Home Internasional Pandemi Covid-19 Bagaimana Cara China Lakukan Tes terhadap Jutaan Orang dalam 10 Hari

Pandemi Covid-19 Bagaimana Cara China Lakukan Tes terhadap Jutaan Orang dalam 10 Hari

8 min read
0
0
1

Pandemi virus corona Covid 19 yang terus meluas ke seluruh dunia, diduga kuat berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Dalam menghadapi pandemi ini, pihak otoritas China melakukan tes massal. Mengutip laman , otoritas kesehatan Kota Wuhan, China mengklaim telah melakukan tes Covid 19 terhadap 1,47 juta orang pada hari Jumat saja, pekan lalu.

Sebanyak satu juta tes telah dilakukan pada hari sebelumnya, sebagai bagian dari upaya testing terhadap seluruh penduduk Kota Wuhan yang jumlahnya 11 juta orang. Pada Senin (25/5/2020) kemarin, otoritas Wuhan mengatakan pihaknya telah berhasil melakukan tes Covid 19 terhadap 9 juta orang dalam waktu 10 hari. Menurut Yang Zhanqiu, Direktur Jurusan Biologi di Wuhan University mengatakan, Kota Wuhan memperluas skala tes massal pada bulan April lalu dan menargetkan jumlah yang tinggi.

Kemudian, Wuhan juga berfokus pada carrier (pembawa) Covid 19 tanpa gejala. Sehingga, tes massal ditargetkan terhadap kesemua 11 juta penduduk yang tinggal di Wuhan. Konsep tes massal ini muncul setelah otoritas setempat mengonfirmasi adanya kluster infeksi Covid 19 pertama pada 9 10 Mei 2020 lalu setelah pencabutan lockdown Kota Wuhan pada 8 April 2020.

"Ini merupakan investigasi epidemiologis yang esensial untuk menentukan situasi saat ini," kata Yang. Pihak berwenang setempat memasang setidaknya 231 booth testing yang tersebar di berbagai titik di Kota Wuhan. Kemudian, mereka menyisir area area seperti konstruksi bangunan atau pasar di mana orang orangnya belum dites.

Beberapa penduduk Wuhan dilaporkan merasa khawatir jika harus mengantre untuk dites. Sebab, antrean panjang seperti itu malah berisiko menularkan virus. Bagi sebagian populasi penduduk yang tidak mampu menjangkau pusat tes, seperti kaum lansia, otoritas setempat akan berkunjung dari rumah ke rumah.

Untuk bisa melakukan tes dalam waktu cepat, otoritas kesehatan dilaporkan menggunakan suatu metode yang disebut ' batch ' atau ' pool ' testing . Yakni, dengan mengombinasikan sampel dari 10 orang atau kurang dari itu dan melakukan satu tes. Jika hasil tesnya positif, semua sampel akan dites secara individu.

Menurut Profesor Cheng dari Alfred Health, " pooling atau mengumpulkan spesimen merupakan strategi yang valid, tetapi ukuran pool yang optimal bergantung pada seberapa sering munculnya hasil positif jika kemunculannya jarang, maka pooling 10 kali atau lebih bisa menjadi sumber daya yang efisien." "Namun, jika ada 5 hingga 10 persen hasil positif, maka kamu hanya akan bisa melakukan lebih sedikit pool, kecuali kalau memang ingin melakukan pengetesan kembali terhadap lebih banyak spesimen individu," lanjutnya. Dalam rentang waktu antara 14 hingga 23 Mei 2020, otoritas Kota Wuhan telah melakukan tes terhadap 6,6 juta orang.

Dari tes tersebut, ditemukan 189 kasus tanpa gejala, menurut Health Times. Hasil tes dapat diketahui para penduduk Kota Wuhan tiga hari setelah melakukan tes. Biasanya, hasil tes disampaikan lewat platform media sosial WeChat.

Kampanye tes massal ini pun terbilang mahal. Otoritas kesehatan Kota Wuhan mengatakan setidaknya dana sebesar 1 miliar yuan atau setara Rp2,06 triliun telah dialokasikan untuk memastikan tes ini dapat mencakup semua penduduknya. "Sangat ambisius, tapi jika ada orang yang bisa melakukannya, mereka dapat melakukannya di Wuhan," kata Marylouise McLaws, seorang profesor penyakit menular di UNSW sekaligus anggota panel penasehat Covid 19 di WHO.

"Wuhan telah mencapai serangkaian tahap yang luar biasa dalam mengendalikan virus, maka mengambil sampel dari seluruh penduduk kota bakal jadi hal yang mudah bagi mereka," lanjut McLaws. Pada Sabtu (24/5/2020) lalu, China melaporkan nol kasus terkonfirmasi baru untuk pertama kalinya sejak pandemi bermula pada Januari 2020. Menurut Profesor Chen Xi dari School of Public Health Yale University, China memiliki populasi penduduk yang lebih padat ketimbang negara negara Barat.

Sehingga, community transmission atau penularan lokal harus diperhatikan melalui pengetesan berskala besar. Kampanye tes massal Wuhan akan memainkan peran positif dalam mencegah terulangnya kembali epidemi Covid 19 di kota tersebut, kata Chen Xi. Sementara itu, Yang Zhanqiu menambahkan, tes yang dilakukan secara menyeluruh di Wuhan membuat para penduduk merasa lebih yakin dan nyaman.

Serta mempercepat proses kembalinya para penduduk ke dunia kerja dan sekolah. Namun, ada pihak yang meragukan soal pengujian massal ini. Menurut Wu Zunyou, seorang ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, negara China tidak memerlukan penyaringan ( screening ) dan pengujian ( testing ) skala besar.

Wu mengatakan, dia percaya medan perang utamanya adalah hanyalah kelompok kelompok orang dan komunitas rentan tertentu, bukan masyarakat luas. "Menguji setiap orang memang terdengar seperti ide yang bagus, tetapi sangat sulit dilakukan. Bahkan uji coba terhadap 100.000 orang di Victoria benar benar membuat laboratorium kewalahan, dan ada risiko munculnya hasil positif palsu ( false positives )," kata Profesor Cheng dari Alfred Health. "Hasil positif palsu tidak terlalu umum, tetapi jika tidak ada orang yang terinfeksi, setiap hasil tes positif akan menjadi positif palsu," lanjutnya.

"Selain itu, dibutuhkan pekerjaan yang berat untuk mengumpulkan spesimen mungkin itu bukan masalah di China dan ada risiko kesalahan yang muncul dengan adanya sejumlah langkah tambahan," katanya. Meski demikian, Profesor McLaws tetap mengatakan pengujian massal tidaklah sia sia. Sebab, akan memberikan "begitu banyak informasi ilmiah yang sangat kaya".

"Itu akan menjawab beragam banyak pertanyaan," katanya.

Load More Related Articles
Load More In Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Donald Trump Tantang Joe Biden Lakukan Tes Narkoba Jelang Debat Pemilu AS 2020

Presiden AS Donald Trump menantang rivalnya, Joe Biden untuk menjalani tes narkoba menjela…