Home Nasional JK Mengkritik hingga Mar’uf Amin Tak Masalah Asal Alat Ukur Jelas Ujian Nasional Dihapus

JK Mengkritik hingga Mar’uf Amin Tak Masalah Asal Alat Ukur Jelas Ujian Nasional Dihapus

5 min read
0
0
5

Penghapusan Ujian Nasional (UN) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menuai respon dari berbagai kalangan. Pada 2021, UN akan diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Seperti dilansir , Nadiem menyebut dengan perubahan ini justru lebih membuat siswa dan sekolah menjadi tertantang.

"Enggak sama sekali (membuat siswa lembek), karena UN itu diganti assessment kompetensi di 2021. Malah lebih menchallenge sebenarnya," kata Nadiem di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/12/2019). Nadiem mengungkapkan penerapan pembelajaran yang bukan sekedar penghafalan semata harus mulai dilakukan sekolah jika sistem ujian baru sudah diterapkan. "2020 masih lanjut UN, 2021 jadi asesmen kompetensi dan survei karakter," ujar dia.

Tes asesmen kompetensi dan survei karakter menurut Nadiem tidak berdasar pada mata pelajaran. Namun tes tersebut berdasar pada literasi (bahasa), numerasi (matematika), dan karakter. "Asesmen kompetensi enggak berdasar mata pelajaran. Berdasarkan numerasi literasi dan juga survei karakter," ujar dia.

Sebelumnya, Jusuf Kalla (JK) menyebut UN masih relevan dilakukan di Indonesia. Dilansir , UN dianggap JK menjadi tolok ukur kualitas pendidikan di Indonesia. "UN masih relevan diterapkan," kata Jusuf Kalla usai menerima penganugerahan doktor honoris causa di bidang penjaminan mutu pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Kamis (5/12/2019).

Wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi menilai jika UN dihapus, pendidikan Indonesia akan kembali pada sebelum tahun 2003. Saat itu, UN belum diadakan. Sistem dongkrakan disebut JK digunakan untuk menentukan nilai akhir.

JK menyebut tidak ada standar mutu pendidikan nasional, sehingga hampir semua peserta didik diluluskan. JK berujuar dulu ada sistem Ebtanas yang menerapkan cara nilai ganda dan menaikkan nilai bagi yang kurang di daerah. "Kalau di Jakarta anak dapat nilai 6, mungkin di Mentawai atau Kendari, atau di kampung saya di Bone dapat 4. Lalu dibikinlah semacam teori dan justifikasi untuk mengkatrol nilai 4 itu menjadi 6," kata JK.

Dengan demikian JK menyebut adanya standar ganda. "Angka nilainya jadi sama, tetapi isi dan mutunya berbeda," ucapnya. Lebih lanjut, JK mengungkapkan harus adanya evaluasi terhadap UN di setiap tahunnya.

Ia menilai, yang harus diperbaiki adalah hasil pendidikannya. "Hasil pendidikannya yang harus dievaluasi," kata JK. "Sekarang saja seketat itu hasil pendidikan kita masih kalah dari negara lain, apalagi kalau dibebaskan," lanjut JK.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menanggapi rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai 2021 mendatang. Ma'ruf Amin meminta Mendikbud Nadiem Makarim memikirkan parameter penilaian siswa setelah ujian nasional dihapus nanti. Ma'ruf Amin menegaskan, mendikbud harus memikirkan sistem pengganti yang akan menjadi alat ukur berhasil atau tidaknya pendidikan di tiap tiap daerah.

"UN itu kan alat ukur, untuk mengukur standar daripada kemampuan anak anak didik dari berbagai tingkatan," ujar Ma'ruf Amin, dikutip dari YouTube Kompas TV . "Kalau mengganti, akan menghilangkan UN, harus ada alat ukur yang efektif untuk mengukur tingkat pendidikan di masing masing daerah," jelasnya. Menurut Ma'ruf, penetapan alat ukur ini penting untuk dijadikan penilaian terkait pengembangan kualitas sekolah di berbagai daerah.

Ditanya mengenai program pengganti UN yaitu Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, Ma'ruf mengaku belum mengetahuinya secara detail. "Belum, kan nanti akan diuji jika memang bisa dijadikan alat ukur," ungkapnya.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …