Home Travel Kuliner Di Jalur Mudik Pantura Rute Semarang Salatiga Solo Ngawi

Kuliner Di Jalur Mudik Pantura Rute Semarang Salatiga Solo Ngawi

5 min read
0
0
8

Rekomendasi kuliner mudik di jalur Pantura dengan rute Semarang Salatiga Solo Ngawi yang bisa kamu coba. Beragam kuliner yang bisa kamu coba untuk dicicipi seperti Sate dan Gule Kambing 29 di Semarang, Wedang Ronde Jago di Salatiga dan Tepo Tahu Mbah Nem di Ngawi. Dilansir dari press rilis Dinas Perhubungan (Dishub) berikut rekomendasi kuliner mudik Jalur Pantura rute Semarang Salatiga Solo Ngawi.

Restoran legendaris ini sudah buka sejak tahun 1945 di kota Semarang. Aneka olahan daging kambing seperti sate, gule, dan sumsum menjadi menu utama rumah makan yang selalu ramai pengunjung ini. Kuliner Sate dan Gule Kambing 29 terletak di Jalan Letjen Suprapto No 29, Purwodinatan, Semarang Tengah, Kota Semarang.

Menu mangut belut adalah menu idola di Warung Nasimah. Cita rasa yang pas dengan adonan bumbu mangut belut menjadi primadona di antara menu yang lain. Untuk bisa menyantap manyung belut ini, pengunjung merogoh kocek Rp 15 ribu/porsi. Biasanya perporsi berisi 6 potong belut berukuran sekitar 5 cm.

Welut Goreng ini bisa kamu temukan di kedai Mangut Welut yang berada di Jalan Kyai Saleh No 1 Randusari, Semarang Selatan Kota Semarang. Resep rahasia terletak pada daging kambing yang digunakan, yaitu dengan menggunakan daging kambing muda atau yang berumur dibawah satu tahun. Sate Kambing Muda Pak Masyudi Blotongan ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 9 Kutowinangun Kidul, Tingkir, Kota Salatiga.

Ronde Sekoteng sendiri konon memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan lambung dan daya tahan tubuh karena kuahnya terbuat dari air jahe. Selain itu sajian hangat dari ronde sekoteng juga sangat pas dinikmati terutama menjelang malam di Salatiga. Wedang Ronde Jago Salatiga terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 9 Kutowinangun Kidul, Tingkir Kota Salatiga.

Buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 21.30 WIB. Menu favorit di sini adalah sate buntel dan tengkleng kambing. Selain itu ada juga sate kambing, nasi goreng kambing, tengkleng dan juga tongseng.

Jika umumnya sate dibuat dari potongan daging kecil dan ditusuk berurutan, di warung sate yang satu ini, kamu akan menemukan tampilan sate yang agak sedikit berbeda. Sate Buntel dan Tengkleng Kambing bisa kamu temukan di warung Sate Kambing Pak Manto, Jalan Honggowongso No 36, Sriwedari, Laweyan, Solo. Tepo merupakan makanan yang terlihat sama seperti lontong, hanya saja bentuknya beda dan teksturnya lebih lembut.

Sedangkan tahu telurnya terbuat dari tahu yang dicampur dengan telur dan digoreng. Tepo Tahu Mbak Nem bisa kamu temui di Jalan DR Sutomo, Ngawi, buka setiap hari mulai pukul 17:00 WIB. Disajikan khas dengan pincuk daun jati membuat makanan ini lebih istimewa.

Selain rasanya yang maknyus, dengan menjaga budaya menggunakan daun sebagai bentuk penyajiannya, membuat Warung ini pernah dinobatkan oleh Kabupaten Ngawi sebagai Kuliner Terfavorit Khas Ngawi. Menu pecel dengan tambahan lethok ini memberikan kekhasan kota bambu yang memang salah satu daerah yang terkenaljjuga dengan makanan dengan bumbu kacang ini. Nasi Pecel Lethok Mbah Jan terletak di Jalan Trunojoyo, Ngadirejo, Karang Tengah, Ngawi. Buka setiap hari Senin hingga Minggu mulai pukul 06:00 12:00 WIB.

Sate di sini memiliki tekstur yang sangat empuk, ukurannya besar, dan bumbunya yang melimpah. Di tempat ini juga kamu bisa memesan untuk acara acara besar, sehingga orang orang di rumah bisa mencicipi kenikmatnnya juga. Sate Gule Pak Lancur terletak di Jalan Ahmad Yani No 46, Beran, Ngawi. Buka setiap hari mulai pukul 07:00 21:00 WIB.

Load More Related Articles
Load More In Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

5 Kota Ini Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia

Sepeda sempat menjadi tren di Indonesia saat pembatasan perjalanan karena Covid 19. Kebias…