Home Travel Kronologi Traveler yang Didenda Rp 1 Juta Karena E-Tollnya Hilang

Kronologi Traveler yang Didenda Rp 1 Juta Karena E-Tollnya Hilang

9 min read
0
0
4

Seorang pengguna jalan tol terkena denda dua kali lipat gara gara tidak bisa menunjukkan kartu pembayaran elektronik e toll. Kejadian itu viral di media sosial Facebook, lantaran nilai denda cukup fantastis, Rp 1 juta lebih. Dari tayangan video di media sosial Facebook, pria berkaus merah itu membagikan kisahnya.

Ia mengatakan untuk pengguna jalan tol dan teman teman driver jangan sampai kehilangan kartu e toll. Karena kalau e toll hilang akan dikenakan tarif dua kali lipat dari rute terjauh. "Ini saya dari Gerbang Tol Banyumanik turun ke gerbang tol Mojokerto (Penompo) jadi saya harus bayar satu juta dua ribu rupiah," ucapnya di dalam video tersebut.

Saat perjalanan pulang ia sempat mengisi saldo e toll. Namun tanpa diketahui kartu e toll miliknya hilang saat keluar pintu gerbang Tol Penompo. "Saya tadi malam itu habis isi saldo e toll, terus hilang dicuri orang. Ya inilah kita harus lebih berhati hati, ini katanya resmi memang begitu ada bukti kwitansi dan petugasnya," ungkapnya. Berdasarkan bukti kwitansi pembayaran denda yang beredar, pengendara itu bernama Hari Purwanto. Sedangkan kendaraan yang dikemudikan adalah truk.

Manajer Tol Surabaya Mojokerto (Persero) Erfan Afandi membenarkan kejadian itu berada di pintu gerbang Tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (19/12/2019), sekira pukul 12.01 WIB. "Iya lokasinya di gerbang Tol Penompo," ungkapnya. Ia menjelaskan penerapan denda dua kali lipat akan dikenakan pada pengguna jalan tol yang tidak bisa menunjukkan e toll dari asal pintu gerbang (GT) yang dihitung dari jarak terjauh jalan tol sistem tertutup sudah sesuai prosedur.

"Jadi kalau terkait pelaksanaan seperti tadi denda itu memang betul sesuai SOP dan ada peraturan pemerintah (PP) mengenai jalan tol, kita sudah sesuai menjalankan aturan," ungkapnya saat dikonfirmasi Surya.co.id, Jumat (20/12). Menurut dia, sesuai peraturan pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, pengguna jalan wajib membayar dua kali tarif tol jarak terjauh. Atau barrier to barrier cluster 3 yakni dari GT Banyumanik Semarang hingga gerbang Tol Warugunung Surabaya bertarif Rp 329.000 karena sudah dioperasionalkan GT Gondang Solo.

Sehingga, apabila pelanggaran kendaraan golongan I dikenakan denda dua kali lipat dari jarak terjauh senilai Rp 652.000. Namun, lanjut dia, meninjau dari jumlah denda mencapai satu Rp 1.002.000 itu kemungkinan yang bersangkutan diperkirakan menggunakan kendaraan golongan II yaitu truk diesel. Adapun kendaraan golongan II tarif normal rute terjauh cluster 3 dari GT Banyumanik hingga GT Warugunung Surabaya Rp 501.000.

"Sehingga denda tarif dua kali lipat dari jarak terjauh cluster 3 ini berjumlah Rp 1.002.000," jelasnya. Ditambahkannya, petugas jalan tol menerapkan denda itu berdasarkan peraturan yang berlaku. Apalagi, perihal denda juga dilampirkan bukti pembayaran.

"Semua denda itu pasti ada kwitansi jadi insya Allah kalau teman teman saya di lapangan tidak akan berbuat yang tidak diinginkan semuanya dipertanggungjawabkan," pungkasnya. Terkait pengakuan pengemudi bahwa kartu e tool miliknya hilang, Erfan Afandi menyatakan pihaknya ingin mendeteksinya. "Cuma menjadi perhatian saya, kalau yang bersangkutan perjalanan malam terus kartu e toll hilang, saya ingin mendeteksi rest area mana yang masih rawan kan saya juga perlu perbaikan," ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya juga berupaya menelusuri sejumlah rest area yang diduga lokasi hilangnya kartu e toll milik pengendara tersebut. Selain itu pihaknya akan memastikan kartu e toll itu hilang karena dicuri orang atau tidak. "Makanya kalau benar kartu e toll dicuri kan rest area ada kamera CCTV mungkin juga bisa dilihat," ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pengguna yang mengaku kehilangan kartu e toll karena dicuri. Pasalnya, yang menjadi pertanyaan saat pengemudi perjalanan malam mengapa baru siang keluar di Mojokerto. Seharusnya perjalanan maksimal sekitar empat jam dari kilometer Banyumanik ke Tol Penompo Mojokerto.

"Ini ada apa yang bersangkutan di tengah perjalanannya kok bisa sampai kehilangan saya juga mau mempertanyakan di mana, karena tadinya kan dicuri orang," pungkasnya. Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim Said Sutomo mendesak agar pengelola jalan tol mensosialisasikan segala aturan secara terbuka. Said ikut heran saat pengemudi truk harus membayar Rp 1 juta lebih karene ketidaktahuannya.

"Dasar hukumannya apa, pengguna jalan tol berhak tahu. Kalau memang ada sanksi bagi pemegang kartu tol hilang, kenapa banyak yang belum tahu," reaksi Said. Pengguna jalan tol sebagai konsumen seharusnya mempunyai hak normatif untuk mengetahui hak dan kewajibannya.

Mereka berhak tahu setiap informasi layanan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Di Pasal 4 UU ini disebutkan bahwa konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas dan jujur dan hak untuk didengar pendapat dan keluhannya. Dilihat dari konteks tersebut, pengelola jalan tol yang dilalui pengemudi truk itu dinilai telah lalai.

Mereka abai memberikan informasi atau sosialisasi secara terbuka. Meski masyarakat bisa googling atau mencari tahu sendiri. "Pengelola tol seharusnya memasang informasi dan ketentuan kehilangan kartu tol itu di gerbong tol, rest area tol atau tempat strategis lain. Saya yakin, konsumen tidak mengetahui peraturan tersebut," kata Said.

YLPK Jatim mengingatkan pada pengelola jalan tol agar melakukan sosialisasi PP terlebih dahulu. Diyakini bahwa banyak pengguna jalan tidak akan tahu. Apalagi ini musim liburan Natal dan tahun baru. Jika tak ada sosialiasi, YLPK Jatim menduga publik sengaja tidak diberi tahu.

Kalau ini terjadi maka dapat diduga pengleola jalan tol bisa melangggar UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan melangggar UU Perlindungan Konsumen. "Seharusnya BUMN pengelola jalan tol menjadi contoh dalam memberikan hak hak normatif publik sebagai konsumen. Struk parkir mal saja tertera jika hilang kena denda. Seharusnya demikian," kata Said.

Load More Related Articles
Load More In Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

5 Kota Ini Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia

Sepeda sempat menjadi tren di Indonesia saat pembatasan perjalanan karena Covid 19. Kebias…