Home Regional Keluarga Minta Keadilan karena Dijauhi Warga Insiden Peti Jenazah Terjatuh Saat Hendak Dimakamkan

Keluarga Minta Keadilan karena Dijauhi Warga Insiden Peti Jenazah Terjatuh Saat Hendak Dimakamkan

6 min read
0
0
3

Keluarga dari jenazah PDP Covid 19 sempat ke luar dari peti karena kelalaian petugas berharap nama baik mereka dibersihkan lantaran viralnya video tersebut membuat keluarga almarhumah ditakuti warga PALI. Eka Kamelia (37), warga Bhayangkara Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi yang merupakan anak kandung jenazah dimakamkan secara protokol Covid 19 mengatakan dirinya berharap ada itikad baik dari Gugus Tugas untuk membersihkan nama baik keluarga. "Kami meminta keadilan. Kami juga mengutamakan nama baik keluarga kami. Karena warga PALI takut dengan kami," ungkap Eka Kamelia, kepada wartawan, Jumat (5/6/202).

Eka sangat menyesalkan apa yang terjadi seperti diberitakan, bahwa orang tuanya merupakan pasien positif virus corona, lantaran dimakamkan secara protokol Covid 19. "Dampak sosial sangat terasa. Kami merupakan distributor buah di pasar. Jadi, baik pembeli maupun pedagang yang ada takut mendekat keluarga kami," jelasnya. "Akibat ibu kami dimakamkan secara Covid 19. Usaha kami terjun bebas, nama baik keluarga kami jadi tercoreng," tambahnya.

Selama menggelar yasinan yang menyayat hati, jelas Eka, keluarga dekat pun enggan melayat ke rumah. Selain itu, pihak gugus tugas juga selama 14 hari masa inkubasi juga tidak ada yang datang ke rumah untuk meminta maaf. "Setelah berita ini viral, baru Kamis (4/6/2020) Ketua Gugus Tugas bersama tim lain menemui keluarga kami untuk meminta maaf," katanya.

Ia mengatakan, jenazah ibunya belum sempat diambil sampel baik rapid test maupun swab tes. Meski begitu, pemakaman tetap dilakukan secara Covid 19. "Kami pihak keluarga juga belum ada dilakukan rapid tes. Dan Alhamdulillah kami sehat sehat saja selama 14 hari selesai masa inkubasi," katanya. Sementara, Samsudin yang merupakan adik dari suami almarhumah sekaligus orang yang menguburkan jenazah status PDP di PALI menambahkan, bahwa usai kejadian jenazah terjatuh, pihak keluarga langsung mengambil alih pemakaman.

"Kami tidak terima. Jadi kami ambil alih dengan melakukan pemakaman sendiri. Kantong mayat kami buka serta plastik yang membungkus jenazah. Kami mau menguburkan almarhumah sesuai syariat Islam," katanya. Sebelumnya diberitakan, Ketua Gugus Tugas (Kasatgas) Percepatan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Covid 19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Junaidi Anuar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada keluarga korban terkait terjatuhnya peti mati jenazah saat akan dimakamkan. Menurut Junaidi, petugas sudah dilatih untuk mempersiapkan proses pemakaman sesuai protokoler Covid 19.

Meski begitu, kejadian ini benar benar di luar dugaan. "Murni kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan, itu di luar dugaan kami," ungkap Junaidi, Jumat (5/6/2020). Atas nama Gugus Tugas, dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga atas insiden itu.

Baginya kejadian ini menjadi pelajaran bagi petugas agar tidak terulang kembali. "Kami menyampaikan permintaan maaf sebesar besarnya, sekali lagi kami minta maaf," kata dia. Sebelumnya diketahui, beredar video proses pemakaman jenazah Covid 19 di PALI.

Jenazah yang berada didalam peti terjatuh saat hendak dimakamkan, sehingga sontak membuat pihak keluarga emosi. Pemakaman dilakukan tim Gugus Tugas Covid 19 PALI dengan berpakaian lengkap standar protokol kesehatan, Kamis (21/5/2020) malam. Pasien yang meninggal dunia di RSUD Talang Ubi, PALI merupakan seorang wanita berusia 57 Tahun asal Kelurahan Bhayangkara berstatus PDP Covid 19.

Dalam video durasi lebih kurang 3 menit itu nampak nampak beberapa petugas menggunakan APD lengkap menggotong peti jenazah ke areal pemakaman. Beberapa petugas lainnya mengarahkan hingga peti jenazah diletakkan di pinggir liang lahat. Sebelum dimakamkan, petugas memastikan posisi kepala dan kaki jenazah agar tidak terjadi kesalahan.

Saat peti jenazah diletakkan persis di atas liang lahat yang dipasang dua batang kayu dan tali untuk menurunkan ke dalam lubang, masing masing petugas bertugas memegang tali dan menarik kayu penyangga. Begitu hendak dimasukkan, tiba tiba peti jenazah itu terjatuh sebelum waktunya diduga karena pemegang tali belum siap ketika kayu penyangga ditarik. Peti itu terbuka dan posisi jenazah di bawah dan kaki di atas.

Sontak kejadian itu membuat petugas dan keluarga jenazah histeris. Terdengar teriakan 'Allahuakbar', 'Lailahaillallah'. Seketika, keluarga jenazah emosi dan memarahi petugas dengan kata kata kasar. Pihak keluarga langsung turun ke liang lahat dan mengambil alih pemakamannya.

Load More Related Articles
Load More In Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

Karena memberikan keterangan palsu, dua perangkat Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat,…