Home Nasional Minta Dipertemukan Sampai Datangi Kantor Polisi Balasan Nus Kei Setelah Diserang Anak Buah John Kei

Minta Dipertemukan Sampai Datangi Kantor Polisi Balasan Nus Kei Setelah Diserang Anak Buah John Kei

19 min read
0
0
2

Siapa sebenarnya Nus Kei ? Orang yang dicari anak buah John Kei sampai di dua tempat. Nus Kei menjadi target utama dari penyerangan yang dilakukan kelompok John Kei di Green Lake City, Cipondoh, Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020). Diungkap polisi, Nus Kei dicari kelompok John Kei karena masalah pembagian hasil jual tanah.

Nus Kei merupakan paman dari John Kei. Dari penelusuran juga diketahui Nus Kei pernah menjenguk John Kei di rumah sakit sewaktu masih ditahan. Saat itu, John Kei yang telah ditangkap polisi karena kasus pembunuhan dirawat di Rumah Sakit Polri, Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.

John Kei dirawat karena mengalami infeksi pada kaki kanannya, bukan karena meningkatnya gula darah. Nah, Nus Kei ingin menjenguk dan melihat langsung sang keponakan yang dirawat di ruang ICU. Namun, ia hanya bisa berkomunikasi lewat kaca yang ditutupi gorden dan kertas koran.

Hal ini dilakukan lantaran dihalangi pihak kepolisian yang berjaga. Percakapan pun terjadi, Nus berbincang dengan John mengunakan Bahasa Kei. "Saya tanya keadaannya, dia (John) jawab baik," ujar Nus menceritakan inti perbincangannya, Minggu (19/2/2012).

Lewat sudut kamar yang tertutup rapat gorden berwarna cokelat, jendela bagian atasnya pun ditutupi koran, Nus berkomunikasi. Nus saat itu berteriak teriak menyebut nama John. Mendengar suara Nus, John langsung mengacungkan jempol tangannya tanda dia dalam keadaan yang baik.

"Buka saja sedikit, kita kan mau tahu keadaan Bung John," pinta Nus saat mencoba berkomunikasi dengan seseorang dari balik kamar tempat di mana John Kei terbaring. Dia yang bersama rekannya datang untuk menjenguk, ditolak pihak kepolisian yang berjaga dengan membawa senjata laras panjang. Dia pun mencari cara agar bisa mengetahui kondisi terakhir sang keponakan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, menjelaskan Nus Kei dan John Kei bersaudara dan satu marga Kei. "John Kei dan Nus Kei masih keluarga. Peristiwa ini dilandasi masalah pribadi," ungkap Nana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020). Mengendarai mobil hitam mengenakan kemeja rapih berwarna biru, Nus Kei bergegas menuju Polda Metro Jaya dari Cluster Australia, Selasa (23/6/2020) siang.

Saat ditemui sekilas, Nus Kei lebih memilih untuk berdamai dengan keluarganya, John Kei yang menjadi tahanan Polda Metro Jaya. Kata dia, alasannya simpel, karena ia merasa masih satu keluarga dengan John Kei. "Ya kalau memang dipertemukan kenapa tidak, kami ini keluarga. Kalau ditarik lurus itu masih satu keturunan. Kalau bisa kita berkumpul hidup damai," kata Nus Kei di Cluster Australia, Selasa (23/6/2020).

Nus Kei, mengatakan sampai saat ini belum bisa melakukan komunikasi dengan keponakannya itu. Menurutnya, permasalahan yang ada di pesan singkat WhatsApp antara keduanya adalah sebuah salah paham. "Kami bukan kelompok, kami ini keluarga. Memang ada komunikasi di WhatsApp tapi kan bukan mengancam," ucap Nus Kei.

"Yang jelas ini kan masalah lama yang sudah selesai. Cuma mungkin beliau tidak sabar untuk menanti di Ambon sana, ya seperti yang sudah dirilis Polda," sambung dia. Dilansir dari Youtube TV One Selasa (23/6/2020), menjelaskan hubungannya dengan John Kei. "Jadi gini, kan hubungan kami ini kan hubungan keluarga yang sangat dekat banget, jadi antara paman dan ponakan, saya adalah pamannya, dia adalah ponakan saya. Jadi memang saya nggak punya masalah sama beliau, mungkin saja dia yang punya masalah sama saya," kata Nus Kei saat diwawancara usai pemakaman rekannya.

