Home Metropolitan Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Mengaku Tobat & Menyesal

Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Mengaku Tobat & Menyesal

5 min read
0
0
3

Pelaku dua anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) sempat melarikan diri hingga Depok, Jawa Barat. Pria berinisial HA (30) yang sempat mengaku sebagai Betawi itu bersembunyi di sebuah padepokan. "Pelaku bersembunyi di Padepokan Mojoagung. Di sana dia mengaku untuk tobat dan menenangkan diri," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama saat merilis kasus ini, Kamis (12/12/2019) malam.

Pada akhirnya, polisi berhasil menemukan tempat persembunyian pelaku. "Alhamdulillah sore (kemarin) jam 15.00, kami berhasil menangkap pelaku di daerah Sawangan, Depok," jelas Bastoni. Menurut Bastoni, pelaku tidak menyangka bahwa korbannya adalah anggota NU.

Awalnya, ketika bersenggolan motor di jalan, pelaku berinisial HA mengira dua anggota adalah Tentara. "Pakaiannya loreng, dikiranya tentara. Pelaku sempat takut. Tapi saat lihat (bukan tentara), dia jadi berani. Makanya dia melakukan itu," kata Bastoni. Pelaku mempersekusi dua anggota bermula ketika motor mereka bersenggolan di Lebak Bulus, Cilandak, Selasa (10/12/2019).

"Pelaku merasa kesal dan membuntuti sampai ke TKP (Pondok Pinang)," ujar Bastoni. "Kemudian pelaku mengintimidasi dan mengancam dengan kata kata yang tidak perlu," tambahnya. Bastoni memastikan HA tidak tergabung dalam kelompok atau organisasi masyarakat (ormas) tertentu.

HA dijerat Pasal 310, 311, dan 335 tentang penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan, dan UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Pelaku persekusi di hadapan media dan polisi mengaku khilaf atas tindakannya. "Saya mohon maaf kepada masyarakat semua atas tindakan saya. Saya menyesali kehillafan itu karena emosi," kata HA.

Dengan mata berkaca kaca, HA khususnya meminta maaf kepada masyarakat NU dan ulama. Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat GP Ansor, Saiful Rahmat Dasuki, menjelaskan kejadian itu berawal ketika dua anggota Banser hendak menghadiri acara Maulid di Cipadu, Tangerang Selatan. Keduanya, yakni Eko dan Wildan, berangkat dari Depok dengan melewati Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

"Mereka berangkat dengan sukarela ke daerah Tangerang Selatan, dan melintas di daerah Pondok Pinang," kata Saiful saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Rabu (11/12/2019). Ketika melintas di Jalan Ciputat Raya itu lah mereka dibuntuti oleh pelaku persekusi. Eko dan Wildan yang berbocengan kemudian disetop oleh pelaku.

"Lagi jalan, dipepet, terus disalip gitu. Langsung berhenti," pungkasnya. Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat GP Ansor, Saaiful Rahmat Dasuki, menjelaskan kejadian itu berawal ketika dua anggota hendak menghadiri acara Maulid di Cipadu, Tangerang Selatan. Keduanya, yakni Eko dan Wildan, berangkat dari Depok dengan melewati Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

"Mereka berangkat dengan sukarela ke daerah Tangerang Selatan, dan melintas di daerah Pondok Pinang," kata Saiful saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Rabu (11/12/2019). Ketika melintas di Jalan Ciputat Raya itu lah mereka dibuntuti oleh pelaku . Eko dan Wildan yang berbocengan kemudian disetop oleh pelaku.

"Lagi jalan, dipepet, terus disalip gitu. Langsung berhenti," jelas Saiful. Tanpa berlama lama, pelaku langsung mengintimidasi dua anggota . Sambil melakukan intimidasi, pelaku merekam pembicaraan lewat ponselnya.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…