Home Internasional Ini 5 Tanda yang Terlihat dari Pangeran Harry & Meghan Markle Sebelum Keluar dari Kerajaan Inggris

Ini 5 Tanda yang Terlihat dari Pangeran Harry & Meghan Markle Sebelum Keluar dari Kerajaan Inggris

8 min read
0
0
2

Pada awal tahun 2020, Pangeran Harry dan Meghan Markle menjadi sorotan karena keputusan mereka untuk keluar dari Kerajaan Inggris. Pangeran Harry dan Meghan Markle mengumumkan akan mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris melalui sebuah unggahan di Instagram @sussexroyal, Kamis (9/1/2020) lalu. Meski akan mundur, Duke dan Duchess of Sussex berencana membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara dalam fase baru hidup mereka nanti.

Pembagian waktu ini bertujuan untuk tetap melanjutkan penghormatan terhadap tugas mereka kepada Ratu Elizabeth II. Namun, pembagian waktu ini juga diharapkan dapat memberikan waktu bagi keseimbangan hidup yang normal untuk putra mereka, Archie. Selain itu, keduanya juga berencana untuk lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada Kerajaan Inggris.

Meski mengejutkan, tanda tanda keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Putra pertama Pangeran Harry dan Meghan Markle lahir pada 6 Mei 2019 lalu. Bayi itu dinamai Archie Harrison Mountbatten Windsor, tanpa tambahan gelar kebangsawanan.

Menurut komentator Kerajaan Inggris, Richard Fitzwilliams, "Duke dan Duchess of Sussex ingin anak mereka tumbuh senormal mungkin, jadi tak perlu tambahan gelar Earl of Dumbarton." Tidak seperti kelahiran bayi kerajaan lainnya (anak anak Pangeran William, misalnya) Pangeran Harry dan Meghan Markle tidak mengungkap detil kelahiran Archie. Contohnya, mereka melanggar tradisi Kerajaan Inggris dan memutuskan untuk tidak melakukan sesi foto saat keluar dari rumah sakit pasca persalinan.

Malah, Pangeran Harry dan istrinya mengadakan sesi foto privat di Windsor Castle, beberapa hari setelah sang putra lahir. Pasangan beda usia tiga tahun ini juga menyembunyikan lokasi kelahiran Archie, pembaptisan dan ayah baptisnya dari publik. Dalam dokumenter ITV, Meghan Markle mengatakan kepada sang pewawancara, Tom Bradby, beberapa hal terasa lebih sulit sejak ia melahirkan Archie.

Ketika ditanya bagaimana sorotan media mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya, Meghan Markle mengatakan: "Lihat, perempuan mana pun, khususnya ketika hamil, pasti benar benar rapuh, dan itu yang semakin sulit." Ia melanjutkan dengan mata berkaca kaca, "Dan kemudian ketika kamu baru saja punya bayi, kamu tahu? Dan khususnya sebagai perempuan, itu benar benar… berat. Jadi, kamu menambahkan ini saat berusaha menjadi ibu baru atau menjadi pengantin baru, rasanya…"

Meghan Markle juga menambahkan, "Terima kasih sudah bertanya, karena tidak banyak orang yang menanyakan apakah saya baik baik saja. Tapi, itu benar benar hal yang terjadi di balik layar." Menanggapi hal ini, Tom Bradby menanyakan lagi, "Dan jawabannya adalah, apakah itu cukup adil untuk mengatakan, tidak baik baik saja? Seperti, benar benar sulit?" Meghan Markle pun menjawab, "Iya."

Selama wawancara denga Tom Bradby, Pangeran Harry menggambarkan memori tentang meninggalnya Putri Diana sebagai "luka yang bernanah." "Menurut saya, menjadi bagian dari keluarga ini, peran ini, pekerjaan ini, setiap kali saya melihat kamera, setiap kali saya mendengar bunyi 'klik', setiap kali saya melihat kilatan lampu flash, itu mengingatkan masa lalu. Jadi, dalam kaitannya, hal itu merupakan pengingat terburuk dari kehidupannya [Putri Diana], bukan yang terbaik," ungkap Harry. Ia menambahkan, "Tapi seperti yang saya katakan, dengan pekerjaan ini dan segala tekanan yang menyertainya, sayangnya saya hanya teringat pada hal hal buruk."

Dalam wawancara dengan Tom Bradby, Meghan Markle mengungkapkan secara detail bagaimana pandangannya terhadap pers Inggris berubah sejak menjadi bagian dari kerajaan. "Rasanya sulit. Saya kira, semua orang bisa memahaminya, tapi jujur, saya tidak tahu apa apa, yang mana rasanya sulit untuk memahaminya di sini," kata Meghan. "Namun, ketika pertama keli bertemu suami saya, teman teman saya ikut bahagia karena saya juga bahagia."

"Tapi, teman saya dari Inggris berkata pada saya, 'Saya yakin dia [Pangeran Harry] hebat, tetapi kamu jangan melakukannya, karena tabloid tabloid Inggris akan menghancurkan kehidupanmu," lanjut Meghan. Meghan Markle juga menambahkan, awalnya dirinya tidak mempercayai sang teman. "Apa yang kamu maksud," kata Meghan kepada teman temannya.

"Itu tidak masuk akal. Saya sendiri tidak berada di tabloid. Saya tidak paham," pungkasnya. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Newsweek pada 2017, Pangeran Harry menyiratkan dirinya tidak menikmati statusnya sebagai bagian dari keluarga kerajaan. "Kami terlibat dalam modernisasi Kerajaan Inggris. Kami tidak melakukan hal ini untuk diri kami sendiri, tetapi demi kebaikan masyarakat."

Ia menambahkan, "Adakah anggota keluarga kerajaan yang ingin jadi raja atau ratu? Menurut saya tidak, tetapi kami akan melanjutkan tugas tugas kami pada waktu yang tepat." Pangeran Harry tampak tidak menyukai peran atau statusnya sebagai pangeran. Hal ini pun disinyalir sudah terlihat sejak ia masih kecil.

Mantan petugas perlindungan keluarga Kerajaan Inggris, Ken Wharfe, mengingat dirinya tanpa sengaja mendengar percakapan antara Pangeran Harry dan Pangeran William. Saat itu, Pangeran Harry masih berusia empat tahun. "Dan pada akhirnya, Harry mengatakan: 'Kamu akan jadi raja suatu hari nanti, aku tidak. Jadi, aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan,'" kata Ken Wharfe menirukan Pangeran Harry saat itu, sebagaimana diwartakan The Express.

Load More Related Articles
Load More In Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Donald Trump Tantang Joe Biden Lakukan Tes Narkoba Jelang Debat Pemilu AS 2020

Presiden AS Donald Trump menantang rivalnya, Joe Biden untuk menjalani tes narkoba menjela…