Namun ia mengakui bahwa komunikasi antara dirinya dengan sang ponakan, John Kei, memang tidak terjalin dengan baik setelah John Kei bebes dari penjara. "Saya enggak pernah komunikasi sama beliau, beliau juga enggak pernah komunikasi sama saya, setelah beliau keluar dari Nusakambangan bulan Desember lalu," kata dia. Hingga akhirnya ia pun tak menyangkan John Kei nekat melakukan hal tersebut hingga membuat satu rekannya tewas.

Ia pun mengaku sudah sempat mencoba menghubungi John Kei melalui saudaranya. "Saya memang sudah beberapa kali mengutus teman teman, saudara saudara, keluarga masih satu kampung, untuk menghubungi beliau biar kami bisa bertemu, biar apa yang menjadi masalah kami ini bisa kami selesaikan bersama sama, saya punya niat itu, kemauan itu, itikad untuk melakukan itu," bebernya. Ia berharap kejadian itu menjadi peristiwa terakhir.

"Karena kan saya dalam posisi yang memang diserang toh, tapi saya enggak tahu lah seperti itu, tapi saya berharap ke depan jangan ada lagi seperti itu. Semoga kemarin itu jadi yang terakhir, kami kubur bersama sama dengan ponakan saya yang sekarang kami kuburkan ini. Semoga ke depan jangan terulang lagi," harapnya. Meski begitu, ia mengaku tak ingin membalas dendam atas apa yang telah dilakukan oleh keponakannya itu. "Komunikasi sudah dilakukan oleh beberapa keluarga, teman dan saudara kami yang memang dekat, tapi itulah ponakan saya ini mungkin, ya orang baru keluar dari dalam, ya kita juga musti maklum karena kelamaan di dalam. Makanya saya tetap menahan diri, saya tidak mau melakukan hal hal yang ponakan saya lakukan kemarin itu," jelasnya.

Hingga kemarin, Nus Kei mengaku belum mendapat kesempatan untuk bertemu dengan John Kei, namun ia berharap bisa dipertemukan oleh pihak kepolisian. "Saya berharap (bertemu) sih, karena saya posisikan diri sebagai orangtua, paman, itu yang akan saya lakukan itu. Kami orang Kei itu punya filsafat, kami ini satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, saya pikir suku lain tak punya filsafat seperti itu, tapi kami punya dan itu yang mengikat kami," urainya. Nus Kei pun berharap keponakannya itu bisa benar benar bertobat dan berubah jadi lebih baik lagi.

"Saya tetap selalu percaya, saya berdoa sama Tuhan, satu ketika dia akan berubah dan dia akan kembali ke jalan yang benar," harapnya. Apalagi sebelum keluar dari penjara pada Desember lalu, ia juga melihat beberapa wawancara John Kei dengan media soal tobatnya. "Kami waktu dia keluar kan semua orang berharap dia seperti itu (tobat), tapi ternyata sudah terjadi kemarin, makanya ke depan saya berdoa, kita semua yang ada di sini, berdoa meminta supaya ke depan jangan ada lagi terjadi seperti ini. Ini lah terakhir, karena ini membuat malu, membuat aib kami," jelasnya.

Ia pun menjamin kalau kejadian itu tak akan terulang lagi ke depannya. Hal itu dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis kasus ini, Senin (22/6/2020). "Antara John Kei dan Nus Kei dilandasi permasalahan pribadi terkait adanya ketidakpuasan pembagian uang hasil penjualan tanah," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Permasalahan tersebut tidak menemui penyelesaian hingga akhirnya terjadi aksi saling ancam. "Dengan dilandasi tidak adanya penyelesaian, mereka saling mengancam melalui HP," ujar Nana. Ia mengatakan, anak buah John Kei lebih dulu melakukan penganiayaan di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, sekitar pukul 11.30.

"Kelompok John Kei berjumlah lima sampai tujuh melakukan penganiayaan terhadap kelompok Nus Kei," kata Nana. Akibat penganiayaan tersebut, jelas Nana, satu orang meninggal dunia usai dibacok. Sedangkan, seorang anak buah Nus Kei lainnya mengalami putus jari tangan. "Korban ER meninggal dunia. Satu orang lain putus jari tangan, jari tangan putus berinisial AR," ujar dia.

Tak berselang lama setelah penganiayaan di Cengkareng, kelompok John Kei menuju perumahan Green Lake City di Cluster Australia. Nana menuturkan, lokasi yang dituju kelompok John Kei merupakan kediaman Nus Kei. Akan tetapi, saat itu Nus Kei sedang tidak berada di kediamannya. Hanya ada istri dan anak Nus Kei.

