Home Otomotif Mobil Esemka Akan Segera Diluncurkan Presiden Jokowi, Begini Awal Cerita Sukiyat dan Siswa SMK Ini

Mobil Esemka Akan Segera Diluncurkan Presiden Jokowi, Begini Awal Cerita Sukiyat dan Siswa SMK Ini

11 min read
0
0
5

Mobil Esemka yang dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trucuk akhirnya hari ini diluncurkan Presiden Joko Widodo, begini awal ceritanya. MobilEsemkayang sempat menuai polemik akhirnya siap diluncurkan, Jumat (16/9/2019). Proses peluncuran mobil yang diproduksi oleh PT Solo Manufuktur Kreasi (Esemka) itu dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Diberitakan Kompas.com, Kamis (5/9/2019), mobil karya anak bangsa itu akan dijual dengan kisaran harga tak lebih dari Rp 150 juta. Untuk tahap awal Esemka akan fokus pada produksi kendaraan niaga ringan alias pikap karena memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Esemka, yakni menggerakan perekonomian daerah daerah, khususnya wilayah pinggiran. Bima 1.2 dan 1.3 yang sama sama menggunakan mesin bensin akan menjadi model pertama yang dilepas ke pasar.

Mobil Esemkaawalnya merupakan karya para siswa Jurusan otomotif Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Mobil tersebut menjadi perbincangan publik sejak digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta yang saat itu masih dijabat olehJokowidan Hadi Rudyatmo. Jokowi dan Rudy menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai mobil dinas hanya berlangsung dua hari dan setelah itu dikandangkan karena kelengkapan surat suratnya belum ada.

Para murid SMK itu membuat mobil di bawah bimbingan Sukiyat, Pemilik Bengkel Kiat di Klaten. Sukiyat tidak pernah bermimpi untuk membuat mobil. Ia hanya ingin membantu para siswa Jurusan Otomotif itu untuk melakukan praktik membuat bodi mobil.

Ia mengajari para siswa menggunakan mobil Toyota Crown yang kemudian dibongkar. Lalu, para siswa diajari membuat badan mobil secara manual. Karena hanya berniat mengajari siswa membuat badan mobil, maka mesin yang digunakan pun sudah jadi.

Uniknya, meski aslinya mobil itu sedan, dia mengarahkan siswa untuk membuat bodi Toyota Land Cruiser. Sedan itu pun berubah menjadi mobil sport utility vehicle (SUV). Tahun 2012, Sukiyat pun dipertemukan dengan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Sutrisno yang tertarik dengan kemampuan Sukiyat dalam suatu acara di Bayat, Klaten.

Dari perjumpaan inilah, bengkel mobil milik Sukiyat menjadi mitra perusahaan dalam program perakitan mobil oleh siswa SMK, yang telah dimulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa tahun sebelumnya. SMK SMK pun mengirimkan siswa mereka ke Kiat Motor di Ceper, Klaten, untuk belajar membuat bodi mobil, termasuk bagian interior dan eksterior mobil, serta rangkanya. Setelah berhasil mengajari siswa membuat miniatur menyerupai badan Toyota Hardtop, ia lantas didampinginya membuat bodi mobil prototipe yang belakangan dinamakan Kiat Esemka.

Untuk desain bodi mobil, Sukiyat terinspirasi bentuk Toyota Land Cruiser Prado dan Ford Everest dengan mesin mobil menggunakan hasil rakitan sisw. Sebagian besar komponen juga dibuat siswa bersama mitra industri. Sebelumnya, muncul rumor Mobil Esemka merupakan rebadge dari mobil China. Namun,kabar tersebut dibantah olehPresiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi, Eddy Wirajaya. Ia mengatakan pabrik Esemka sendiri sudah memiliki ragam fasilitas untuk memproduksi mobil.

Rumor itu muncul karena beberapa model Esemka yang dari segi desain dan bentuk serupa dengan mobil mobil asal China. Rencana, Esemka akan diluncurkan, Jumat (6/9/2019). Peluncuran tersebut sekaligus memperkenalkan fasilitas produksi dari pabriknya yang berada di Jalan Raya Demangan KM 3.5 Sambi Boyolali, Jawa Tengah. Proses peluncurannya dijadwalkan akan langsung dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Perdana MenteriMalaysia,Mahathir Mohamadsopiri PresidenIndonesiaJoko Widodo dengan mobil nasionalMalaysia,ProtonPersona ke acara makan siang yang ia selenggarakan di Seri Perdana, kediaman resmiperdana menteripada hari Jumat (8/8/2019). Dikutip dari The Star, kedua pemimpin itu berkendara menggunakan mobilProtondari Gedung Perdana Putra di mana mereka mengadakan pertemuan empat mata. Jokowi, tiba diMalaysiapada Kamis (8/8/2019) untuk kunjungan dua hari.

