Home Metropolitan Pengujian Dilakukan di Jaksel 520 Alat Rapid Test Covid-19 Telah Diterima Dinkes DKI

Pengujian Dilakukan di Jaksel 520 Alat Rapid Test Covid-19 Telah Diterima Dinkes DKI

9 min read
0
0
8

Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menerima 520 unit alat rapid test virus corona atau Covid 19 dari pemerintah pusat. Kepala Widyastuti mengatakan, alat tersebut bakal diuji coba terlebih dahulu di wilayah Jakarta Selatan yang disebut sebagai daerah awal menularan . Nantinya, pemeriksaan hanya akan dilakukan terhadap orang orang yang pernah berhubungan dengan .

Sebab, saat ini jumlah rapid test yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih sangat terbatas. "Jadi ini bukan sebagai penetapan diagnosa, tetapi sebagai bagian dari kegiatan surveillance ke lapangan melakukan tracing kontak terhadap pasien positif," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Adapun uji coba yang dilalukan di Jakarta Selatan nantinya akan melibatkan tim dari Kemenkes hingga puskesmas setempat.

"Saat ini ditunjuk sebagai uji coba di Jakarta Selatan turun bersama tim dari Kemenkes, Sudin Jaksel, dan puskesmas," kata Widyastuti. Seperti diketahui, jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi terus bertambah. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terpapar terbanyak di Indonesia.

Kini jumlahnya mencapai 224 orang dengan 20 orang meninggal dunia dan 13 lainnya berhasil sembuh. Banyaknya jumlah kasus corona di ibu kota membuat status Jakarta menjadi tanggap darurat bencana Covid 19. Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai berdiskusi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujada, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono, dan Ketua Satgas Percepatan Covid 19 ditingkat nasional, yaitu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

"Hari ini kita menetapkan bahwa Jakarta ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana Covid 19," ucapnya, Jumat (20/3/2020). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, status tanggap darurat ini akan berlalu selama dua pekan ke depan. Status ini bisa saja kembali diperpanjang, tergantung situasi dan kondisi ibu kota dua pekan ke depan.

"Ini ditetapkan untuk masa waktu 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan dengan kondisi," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat. Jakarta kini berstatus sebagai tanggap darurat bencana pandemi Covid 19. Hal itu diputuskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di tingkat nasional.

Dikutip dari , Anies Baswedan mengatakan status Jakarta sebagai tanggap darurat bencana Covid 19 ditetapkan selama 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi ke depan. "Pada hari ini kita menetapkan bahwa Jakarta ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana wabah Covid 19," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI, Jumat (20/3/2020). Anies berujar, Jakarta ditetapkan tanggap darurat bencana Covid 19 karena melonjaknya kasus positif Covid 19 di Ibu Kota.

"Hari ini situasi yang dihadapi di Jakarta sangat berbeda dengan dua pekan lalu ataupun pekan lalu. Jumlah yang wafat tadi disampaikan cukup banyak dan kita semua berduka. Kemudian, jumlah kasus itu tadi disampaikan angkanya cukup tinggi," kata Anies. Dengan status tanggap darurat bencana Covid 19, Anies meminta warga disiplin menjaga jarak atau menerapkan social distancing. Berdasarkan data milik pemerintah pusat, provinsi dengan kasus pasien positif Covid 19 terbanyak adalah DKI Jakarta.

Hingga Jumat, total kasus positif Covid 19 di DKI Jakarta mencapai mencapai 215 orang. Angka pasien Covid 19 yang meninggal di DKI Jakarta juga menjadi yang tertinggi, yakni sebanyak 18 orang. Data terakhir yang disampaikan pemerintah, Jumat, secara nasional ada 369 pasien positif Covid 19. Sebanyak 32 orang di antaranya meninggal dan 17 orang sembuh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerukan seluruh pelaku dunia usaha dan perkantoran di Jakarta memberlakukan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah mulai Senin pekan depan. Hal ini tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 6 tahun 2020. "Ini statusnya seruan tapi menegaskan bahwa seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu dihentikan, menutup fasilitas operasional, dan tidak melakukan kegiatan perkantoran tapi melakukan kegiatan di rumah," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI seperti dikutip dari , Jumat (20/3/2020).

Bagi perusahaan yang tidak dapat menerapkan aturan work from home, Anies meminta mereka untuk mengurangi jumlah karyawan yang bekerja dan waktu operasional pekerjaan. "Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total, juga diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas paling minimal, mininal jumlah karyawan, minimal waktu kegiatannya, dan minimal fasilitas operasional serta mendorong sebanyak mungkin karyawan bekerja dari rumah," ungkap Anies. Anies berharap seluruh pelaku usaha dan perkantoran di Jakarta mematuhi seruan tersebut guna menekan penyebaran virus Corona.

Anies menetapkan status Jakarta saat ini sebagai tanggap darurat bencana pandemi covid 19. Anies menetapkan status Jakarta tersebut setelah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di tingkat nasional. Pemprov DKI Jakarta mewajibkan sejumlah kegiatan usaha pariwisata ditutup sementara.

Tujuannya untuk mencegah penularan virus Corona makin meluas. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, penutupan sementara dilakukan selama dua pekan. "Kami akan melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan, terhitung tanggal 23 Maret sampai 5 April 2020," ujar Cucu dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/3/2020). Cucu berujar, ada kurang lebih 17 jenis usaha pariwisata yang harus ditutup, mulai dari kelab malam hingga bioskop.

"Termasuk kelab malam, diskotek, karaoke, bar, griya pijat, spa, bioskop, biliar, bola gelinding, mandi uap, dan seluncur," kata Cucu. Penutupan sementara itu telah dituangkan dalam Surat Edaran tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata dalam Rangka Kewaspadaan Penularan Infeksi Covid 19.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…