Home Regional Imbau Warga Tak Lakukan Ini BMKG Beri Penjelasan Viral Awan Mirip Gelombang Tsunami di Aceh

Imbau Warga Tak Lakukan Ini BMKG Beri Penjelasan Viral Awan Mirip Gelombang Tsunami di Aceh

6 min read
0
0
0

Beberapa hari terakhir, warganet dihebohken oleh sebuah fenomena alam yang langka. Awan Arcus atau yang sering disebut dengan nama awantsunamimuncul di langitMeulaboh, KabupatenAcehBarat. Kemunculan awan yang terlihat bak gelombangtsunamiinimembuat wargasetempat tersebut terkejut.

Tak sedikit dari mereka yang mengabadikannyamenggunakan kamera ponsel. “Warga memang terkejut ya, selain heran, mereka juga banyak yang mengabadikan fenomena alam ini dengan telepon selulernya, juga tidak sedikit mengaitkan dengan mitos mitos kebencanaan," terang seorang warga Aidil Firmansyah kepada Kompas.com melalui telepon selulernya, Senin, (10/8/2020). "Tapi fenomena ini tidak berlangsung lama, hanya setengah jam kemudian awan terbawa angin, lalu cuaca pun mendung sepanjang hari,” lanjutnya.

Hal sama juga disampaikan warga lainnya. Warga bernama Sabrina mengatakan, munculnya awan yang menyerupai gelombangtsunamiitu menimbulkan ketakutan tersendiri bagi warga. “Kami juga sempat takut melihat awan yang begitu hitam pekat, menakutkan sekali. Jarang ada peristiwa seperti ini,” katanya.

Mengenai hal ini, Kasi DataBMKGStasiun Sultan Iskandar Muda, Zakaria angkat bicara. Ia mengatakan, munculnya awan Arcus atau biasa disebut awantsunamitersebut merupakan fenomena langka. Awantsunamimerupakan bagian dari awan kumulonimbus.

Fenomena iniberpotensi menimbulkan angin kencang hingga hujan es. Oleh karena itu, warga yang mengetahui awan tersebut diminta lebih waspada dan dapat menghindari tempat terbuka. "Awan ini merupakan bagian dari awan CB (kumulonimbus). Awan ini merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level (single level)," katanya.

"Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat, bisa juga terjadi kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es," lanjut Zakaria. Hal serupa juga diungkapkan oleh Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko. Ia menjelaskan, fenomena awan bergulung ini disebut sebagai awanrollatau roll cloud .

Fenomena awan bergulung merupakan suatu fenomena alamiah yang biasa terjadi. Roll cloud merupakan salah satu jenisawanarcus(Arcus cloud)," kata Hary saat dihubungiKompas.com, Senin (10/8/2020) sore. Menurut Hary, terdapat dua jenisawanarcus, yaitu shelf clouds dan roll clouds .

Hary mengungkapkan,awanarcusmerupakan awan rendah, panjang, dan tipis yang terkait dengan awan hujan disertai kilat atau petir, dan angin kencang. "Awan tersebut terkadang terlihat di bawah awan cumulonimbus," ujar dia. Ia menambahkan, awan ini berbentuk kolom horizontal yang dapat menggelinding atau bergulung panjang, apabila awan tersebut mengalami perbedaan arah angin di lapisan bagian atas dan bawah.

Hal ini, lanjutnya, terjadi saat suatu aliran udara dingin yang turun dari awan cumulonimbus sampai mencapai tanah. "Udara dingin tersebut diindikasikan menyebar dengan cepat di sepanjang tanah, kemudian mendorong udara lembap dan hangat yang ada di sekitarnya ke atas," paparnya. Saat udara ini naik, uap air mengembun membentuk polaawanarcus. Hary menambahkan, awan tersebut mempunyai ketinggian hingga sekitar 6.500 kaki atau sekitar 2.000 meter atau 2 kilometer.

Ketikaawanarcusterbentuk dengan awan cumulonimbus dandowndraft, hal ini dikaitkan dengan hujan lebat atau hujan es, kilat atau petir, dan angin kencang. Masyarakat sekitar diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. "Sejauh ini kewaspadaan terhadap hujan lebat, kilat atau petir, dan angin kencang terkait dengan hal tersebut," ujar dia.

Viral awan miriptsunamidikaitkan bencana ini berawal dari heboh unggahan foto foto dan video di media sosial. Unggahan @masawep diTwitterpada Senin (10/8/2020) pukul 10.35 WIB itu menarik perhatian netizen. Dalam video berdurasi 29 detik tersebut, tampak gumpalan awan dengan warna hitam bercampur putih.

Awan itu bergulung dan berukuran cukup panjang menyelimuti kota. Awan seperti itu bukan pertama terjadi di Indonesia.

Load More Related Articles
Load More In Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

Karena memberikan keterangan palsu, dua perangkat Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat,…