Ia ditemani oleh sang istri, Iriana Joko Widodo, dan rombongan. Mahathir mengendarai mobil Proton Persona merah dengan nomor registrasi B 2367 A, yang diikuti oleh kendaraan lain yang membawa anggota rombongan Indonesia. Ini adalah kedua kalinya Jokowi disopiri Mahathir dalam mobil Proton.

Pada Februari 2015 lalu, Mahathir juga sempat mengajak Jokowi melakukan test drive dengan mobil Proton di sirkuit balap Sepang. Kala itu, Mahathir belum menjabat sebagai Perdana Menteri, namun ia adalah ketua Proton saat itu. Tak mau kalah dengan Malaysia, Jokowi sempat membanggakan mobil Esemka yang digadang gadang akan jadi proyek mobil nasional Indonesia.

Sehingga tak jarang banyak orang yang mempertanyakan keberadaan produksi mobil Esemka. Dikutip dari Kompas, lama tak ada kabar, ternyata pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi alias Esemka yang berada di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah, sudah mulai memproduksi mobil. Hal ini dibuktikan oleh liputan eksklusif yang dibuat produser Fitri Oktarini dari KompasTV bersama tim dalam program Cerita Indonesia, Jumat (29/3/2019) petang.

Tayangan tersebut memperlihatkan hampir seluruh proses produksi mobil, mulai dari merangkai mesin, sasis, sampai tenaga kerjanya yang rata rata diisi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Program ini pun dibuat untuk menjawab beragam hoaks yang mengatakan Esemka itu fiktif. Dalam program tersebut terlihat rata rata mobil yang diproduksi berjenis pikap sama dengan yang beberapa bulan lalu Kompas.com lihat saat bertandang ke sana.

Selain perakitan, pabrik Esemka pun memiliki fasilitas tes jalan untuk menguji kendaraan yang selesai diproduksi. Pada kesempatan tersebut, Manajer Produksi PT Solo Manufaktur Kreasi Dias Iskandar Saputra mengatakan, pabrik Esemka terbagi dalam beberapa bagian untuk proses produksi dan dua perakitan jenis mesin, yakni diesel dan bensin. "Di pabrik ini kami ada diesel line, gasoline line, monocoque line, lalu nanti yang akan datang itu ada welding dan body painting. Untuk diesel difungsikan merakit mesin diesel 1.8 L, 2.5L, dan 2.7L, untuk yang bensin itu untuk kapasitas 1.2 (liter) dan 1.3 (liter)," ucap Dias.

Menurut Dias, dari kapasitas produksi, pabrik Esemka mampu menghasilkan 40 mobil per hari. Produksi saat ini pun dilakukan pada dua model prototipe, yakni jenis pikap 1.200 cc dan 1.300 cc, dengan kandungan komponen lokal yang diklaim mencapai 60 persen. Kedua model kendaraan niaga ringan tersebut diketahui bernama Bima yang dulu sudah pernah melakukan uji tipe di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), bahkan sudah mengantongi Surat Uji Tipe (SUT).

Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama Humas PT Solo Manufaktur Kreasi Sabar Budhi ikut menjelaskan, untuk Bima 1.2 dan 1.3 nanti akan dipasarkan di pedesaan sebagai kendaraan niaga, bahkan diklaim sudah mengantongi izin produksi massal dan sudah lulus emisi. "Pengelola investasi kami pihak swasta murni, tapi kami juga mendapat dukungan dari pemerintah, seperti dari segi legalitas dan perizinan. Target ke depan kami ingin menjadi perusahaan yang dapat menjadi wadah bagi lulusan SMK dan universitas politeknik diIndonesia," ucap Budhi.(*)

Load More Related Articles
Load More In Otomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Nissan Kicks e-POWER Diluncurkan di Indonesia Pada 2 September Catat

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan meluncurkan mobil terbaru mereka, Nissan Kicks e POWE…