Home Regional Kronologi Lengkap Kasus Pasangan Suami Istri Buang Bayi menuju Sungai Tulangbawang Dari Atas Jembatan

Kronologi Lengkap Kasus Pasangan Suami Istri Buang Bayi menuju Sungai Tulangbawang Dari Atas Jembatan

4 min read
0
0
2

Kepolisian berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi di Sungai Tulangbawang, Kampung Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, Tulangbawang, Lampung, Minggu (26/07/2020). Jasad bayi sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi mengapung di dekat Jembatan Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, sekitar pukul 08.00 WIB. Junardi, warga Cakat, mengatakan, jasad bayi itu mengapung saat ia hendak mengambil ikan di Sungai Tulangbawang di wilayah Cakat Raya.

Junardi lalu memberi tahu kepada warga lainnyaterkait temuannya. Saat ditemukan warga, bayi tersebut masih mengenakan baju dan dibalut bedong. Warga lalu membawa mayat bayi itu dengan menggunakan sampan.

Kepolisian pun bergerak cepat menangkap pelaku pembuangan bayi tersebut. Hanya berselang 5 jam dari waktu penemuan mayat bayi, Tekab 308 Polres Tulangbawang berhasil menangkap ibu bayi malang itu. Wanita itu diamankan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, Tulangbawang, Minggu (26/7/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Ibu bayi tersebut diketahui berinisial SES, warga Kabupaten Tulangbawang Barat. Polisi pun menangkap seorang pria berinisial AMT, warga Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji. Dari penangkapan keduanya terungkap lah cerita dibalik aksi kedua pelaku yang diketahui sebagai pasangan suami istri sah.

Peristiwa bermula saat SES (24) bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. Dia bekerja di Malaysia sebagai TKW melalui perusahaan penyalur TKI Citra Unggul Pulau Pinang Agensi. Beberapa tahun bekerja di negeri jiran Malaysia, SES pun dipulang penyalurnya ke Tanah Air karena hamil.

"SES pulang ke Indonesia dan tiba di Tulangbawang pada hari Minggu 19 Juli 2020," kata Kasatreskrim Polres Tulangbawang AKP Sandy Galih Putra, Senin (27/07/2020). SES diduga menjadi korban pemerkosaan oleh majikannya saat bekerja di Malaysia. Saat pulang SES diketahui dalam keadaan hamil besar.

Kemudian SES pun dibawa ke rumah sakit untuk melakukan persalinan. Setelah persalinan, Jumat (24/07/2020) sekira pukul 20.00 WIB, SES bersama suaminya AMT keluar dari rumah sakit dan langsung membawa bayi berjenis kelamin laki laki itu menuju ke arah Menggala. "Saat melintas di jembatan cakat, AMT suami SES, langsung membuang bayi tersebut dengan cara melemparkannya dari atas jembatan ke Sungai Tulangbawang," kata AKP Sandy Galih Putra.

Kehamilan yang bukan perbuatan suaminya menjadi motif SES dan AMT membuang bayi tersebut ke sungai Tulangbawang. "Motif pasutri ini membuang bayi malang tersebut karena SES saat bekerja sebagai TKW di Malaysia menjadi korban pemerkosaan oleh majikannya dan hamil. Karena malu anak tersebut hasil hubungan gelap, atas kesepakatan bersama, akhirnya mereka buang bayi ke Sungai Tulangbawang," kata Sandy.

Load More Related Articles
Load More In Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

Karena memberikan keterangan palsu, dua perangkat Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat,…