Home Nasional Komentar Wapres Ma’ruf soal Biro Umrah Kena Dampak Kebijakan Arab Saudi

Komentar Wapres Ma’ruf soal Biro Umrah Kena Dampak Kebijakan Arab Saudi

3 min read
0
0
6

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memahami dengan adanya kebijakan penangguhan jemaah umrah Indonesia masuk ke Arab Saudi karena virus corona, sejumlah biro haji dan umrah banyak yang merugi. "Tentu dampaknya terhadap pengusaha pengusaha, kepada biro biro perjalanan, bahkan ada negara yang surplus sekarang minus. Itulah karena pengaruh virus corona," ujarnya di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020). Adapun kebijakan dari Arab Saudi itu, dikatakan Ma'ruf, bersifat secara menyeluruh, meskipun dari Indonesia belum ada yang positif terkena virus corona.

"Apakah nanti apakah ada kebijakan itu kita lihat saja. Apakah ada pengecualian, kita belum memperoleh konfirmasi dari Saudi," lanjutnya. Namun, Ma'ruf menegaskan semua pemerintah tetap berusaha untuk menegosiasikan sejumlah hal penting, seperti jemaah yang belum berangkat tetapi sudah memegang visa. "Ya negosiasi itu terus dilakunkan tentu. Mereka mengusahakan, tetapi kewenangan ada di saudi. Itu kedaulatan mereka dan saya kira kita menghormatilah," pungkas Ma'ruf.

Terpisah, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) mengatakan, potensi jemaah umrah yang tertunda keberangkatan akibatkebijakan sementara Arab Saudi mencapai 150ribu hingga 200ribu. Dari data Amphuri setiap tahunnya jemaah umrah asal Indonesia mencapai 1,1 juta jemaah. Diketahui,Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara waktu kegiatan umrah, ziarah dan wisata ke Arab Saudi, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19 di negara itu, pada Kamis (27/2).

Penangguhan masuk bagi jemaah warga negara asing berlaku untuk 22 negara, termasuk Indonesia. Dilansir dari SPA, Kamis (27/2/2020), atas rekomendasi Kementerian Kesehatan, kegiatan umrah dihentikan sementara waktu bagi jamaah yang berasal dari negara China, Iran, Italia, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India. Kemudian Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, Vietnam atau negara lain yang akan menunjukkan lebih banyak kasus korona meningkat.

Pemerintah Saudi memastikan aturan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi dengan otoritas terkait.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …