Home Travel Pelayanan Bandara Ngurah Rai Belum Bisa Kembali Seperti Sediakala saat Pandemi Corona

Pelayanan Bandara Ngurah Rai Belum Bisa Kembali Seperti Sediakala saat Pandemi Corona

6 min read
0
0
1

Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mulai dibuka guna melayani penerbangan. Meski telah kembali dibuka, Bandara satu satunya di Bali ini belum melayani penumpang seperti sediakala sebelum adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid 19). Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Bali, DewaMadeIndra mengatakan, dibukanya jalur penerbangan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena adanya kebijakan pelonggaran transportasi.

Kebijakan itu diambil oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di daerah tidak bisa menolak. Dewa Indra menuturkan, di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, kebijakan tidak boleh bersebrangan dengan pemerintah pusat. Hal itu guna menjaga harmonisasi hubungan antara Pemprov Bali dengan pemerintah pusat di Jakarta.

"Kita tetap merespon kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat, tetapi tentu saja respon yang kita ambil tidak dengan penolakan," kata Dewa Indra saat konferensi pers melalui virtual di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Senin (18/5/2020) petang. Layanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai belum seperti sediakala karena masih melayani kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari luar negeri. Para PMI yang pulang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu terdapat di dua jalur, yakni direct flight dari negara penempatan dan penerbangan domestik dari DKI Jakarta.

Bagi PMI yang melalui penerbangan domestik karena mereka diantar oleh perusahannya hanya sampai di ibukota. Dari jakarta mereka diambil oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di tingkat dan sebelum dipulangkan mereka telah menjalani dirapid test hingga test swab. "Nah ini mereka datang di BandaraNgurahRai sudah membawa hasil (tes) itu," kata Dewa Indra yang juga sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.

Selain PMI, mereka yang datang ke Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga para pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Mereka juga melakukan perjalanan dari Jakarta dan sudah mendapatkan arahan tegas dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di tingkat nasional. Dewa Indra menegaskan, yang bahwa yang boleh menjadi PPDN yakni mereka yang melaksanakan tugas kedinasan, baik untuk melakukan penanganan Covid 19, pertahanan keamanan hingga untuk suplai logistik.

Mereka diijinkan sebagai PPDN dengan persyaratan yang ketat yakni harus menujukkan hasil rapid test atau test PCR negatif yang berlaku tujuh hari sedari mereka mencari surat tersebut. "Dengan demikian mereka yang datang ke Bali ini yang sudah membawa itu, rapid tes atau test PCR," kata mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu. Di sisi lain, Dewa Indra mengatakan ada pula PMI yang pulang melalui jalan darat menggunakan bus dan masuk ke Bali dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

Meski pulang memakai bus, mereka telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik karena sudah berada dibawah koordanasi dan penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di tingkat nasional. Di dalam bus itu, jelas Dewa Indra, hanya diisi 50 persen dari kapasitasnya. Semua yang naik bus sudah mengantonginya hasil swab atau rapid test. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk mereka dikawal yang oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Bali hingga sampai di tempat karantina yang berada di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Di sana mereka tetap didata untuk selanjutnya diditribusikan ke kabupaten kota. "Jadi jalan jalan manapun yang diambil oleh PMI dalam rangka repatriasi ini kami tangani dengan baik untuk memastikan tidak ada satupun PMI yang positif ada di tengah tengah masyarakat. Jadi mereka harus sembuh dulu baru bisa di tengah tengah masyarakat. Itu upaya yang kita lakukan," kata Dewa Indra. (*)

Load More Related Articles
Load More In Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

5 Kota Ini Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia

Sepeda sempat menjadi tren di Indonesia saat pembatasan perjalanan karena Covid 19. Kebias…