Home Metropolitan Korban Ledakan Granat Asap di Monas Dibawa menuju RSPAD Gatot Subroto

Korban Ledakan Granat Asap di Monas Dibawa menuju RSPAD Gatot Subroto

8 min read
0
0
4

Dua korban ledakan granat asap di kawasan Monas, Serka Fajar dan Kopka Gunawan, dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Panglima Daerah Militer Jayakarta Mayor Jenderal Eko Margiyono, mengatakan dua korban itu mengalami luka ringan akibat ledakan granat tersebut. "Korban atas nama Serka Fajar. Ini kemungkinan tangan kiri agak parah. Yang kedua lukanya lebih ringan, kena bagian paha saja," kata dia, ditemui di kawasan Monas, Selasa (3/12/2019).

Dia mengungkapkan foto foto Serka Fajar setelah terkena ledakan granat sempat viral di media sosial. "Pada saat memegang granat asap dia menggunakan tangan kiri. Kondisi sekarang sadar. Saya lihat mungkin viral di media sosial. Dia bahkan masih sempat bisa duduk. Artinya bukan suatu korban yang cukup serius sekali," tambahnya. Sebelumnya, dua orang anggota Garnisun, Satker Pemakaman, Serka Fajar dan Kopka Gunawan menjadi korban ledakan granat asap.

Mereka menemukan granat dibungkus plastik berwarna hitam pada saat sedang berolahraga di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/12/2019). "Kedua korban sedang melaksanakan olahraga," kata Panglima Daerah Militer Jayakarta, Mayor Jenderal Eko Margiyono, ditemui di kawasan Monas, pada Selasa (3/12/2019). Dia menjelaskan setiap hari selasa prajurit markas besar (mabes) Angkatan Darat berolahraga di kawasan Monas.

"Setiap Selasa, jadwalnya kegiatan olahraga. Kebetulan tadi Mabes AD sedang berolahraga sepeda di sini sehingga banyak anggota TNI yang sedang melakukan aktivitas olahraga," tambahnya. Dua orang anggota Garnisun, Satker Pemakaman, Serka Fajar dan Kopka Gunawan menjadi korban ledakan granat asap. Mereka menemukan granat dibungkus plastik berwarna hitam pada saat sedang berolahraga di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/12/2019).

"Kedua korban sedang melaksanakan olahraga," kata Panglima Daerah Militer Jayakarta, Mayor Jenderal Eko Margiyono, ditemui di kawasan Monas, pada Selasa (3/12/2019). Dia menjelaskan setiap hari selasa prajurit markas besar (mabes) Angkatan Darat berolahraga di kawasan Monas. "Setiap Selasa, jadwalnya kegiatan olahraga. Kebetulan tadi Mabes AD sedang berolahraga sepeda di sini sehingga banyak anggota TNI yang sedang melakukan aktivitas olahraga," tambahnya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Edy Pramono beserta jajaran meninjau lokasi ledakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 09.20 WIB. Berdasarkan pemantauan, Inspektur Jenderal Gatot Edy Pramono didampingi Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Harry Kurniawan dan Dandim 0501 Jakpus Letkol TNI (Inf) Wahyu Yudayana. Gatot sempat memberikan keterangan kepada awak media yang hadir di lokasi.

Setelah memberikan keterangan kepada media, dia meninjau lokasi tempat ledakan. ‎Pengamanan di Istana Kepresidenan Jakarta tetap dilakukan seperti biasa menyusul insiden ledakan granat asap di sisi utara Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi. "Pengamanan tidak diperketat, ledakan kan masih dicek, belum tentu bom," kata Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Maruli Simanjuntak saat dikonfirmasi awak media.

Maruli m‎elanjutkan saat ini pengamanan untuk Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah cukup kuat. Pasukannya sudah biasa mengantisipasi hal hal seperti ledakan. Terpisah Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono ‎mengamini keamanan di Istana tidak diperketat. Begitu juga untuk kawasan Monas dan arus lalu lintas di sana tidak ditutup.

"‎Pengamanan seperti biasa saja. Arus lalu lintas tidak ada penutupan. Kalau Puslabfor selesai bekerja, lokasi ledakan dibuka. Ini tidak ada yang luar biasa. Monas buka seperti biasa, sebentar lagi lokasi ledakan dibuka," ungkap jenderal bintang dua itu. Ledakan di Kompleks Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi, karena granat asap. Informasi tersebut disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Granat asap tersebut meledak saat dipegang anggota TNI Serka Fajar. Ia terluka parah di bagian tangan kiri. Sementara satu anggota TNI lain juga terluka di bagian paha, yakni Praka Gunawan. Petugas masih menyelidiki bagaimana kronologi hingga ledakan terjadi.

Lantas bagaimana pengamanan di Istana Negara serta keamanan Presiden Jokowi? Terlebih lokasi ledakan berada dekat dengan Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengatakan imbas dari ledakan, pengamanan pada kepala negara tidak ditambah.

"‎Enggak perlu (pengamanan tambahan). Pengamanan harian sudah cukup kuat," ujar Maruli saat dihubungi awak media. Maruli melanjutkan pengamanan pada Presiden Jokowi akan ditambah jika berhadapan dengan massa yang besar. Meski begitu, pihaknya juga melakukan antisipasi.

"Paspampres sudah cukup kuat, kami antisipasi. Ini kan ledakan juga belum tentu bom.‎ Jadi pengamanan biasa, kalau untuk harian kami sudah antisipasi yang begitu," tambahnya. Sebelumnya, ledakan yang terjadi di dalam Kompleks Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) pagi, disebut melukai dua orang. Laporan Kompas TV, dua orang yang terluka adalah anggota TNI.

Informasi ledakan tersebut dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyara Kat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono. "Ada ledakan, tapi masih kami cari ledakan dari apa," kata Argo dalam wawancara dengan Kompas TV.

Argo mengatakan, petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan. Lokasi itu juga sudah disterilkan. Argo membenarkan bahwa ada korban dalam ledakan tersebut. Namun, ia belum dapat memastikan jumlahnya dan identitas korban.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…