan ambulans; C. Kendaraan pemadam kebakaran; D. Kendaraan angkutan umum dengan tanda nomor kendaraan bermotor berwarna dasar kuning;

E. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik; F. Sepeda motor; G. Kendaraan angkutan barang khusus pengangkut Bahan Bakar Minyak atau Bahan Bakar Gas;

H. Kendaraan pimpinan Lembaga Tinggi Negara Republik Indonesia yakni : 1.Presiden/Wakil Presiden; 2.Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat/Dewan Perwakilan Daerah; dan 3.Ketua Mahkamah Agung/Mahkamah Konstitusi/Komisi Yudisial/Badan Pemeriksa Keuangan. I. Kendaraan Dinas Operasional dengan tanda nomor kendaraan berwarna dasar merah, TNI dan POLRI;

J. Kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional yang menjadi tamu negara; K. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas; L. Kendaraan Pengangkut Uang Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM dengan pengawasan dari petugas Polri;

M. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan dan/atau pengawalan oleh petugas Polri. Dengan berlakunya perluasan ganjilgenap, pengendara yang melanggar aturan itu akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksinya yakni denda Rp 500.000.

"Pelanggaran terhadap rambu lalu lintas itu dikenakan sanksi denda administrasi sebesar maksimal Rp 500.000. Artinya, begitu yang bersangkutan melanggar ganjilgenap karena ada larangan masuk, maka itu otomatis denda administrasi maksimal Rp 500.000," ujar Syafrin.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…