Home Metropolitan Mucikari Masukkan Pil Perawan menuju Alat Vital Perempuan Kelabui Pria Hidung Belang

Mucikari Masukkan Pil Perawan menuju Alat Vital Perempuan Kelabui Pria Hidung Belang

7 min read
0
0
8

Mucikari tawarkan cewekperawanpalsu lewatFacebook,WhatsApp,Instagram.Rata rata gadis desa dipekerjakan sebagai pemuas nafsu. Mucikari memberikan kapsulperawanagar korban seolah olah masih "tersegel", padahal tidak demikian. Praktikprostitusionlinebertarif jutaan rupiah di KabupatenBogor,JawaBaratakhirnya terungkap.

Polisi telah menetapkan 2 tersangka, seorang perempuan berinisial Y alias M (28) dan seorang lagi berjenis kelamin laki laki dengan inisial GG alias A (29). Untuk memuluskan praktik ilegalnya, kedua tersangka menawarkangadis gadis yang masihperawan. Guna mengelabui para pria "hidung belang" yang terjerat, pelaku memaksa para korban dengan menggunakan kapsul keperawanan. "

Iya ada mereknya, kita tahu sejenis jamu dalam bentuk kapsul biasanya satu jam sebelum berhubungan itu dimasukkan ke dalam kemaluan korban. Setelah main kelihatan darah (perawan) untuk mengelabui konsumennya," ucap KapolresBogorAKBP Muhammad Joni, kepadaKompas.com,Kamis (24/10/2019). AKBP Muhammad Joni menambahkan, dengan kapsul tersebut, para tersangka mampumeraup keuntungan berlipat ganda. Pasalnya, tarif untuk setiap kali transaksi bisa mencapai belasan juta rupiah.

"Setelah diterima uang DP maka dibawalah korban di dalam kamar hotel untuk sisanya diberikan nanti setelah selesai karena iniperawan. Jatah mami Rp 3 juta dan Rp 17 juta itu jatahgadisyang dieksploitasi tadi," ucap AKBP Muhammad Joni. Para pelaku pun secara terang terangan menawarkan para korban melalui media sosial, antara lainFacebook,Instagram, hinggaWhatsApp. "Jadi, tidak ada modus yang ditutupi makanya terlacak oleh kepolisian untuk itu kami ungkap bagaimana transaksi mereka, bahkan sampai wilayah Kalimantan pesannya," kata dia menyambung.

Seperti diketahui, Y dan GG sebagai mucikari ditangkap pada Selasa (15/10/2019) pukul 19.40 WIB di salah satu hotel diSentul, Kecamatan Babakan Madang, KabupatenBogor. Berdasar hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, diduga kedua tersangka telah memperkerjakangadiskorban prostitusi sebanyak 25 orang. Dugaan ini berdasar jejak digital di media sosial tempat para tersangka menawarkan para korban ke pria hidung belang, antara lain dari transaksi dan percakapan di media sosial sepertiFacebook,Instagram, WeChat hinggaWhatsApp.

Usianya para korban bervariasi, antara 18 20 tahun. Kasus prostitusi online ini sudah berlangsung setahun dan melibatkan sejumlah perempuan dari lintas provinsi. Para mucikari juga mengincargadis gadis desa diBogoryang membutuhkan uang.

Untuk memuluskan aksi, mucikari mencantumkan nomorWhatsAppdi jejaring media sosial. Jika ada pelanggan yang menggunakan jasa mereka, mucikari meminta DP Rp 3 juta. Setelah dibayar, sang mucikari akan mengarahkan ke hotel yang telah disepakati.

Sisa bayaran akan diberikan kepada perempuan yang dikencani. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait pengungkapan kasus tersebut. Menurut AKBP Muhammad Joni, untuk sementara polisi mengamankan satu orang wargaBogorberinisial KO (20).

"Korbannya wargaBogorinisial KO, dan untuk pelaku (mucikari) inisial Y ini juga profesinya sebagai PSK yang akhirnya ikut jadi mamih juga," ujar AKBP Muhammad Joni. Atas perbuatannya, Y dan GG dijerat dengan Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Secara terpisah, Kasat Reskrim PolresBogor, AKP Benny Cahyadi mengatakan, sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap jumlah korban.

Polisi masih fokus dalam hal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). "Ini masih kami selidiki (obat) dan kami juga masih fokus terkait TPPO nya dulu," ujar dia. Salah satugadiskorban prostitusi, KO, mengaku disuruh menggunakan obat kapsul keperawanan untuk mengelabui konsumennya.

Sedikitnya sudah 3 kali KO menggunakan obat tersebut. "Korbannya wargaBogordan macam macam ada yang 18 ada 20 tahun dan dia (KO) sudah melakukan hal (obat) itu sebanyak 3 kali," kata AKBP Muhammad Joni,Kamis (24/10/2019). KO menggunakan obat berbentuk kapsul berwarna merah yang kemudian dimasukkan ke dalam kemaluannya satu jam sebelum berhubungan.

"Nah, nanti setelah satu jam baru dikeluarkan yang seolah olah akan kelihatan darah (perawan) akhirnya konsumen yakin kalau ituperawan," ujarAKBP Muhammad Joni. •Pembunuhan PNS Dicor Semen karena Utang Bisnis Jual Beli Mobil, Tersangka Pakai Uang Buat Foya foya Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) PolresBogorSilfi Adi Putri membenarkan, obat tersebut dimasukkan ke dalam alat vital korban.

Mereka mengakalinya dengan membeli obat kapsul itu di toko obat diBogor. "Bentuknya pil dimasukan ke dalam vagina dan dibeli (toko obat)," kata dia singkat.(

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…