Home Otomotif Jangan Nyalakan Mesin Ketika Basah ! Cara Atasi Mobil Mogok Akibat Banjir

Jangan Nyalakan Mesin Ketika Basah ! Cara Atasi Mobil Mogok Akibat Banjir

3 min read
0
0
5

Memasuki musim hujan tak jarang beberapa wilayah terendam banjir, khususnya di Ibu Kota. Banjir akibat hujan lebat selalu datang secara tiba tiba. Tak jarang banyak mobil mogok karena terendam banjir.

Selain itu juga banyak kasus mobil mogok karena dipaksa menerjang banjir yang terjadi di jalan. Dikutip dari , Rabu (1/1/2020) ada beberapa hal yang rekomendasi oleh National Auto Dealers Association (NADA) ketika mobil mogok akibat banjir. Jangan menyalakan kendaraan yang terendam banjir.

Saat akan menyalakan, pastikan kendaraan sudah dalam keadaan kering dan telah dibersihkan. Jika menstater kendaran saat masih basah dan kotor. Hal itu dapat menyebabkan beberapa konsleting dan kerusakan.

Segera pindahkan kendaran ke tempat yang kering dan aman. Bisa dengan cara mendorongnya ke tempat yang terbebas dari banjir. Karena jika memindahkan dengan menyalakan mesin, itu akan mengakibatkan korsleting dan masalah lainnya.

Semakin lama mesin kendaraan terendam air, maka semakin besar pula kerusakan pada kendaraan. Segera keringkan bagian dalam mobil yang basah terkena air. Gunakan penghisap debu untuk mengeluarkan air dan handuk kering untuk menyerap air yang ada.

Lepaskan kursi jika memang diperlukan, kemudian gunakan kipas untuk mempercepat proses pengeringan. Segeralah menghubungi perusahaan asuransi. Laporkan bahwa kendaraanmu telah terendam air banjir.

Hal itu dilakukan untuk mempercepat klaim asuransi jika memang dibutuhkan. Segera catat ketinggian bagian kendaraan yang terendam air banjir. Hal ini dilakukan untuk mempermudah teknisi dalam memperbaikinya.

Mereka akan mengevaluasi dan mengambil tindakan terkait masalah kerusakan pada mobil. Segera hubungi teknisi terbaik kepercayaanmu. Pastikan mereka langsung cek semua komponen khususnya mesin, transmisi, gandar, rem dan sistem bahan bakar yang terendam air.

Segera ganti semua cairan oli dan pelumas. Selain itu ganti semua filter dan gasket yang terendam air. Mungkin kendaraan akan tetap bisa berjalan, namun dalam waktu dekat itu dapat memperparah kerusakan pada mesin dan komponen kendaraan.

Pastikan tidak ada air yang tertinggal di bagian mesin. Periksa atau mintalah mekanik untuk memeriksa semua kabel dan komponen listrik. Meskipun biasanya komponen ini bisa terlindung dari air, namun paparan air banjir bisa menyebabkan kerusakan jika dibiarkan.

Sebagian besar kasus, kerusakan akibat paparan air banjir akan terasa sekira setelah 90 hari.

Load More Related Articles
Load More In Otomotif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Nissan Kicks e-POWER Diluncurkan di Indonesia Pada 2 September Catat

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan meluncurkan mobil terbaru mereka, Nissan Kicks e POWE…