Home Seleb Kerap Berperan jadi Polisi di Sinetron Profesi Aslinya Ternyata Tak Terduga! Ingat Masran Sadindro

Kerap Berperan jadi Polisi di Sinetron Profesi Aslinya Ternyata Tak Terduga! Ingat Masran Sadindro

8 min read
0
0
3

Inilah deretan fakta mengenai Masran Sadindro, pria yang kerap memainkan peran polisi di sebuah sinetron. Ingat Masran Sadindro? Masran Sadindro sempat viral karena perannya di sebuah sinetron.

Masran Sadindro kerap memainkan peran sebagai seorang polisi. Tak hanya satu sinetron, ia berkali kali berperan jadi polisi hampir di semua sinetron. Bahkan dulu sampai muncul kalimat 'apapun sinetronnya, pasti dia polisinya'.

Nama Masran Sadindro sempat menjadi perbincangan warganet pada tahun 2018 lalu. Mulanya ada ulasan mengenai dirinya di laman Facebook. Sebuah akun mengunggah video saat Masran memainkan perannya sebagai polisi.

Video tersebut diposting oleh akun facebook Brilio Video Indonesia 16 Oktober 2018. Videonya berjudul : Apapun Sinetronnya, Pak Masran yang Jadi Polisinya. Video tersebut juga menjadi bahan pembicaraan di grup facebook lokal Belitung.

Lantas siapa sosok Masran sebenarnya? Merujuk pada informasi dalam video tersebut diketahui bahwa Masran adalah Pria kelahiran Belitung, 12 Maret 1959. Selain menjadi artis sinetron, Masran juga adalah seorang guru Seni Budaya di SMK Islam Bahagia Jakarta Barat.

Posbelitung.co kemudian mencoba menelusuri lebih jauh mengenai informasi tersebut. Hasilnya akan disajikan dalam bentuk 5 fakta tentangnya berikut ini : Masran adalah pria kelahiran Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, KabupatenBelitungTimur (Beltim), Provinsi Kepulauan BangkaBelitung.

Seperti yang diketahui, kecamatan Gantung juga menjadi kampung halaman bagi penulis novel Laskar Pelangi Andrea Hirata dan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Masran sekarang tinggal di Jakarta Utara bersama istrinya yang berasal dari Jepara. Status Masran kini bukan lagi bapak bapak, tapi sudah kakek kakek karena diketahui dirinya sekarang sudah memiliki dua cucu.

“Beliau itu abang dari istri saya, asli dari Selinsing lah, beliau jarang pulang keBelitung, maklum karena kesibukan beliau,” kata Rudy Sastra kepadaposbelitung.co, Selasa (23/10/2018). Rudy adalah ipar Masran yang sekarang bertugas sebagai PNS di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KabupatenBelitungTimur. Masran adalah seorang anak dari keluarga MelayuBelitung.

Ayahnya bernama Sahidin dan sudah meninggal pada tahun 80 an. Sedangkan ibunya bernama Rohana, meninggal pada 2016 lalu. Seperti umumnya keluarga MelayuBelitung, setiap anak ketika tumbuh dewasa akan mendapat gelar untuk panggilan kekerabatan.

Contohnya, anak tertua atau anak sulung laki laki biasa gelari Pak Long dan perempuan adalah Mak Long. Sedangkan yang bungsu digelari Busu. Masran memiliki jumlah saudara kandung yang banyak.

Iparnya Rudy sampai lupa menyebutkannya satu per satu. Tapi yang jelas dalam keluarganya, Masran digelari dengan nama panggilan Pak Anjang. Biasanya gelar ini diberikan kepada anak yang berada di antara anak sulung dan bungsu, dan memiliki ciri ciri yakni berpostur tinggi dibandingkan saudaranya yang lain.

Ya, mungkin karena postur tinggi itu pulalah yang membuat Masran dipandang cocok memerankan sosokpolisidalamsinetron. Mantap Pak Anjang hehe. Masran telah memainkan banyak adegan di banyaksinetron.

Jadi wajar bila kemudian ada yang bilang “Apapun Sinetronnya, Pak Masran yang Jadi Polisinya”. Penampilannya dalam satu adegan juga tak sekadar mengisi latar, tapi juga terlibat dalam dialog bersama pemeran pemeran utama sinteron. Satu contoh bisa kalian dalam potongan videosinetronHati Yang Memilih berikut ini:

Kadang Masran juga memainkan dialog yang panjang. Seperti contoh dalamsinetronCinta Yang Hilang bulan ini. Masran tampak memainkan adegan sedang menginterogasi dengan dialog yang cukup panjang berikut ini :

Video ini dipublikasikan akun youtube RCTI LAYAR DRAMA INDONESIAtanggal 15 Oktober 2018 lalu dengan judulYudha Tidak Berhasil Dibawa Ke Kantor Polisi. Memerankan peranpolisitentu tak lengkap tanpa pistol. Dan tentu Pak Masran pun sudah pernah melakoninya.

Contohnya dalam serial Buyung Upik berikut ini : Oiya satu lagi, Pak Masran juga tentunya sudah pernah syuting berlatar kantorpolisiya. Satu contoh seperti dalamsinetronBintang di Hati Ku berikut ini :

Wah ternyata lengkap dan banyak juga ya adegan yang dimainkan Pak Masran. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Pak Masran juga berprofesi sebagai guru. Kiprahnya sebagai guru ternyata tak kalah mengkilap.

Seorang mantan siswanya dulu memberikan testimoni di akun instagram. Mantan siswa tersebut adalah pemilik akun IG @kak_eliiiii yang dikutip diawal tulisan ini. Begini postingan lengkapnya :

“Apapunsinetronnya , pasti diapolisinya haha #gurugue Ketemu beliau Bpk. Masran , seneng banget di alem2 beliau haha katanya eli ini cerdas ketua osis cantikk pula.Eaa eaaa eaaaa, Padahal mah sering telat , pakean suka ga rapih, sekolah sering make sendal , suka nyeletuk pula

Sehat terus ya bapak Politron :polisisinetronhehe Pelajaran yg bs di ambil : ingatlah kebaikan seseorang, jangan keburukannya yg kita ingat ingat! Bangga punya guru sprti beliau, sehat terus yah pak

#polisisinetron #dagelan #ngakakkocak #lol #teacher” Fakta kelima ini lumayan menarik guys! Dari sekian banyak adegan penangkapan dalam sinetron, mungkin ini adalah kali pertamanya Pak Masran menangkap orang yang berasal dariBelitung.

Momen ini terjadi dalamsinetronAnakLangitepisode 457 458 yang ditayangkan di SCTV. Dalam episode tersebut, sosok antagonis Rimba akhirnya ditangkappolisidalam sebuah penggerebekan. Pak Masran yang seperti biasa menggunakan nama Dimas tampak memimpin pasukanpolisi.

Singkat kata penggerebekan suksyes, dan Pak Masran langsung yang meringkus Rimba. Lihat videonya berikut ini :

Load More Related Articles
Load More In Seleb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Terima-kasih yang Telah Membully Banyak yang Meragukan Niatnya Maju Jadi Calon Presiden  Giring

Langkah Giring Ganesha maju sebagai calon Presiden RI di Pemilu 2024 menuai banyak respon,…