Home Kesehatan Penanganan Tumor Paru Dimulai dari Tahapan Deteksi Dini

Penanganan Tumor Paru Dimulai dari Tahapan Deteksi Dini

3 min read
0
0
3

Kanker paru merupakan salah satu stadium lanjut jenis kanker dengan insiden tertinggi. Berdasarkan data WHO tahun 2014, insiden kanker paru pada laki laki Indonesia mencapai 25.322 orang Umumnya penderita tumor paru akan memeriksakan dirinya setelah mengalami sejumlah gejala. Hal tersebut merupakan langkah yang tidak tepat dan sangat tidak dianjurkan.

Sebelum timbul gejala penyakit akibat tumor paru, tahapan penting dalam penanganannya melalui deteksi dini. Bahkan data menunjukan 97 persen harapan hidup pasien tumor paru sangat ditentukan oleh deteksi dini dan kemudian therapi teratur dengan langkah yang benar. Penyampaian pemahaman ini dikemukakandr. Maz Iza Ansyori Arsatt, Sp. BTKV (Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular)dalam webinar diskusi kesehatan, akhir pekan lalu bersama manajemen RS Siloam Mataram.

Dalam diskusi itu, Ansyori turut mengemukakan penyebab tumor paru melalui kebiasaan merokok termasuk mengkonsumsi tembakau. "Kebiasaan merokok, baik itu dengan tembakau atau alat Vape merupakan penyebab tumor paru hingga 80 persen. Sisanya 20 persen penyebab tumor paru didapat dari pasien pasif, yaitu orang yang terpapar asap rokok, termasuk pada anak dan bayi," ungkap Ansyori. Hentikan kebiasaan merokok menjadi sebuah kalimat underline yang disampaikan berulang ulang dari dr. Ansyori pada kesempatan diskusi online tersebut.

Adapun mengenai topik deteksi dini sebagai langkah utama mencegah timbulnya tumor paru, dapat dilakukan dengan Annual cek up foto Rontgen dengan mengunakan LDCT (low dot ct scan) yang terbukti ber radioaktif rendah. "Fasilitas Radiologi dimiliki oleh Siloam Hospitals Group, termasuk RS Siloam Mataram," ungkap Ansyori. Dokter Spesialis paru di RS Siloam Mataram ini yang juga dosen ahli di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram turut menerangkan beberapa hal yang akan gejala tumor paru (Lung Cancer), yaitu batuk berkelanjutan hingga kronis, batuk darah dan sesak napas (nyeri dada) termasuk sakit kepala yang berkelanjutan.

"Gejala gejala ini disebabkan minimnya deteksi dini. Bahkan gejala ringan yang sangat mungkin menyertai seperti kehilangan selera makan, sakit pada tulang dan sendi serta menurunnya berat badan dapat pula sebagai faktor adanya tumor di paru," katanya. "Karena itu saya ingatkan sekali lagi pentingnya deteksi dini dan berhentilah merokok."

Load More Related Articles
Load More In Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ada Serangga 12 Makanan & Minuman yang Jarang Diketahui Padahal Berkhasiat Tinggi bagi Tubuh

Pakar kesehatan sering merekomendasikan makanan seperti sayuran hijau sebagai pensuplai nu…