"Istri dan anak meninggalkan tempat, dan terjadi perusakan, pintu, ruang tamu dan kamar dilakukan 15 orang. Selain itu mereka juga merusak dua mobil milik Nus Kei," terang Nana. Lantaran tidak menemukan orang yang dicari, kelompok John Kei meninggalkan lokasi. "Mereka secara brutal merusak gerbang perumahan tersebut," tutur Nana.

Dari video yang beredar, atas penyerangan tersebut warga sekitar ikut menjadi panik. Sedangkan Nus Kei tak ada di rumah saat kejadian. Hanya ada istrinya, Reni serta dua anaknya, Anggi dan Tio.

Tetangga Nus Kei, Bertty Buseke menceritakan saat itu mereka mendengar teriakan dari rumah Nus Kei. Bertty menduga anak Nus Kei yang berteriak. "Di dalam infonya cuma ada dua anaknya, satu laki, satu perempuan sama ibunya aja," kata Bertty.

Bertty mengatakan ketika penyerangan istri dan anak Nus Kei selamat. Ketiganya, kata Bertty, lari ke lantai dua rumah Nus Kei untuk menyelamatkan diri. "Mereka engga berhasil bawa kabur keluarganya karena keluarga naik ke atas. Baliknya hantam pagar perumahan, satpam satu didorong pakai mobil sampai luka luka," jelas Bertty.

Kata Bertty, kejadian mengerikan itu terjadi sangat cepat. "Itu jam 1 siang dan cepet banget kejadiannya, Proses penyerangan cepet enggak lama. Karena cuma mau nyari orangnya (Nus Kei) tapi engga ketemu soalnya sudah naik ke rumah sebelah," bebernya. Warga yang enggan disebutkan namanya itu menjelasan, penyerangan anak buah John Kei itu membuat kaca rumah Nus Kei menjadi pecah.

Selain itu, anak anak Nus Kei harus melompat ke rumah warga lainnya untuk menyelamatkan diri. "Penyerangan itu, rumah dipecahin, kaca ya. Terus anak anaknya (anak Nus Kei, red) sampai lompat (pagar) ke rumah rumah, turun ke sebelah untuk kabur karena mau ditembak," ujar saksi dilansir dar video Kompas Tv pada Selasa (23/6). Saksi itu menuturkan, anak buah John Kei menyerang area cluster Australia karena mencari keberadaan Nus Kei.

Lebih lanjut, disebutkan anak buah John Kei itu mengendarai tiga mobil saat mendatangi rumah Nus Kei. "Di mobil itu menurut anaknya, anaknya Nus Kei ya, itu ada sekitar penuh lah. Tiga mobil penuh, memang niat untuk menyerang," beber saksi. Saat menyerang kawasan Green Lake City, anak buah John Kei tak segan melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali, merusak gerbang perumahan, dan mengacak acak rumah Nus Kei.

Akibatnya, satu orang sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki. Sementara itu, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membenarkan, penganiayaan dua orang di Duri Kosambi diduga dilakukan oleh kelompok John Kei.

Dari pemeriksaan hape para pelaku, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga menemukan adanya pembunuhan berencana John Kei terhadap Nus Kei. Dua orang yang disasar John Kei untuk dihabisi adalah Nus Kei dan ER, yang belakangan tewas setelah mendapat loka bacok di Kosambi. "Didapati perintah saudara John Kei kepada anggotanya. Indikatornya adanya perencanaan pembunuhan terhadap saudara NK dan ER atau YDR," Nana menjelaskan.

Di sana anggota John Kei yang ditugasi memiliki peran berbeda, namun rinciannya masih didalami oleh penyidik Ditreskrimum. Alhasil sebelum menggeruduk rumah Nus Kei, mereka terlebih dahulu membunuh salah satu anggota Nus Kei di Cengkareng, Jakarta Barat. "Tadi saya sampaikan ada pasal permufakatan jahat dan ini memang berawal didapatkan dari hasil kita melakukan atau membuka handphone nya daripada pelaku. Di mana didapatkan ada perintah dari saudara John Kei kepada anggotanya," tegas Nana.

Mengetahui dirinya jadi target pembunuhan, Nus Kei rupanya ada dalam keadaan sehat. Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat. "(Nus Kei) sudah dipanggil, sudah dari awal," kata Tubagus di Polda Metro Jaya.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …