Home Nasional KPK Buka Peluang Jerat Anak Usaha Sinar Mas Group Terkait Suap DPRD Kalteng

KPK Buka Peluang Jerat Anak Usaha Sinar Mas Group Terkait Suap DPRD Kalteng

3 min read
0
0
8

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menjerat anak usaha Sinar Mas Group terkait dengan kasus suap kepada anggota DPRD Kalimantan Tengah. Diketahui, pada Rabu (13/3/2019) tiga petinggi anak usaha Sinar Mas Group sudah dijatuhi vonis hukuman oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ketiganya yakni, Direktur PT Binasawit Abadi Pratama Edy Saputra Suradja, CEO PT Binasawit Wilayah Kalteng bagian Utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT Binasawit Abadi PratamaTeguh Dudy Zaldy. PT Binasawit Abadi Pratama sendiri merupakan anak usaha dari Sinar Mas.

"Kalau pengembangan mungkin saja dilakukan ini sama untuk semua perkara pengembangan itu bisa dilakukan kepada perorangan bisa juga terhadap korporasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, JakartaSelatan, Rabu (13/3/2019). Kendati begitu, KPK membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menjerat perusahaan yang diduga melakukan pencemaran lingkungan di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan dalam kasus suap DPRD Kalteng ini. Febri mengatakan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu fakta fakta persidangan ketiga terdakwa tersebut.

"Bukti yang cukup salah satu indikasinya bisa kami lihat dari fakta fakta yang muncul di persidangan, kemarin persidangan sudah selesai sampai pada putusan tingkat pertama," kata dia. Selain itu, pihaknya akan melihat fakta persidangan empat terdakwa penerima suap. Diketahui empat anggota DPRD Kalteng yakni, Ketua Komisi B, Borak Milton, Sekretaris Komisi B Punding Ladewiq dan dua anggota Komisi B Arisavanah dan Edy Rosadah, didakwa menerima suap Rp240 juta dari pihak PT Binasawit Abadi Pratama. "Nanti juga kami akan lihat fakta fakta yang muncul di persidangan untuk pihak pihak yang didufa sebagai penerima suap atau anggota DPRD Kalteng tersebut, kami akan pelajari terlebih dahulu, kalau memang ada indikasi bukti awal ketetlibatan pihak lain, pasti akan kami dalami," kata Febri.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …