Home Metropolitan Korban Malu-malu Bercerita Kemurkaan Warga Bahu Membahu Tangkap Warga yang Tega Perkosa Anak Tiri

Korban Malu-malu Bercerita Kemurkaan Warga Bahu Membahu Tangkap Warga yang Tega Perkosa Anak Tiri

8 min read
0
0
2

Eko Koco selaku ketua RT di salah satu Kelurahan Manggarai, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan membenarkan jika salah satu warganya berinisial D mencabuli putri tirinya yang baru berusia sembilan tahun. Semua berawal ketika bocah tersebut tengah bermain dengan paratetanggapada Rabu (27/11/2019). Tiba tiba dia dengan malu malu bercerita dengan tetangganya. "Akhinya dia cerita sama salah satu warga. 'Kamu kenapa?' Akhirnya dia cerita dah sama salah satu warga.

'Kenapa sih bisik bisik ?' kata warga. 'Saya diperkosa sama bapak saya' langsung geger itu," kata Eko saat ditemui di kediamannya, Senin (2/12/2019). Seketika, warga pun geger dengan pengakuan korban. Eko dan beberapa warga lain pun langsung membawa korban ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Namun pihak rumah sakit menganjurkan untuk membuat laporan ke polsek terlebih dahulu.

"Pas diperiksa di polsek baru dia (korban) cerita semuanya," kata Eko. Usai jalani pemeriksaan, Eko dan anggota polisi berusaha menjemput D yang bekerja sebagai satpam di salah satu rumah sakit di kawasan Pondok Bambu. Sedangkan beberap pihak keamanan warga menunggu di rumah D, berjaga jaga jika pelaku sudah pulang sebelum dijemput.

Warga bahu membahu membantu proses penangkapan itu. "Sudah saya jalan ke Kasablanka ternyata orang keamanan telpon 'Pak orangnya sudah tertangkap di rumah'," ujar Eko. Seketika, D jadi bulan bulanan massa yang geram dengan aksi jahatnya.

Namun pihak polisi cepat mengambil tindakan dengan mengamankan pelaku dan membawanya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib pun membenarkan jika pelaku sudah ditangkap. "Sudah kita tangkap pelaku berinisial D dan sudah kita lakukan penahanan," kata Andi saat dikonfirmasi.

Andi menjelaskan jika pelaku sudah melakukan aksinya sejak tahun 2017. Dia melakukan aksinya ketika istri sekaligus ibu kandung dari anak tersebut sedang tidak ada di rumah. Hal tersebut sekaligus membantah kabar yang beredar jika ibu kandung korban menyaksikan sendiri aksi bejad antara suami dan anak kandungnya.

"Tidak, jadi bukan di depan ibunya. Justru dilakukan setiap ibunya tidak ada di rumah. Justru ibu korban yang melapor ke polisi," jelas Andi. Entah apa yang merasuki AR (43), seorang pria yang tega menyetubuhi anak tirinya hingga hamil 5 bulan.

Tak hanya menyetubuhi anak tirinya hingga hamil, AR menuduh kekasih korban sebagai pelaku yang telah menghamili putrinya. Ia sempat menolah mempertanggungjawabkan perbuatannya, bahkan sampai bersumpah. Bukannya mengaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, pria ini malah memutar balikkan fakta.

Seorang ayah tiri berinisial AR (43) wargaSamarinda,Kalimantan Timurditangkap polisi karena diduga telah melakukan aksi pencabulan terhadap anaknya yang masih berusia 18 tahun. Anak tiri pelaku yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi diSamarinda,Kalimantan Timurini bahkan sampai hamil 5 bulan. Melansir dari Kompas.com , perbuatan AR diketahui ibu korban setelah ia curiga adanya perubahan fisik putrinya.

Menurut keterangan Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda Iptu Rihard Nixon, ibu korban merasa putrinya menjadi lebih pendiam dan perutnya semakin membesar. Setelah dibujuk, barulah korban mengaku bahwa ia telah diperkosa oleh ayah tirinya. Kemudian pada Minggu (3/11/2019) ibu korban mengantar putrinya itu untuk melapor ke Polres Samarinda.

Sementara itu, pelaku melakukan aksi bejatnya tersebut sejak bulan Mei 2019 lalu. Saat itu, korban dan keluarganya tengah pulang kampung ke Makassar. Saat itu lah korban diperkosa oleh pelaku sebanyak dua kali.

Lima bulan kemudian, istri pelaku bersama ketiga anaknya pergi ke Sulawesi dan meninggalkan anaknya bersama suaminya. Tak mau anaknya tinggal berdua dengan suaminya, ibu korban pun memiliki inisiatif untUk menyuruh putrinya menyewa kos kosan di dekat kampusnya. Namun, tiga hari kemudian korban disuruh pulang oleh pelaku untuk membersihkan rumah.

Saat itulah, korban kembali diperkosa oleh pelaku dan mengancam dengan sebuah badik (pisau). "Saat membersihkan rumah, korban ditarik diancam pakai badik (pisau) lalu disetubuhi," kata Nixon seperti dikutip dari Kompas.com . Menurut keterangannya, kejadian tersebut terjadi pada 7 Oktober 2019 lalu.

Saat itu, pelaku menguhubungi korban untuk membersihkan rumah. Setelah itu, pelaku menjemput korban sekitar 15.00 WITA setelah pulang kuliah. Kemudian pelaku membawa korban ke rumah yang berlokasi di Kelurahan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

Saat itulah, korban kemudian diperkosa oleh pelaku. Tak hanya sekali, keesokan harinya, pada 8 Oktober 2019, pelaku juga kembali memperkosa korban dalam keadaan mabuk. "Hari kedua, pelaku sedang mabuk. Selama dua hari ini korban diperkosa beruntun," terang Nixon.

Seolah merasa tak bersalah, pelaku justru menuduh kehamilan anak tirinya itu merupakan perbuatan pacar korban. AR juga menyangkal bahwa dirinya menyuruh korban untuk membersihkan rumah dan mengancamnya dengan badik. Menurut pria yang berprofesi sebagai developer perumahan ini, badik yang digunakan untuk mengancam korban selalu berada di mobilnya dan tak pernah dikeluarkan.

"Tidak pernah saya ancam, badik itu ada di mobil tersebut. Kalau suruh ke rumah untuk bersih bersih memang saya yang minta," akunya. AR bahkan berani bersumpah bahwa dirinya tak melakukan perbuatan tersebut. "Itu rekayasa semua. Demi Allah, saya tidak lakukan," kata AR.

Namun nasi terlanjur menjadi bubur, AR tetap diamankan polisi. AR diancam dengan pasalpemerkosaan285 KUHP jo Pasal 294 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…