Home Nasional Kebelet Ganti Presiden Kasihan menuju Jokowi karena Survei Elektabilitas Prabowo Tertinggi Fadli Zon

Kebelet Ganti Presiden Kasihan menuju Jokowi karena Survei Elektabilitas Prabowo Tertinggi Fadli Zon

8 min read
0
0
7

Fadli Zon ikut menanggapi hasil survei yang sebut elektabilitas Prabowo Subianto tertinggi di capres 2024, mengaku kasihan pada Jokowi. Prabowo Subiantomemiliki elektabilitas paling tinggi untuk Pilpres 2024. Hal itu diketahui dari survei Indo Barometer tentang sosok dengan elektablititas tinggi di Pilpres 2024 mendatang.

Hasil surveinya sendiridirilis di Century Park Hotel, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan hasil itu diperoleh bila Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu belum berubah, sehingga Presiden Joko Widodo tak bisa mencalonkan kembali. Dalam survei tersebut, ada 22 nama selain Prabowo yang disimulasikan dalam survei sebagai capres.

"Prabowo Subianto unggul (22.5 persen), kemudian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (14.3 persen), Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno (8.1 persen)," ujar Qodari saat memaparkan hasil surveinya seperti yang dikutip dari Kompas.com. Sementara itu, Gubernur DKI JakartaAnies Baswedanmemiliki elektabilitas paling tinggi sebagai kepala daerah jika dicalonkan sebagai capres pada Pilpres 2024. Hal tersebut ternyata membuat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon gembira.

Fadli mengaku senang dengan hasil surveielektabilitassejumlah tokoh untuk Capres 2024 tersebut. Namun,FadliZonjuga mengaku sedih. Hal itu diungkapkanFadliZonsaat menjadi narasumber di acara Dua Sisi Tv One pada Jumat (28/2/2020).

MulanyaFadliZonmengatakan, dirinya memang senang dengan hasil survei yang dilakukan Indo Barometer. Di posisi tiga teratas, semuanya merupakan tokoh tokoh yang erat kaitannya dengan Partai Gerindra. "Tentu kalau saya sih senang sekali, PakPrabowodi urutan pertama."

"Itu adalah Ketua Umum Gerindra," ujarFadliZon. "Pak Anies Baswedan di urutan kedua, itu adalah gubernur yang diusung oleh kami." "Nomor tiga Pak Sandiaga Uno juga waktu Wakil Gubernur dan Calon WakilPresiden, jadi ini kayak all Indonesia finale ," sambungnya.

Namun, di satu sisi ia merasa kasihan denganPresidenJoko Widodo (Jokowi). Pasalnya, survei dilakukan di saatJokowibelum lama menjabat sebagai presiden pada masa jabatan 2019 2024. Menurutnya, hal itu seperti orang yang ingin segera ganti presiden.

"Tetapi ya menurut saya kasihanlah PakJokowiini, pemerintahan baru seumur jagung sudah dilakukan survei." "Kayak orang kebelet ganti presiden gitu loh, kayak enggak puas dengan pemerintahan," ujarnya. Ia meminta agar masyarakat fokus memberikan kesempatan padaJokowimelaksanakan janji janjinya.

Apalagi menurut dia, biaya Pemilihan Umum (Pemilu) juga tidak sedikit. "Berilah waktu dulu untuk menunaikan janji janjinya yang banyak mungkin ada sebagian." "Beri waktu supaya menunaikan janji janjinya kan kita ini pemilu mahal lho Pemilu biayanya, triliunan," ungkap Mantan Wakil Ketua DPR ini.

Selain itu, dirinya juga ingin agarPrabowoSubianto serta Anies Baswedan fokus pada jabatannya sekarang. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak terganggu karena hasil hasil survei. "Maksud saya tuh begini, apa biar dulu dan saya kira PakPrabowojuga konsentrasi sedang menjadi Menteri Pertahanan."

"Pak Anies sedang konsentrasi dengan (jadi Gubernur)," pungkasFadliZon. Lihat videonya mulai menit ke 2:27: Sebelumnya, dalam survei tersebut, Gubernur DKI JakartaAnies Baswedanbakal menjadi saingan terberat Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri PertahananPrabowo Subianto, jika keduanya maju padaPilpres 2024.

Jika disandingkan dengan nama Anies, elektabilitas Prabowo berada pada angka 41,4 persen dan Anies 23,3 persen. Sementara 35,2 persen responden tak menjawab dan menyatakan tidak tahu. "Tampak jika lawan terberat untuk Prabowo Subianto adalah Anies Baswedan."

"41,4 persen vs 23,3 persen atau selisih 18,1 persen," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei di Century Park Hotel, Jakarta, Minggu (23/2/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com. Dalam survei yang sama, lawan termudah bagi PrabowoadalahKetua Umum Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Saat diadu, elektabilitas Prabowo sebesar 50,9 persen dan Airlangga 7,2 persen.

Sementara41,9 persen responden tidak menjawab. "Sedangkan lawan Prabowo Subianto paling ringan adalah Airlangga Hartarto." "50,9 persen vs 7,2 persen atau selisih 43,7 persen," lanjut dia.

Adapun sebanyak 32 persen responden tak menjawab atau tak memilih atau menyatakan ketidaktahuannya. Pada Pilpres 2019 lalu Prabowo merupakan rival dari pasangan Joko Widodo Ma'ruf Amin. Ia berpasangan dengan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Upaya mantan Komandan Jenderal Kopassus ini menduduki kursi RI 1 tidak hanya dilakukan pada Pilpres 2019 saja. Tercatat Prabowo sudah empat kali ikut kontestasi. "Sementara itu nama lainnya di bawah 1 persen."

"Tidak akan memilih atau rahasia atau belum memutuskan atau tidak tahu atau tidak jawab 21.7 persen," lanjut Qodari. Survei nasional ini dilaksanakan pada 9 – 15 Januari 2020 di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …