Home Bisnis IHSG Menguat Level 5.062 Hari Ini di Tengah Pandemi Covid-19 Apa Artinya

IHSG Menguat Level 5.062 Hari Ini di Tengah Pandemi Covid-19 Apa Artinya

2 min read
0
0
8

Sempat diberitakan pasar modal Indonesia terkoreksi drastis lantaran menyebarnya pandemi Virus Corona (covid 19). Sejumlah analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat itu akan bergerak dalam teritori negatif. Bahkan, sempat juga (IHSG) Indonesia mencapai level5.136, atau dalam artian turun hingga 6,5 persen, hal tersebut seperti tertera dalam data penutupan IHSG 9 Maret 2020.

Namun, seiring berjalannya waktu IHSG pun mulai melakukan recovery, seperti terdata pada hari ini Selasa (4/8/2020), IHSG menanjak 56,56 poin atau 1,13% ke level 5.062,79 pada akhir perdagangan sesi I. Dilansir dari , sebanyak 233 saham naik, 145 saham turun dan 157 saham stagnan. Sektor perkebunan menjadi sektor terbesar yang menopang pergerakan saham ke zona hijau, yakni naik 1,04 persen.

Berikut urutannya: Sektor perkebunan naik 1,04 persen. Sektor barang konsumsi naik 1,79 persen.

Sektor manufaktur menguat 1,48 persen. Sektor industri dasar naik 1,32 persen. Sektor tambang naik 1,19 persen.

Sektor infrastruktur menguat 1,13 persen. Sektor keuangan naik 1,10 persen. Sektor aneka industri menguat 0,97 persen.

Sektor perdagangan yang naik 0,59 persen. Terlebih di tengah pandemi Indonesia yang masih belum membaik. "Karena data yang dirilis lebih bagus dari prediksi dan mengindikasikan pemulihan ekonomi,” kata Ariston.

Pihaknya juga mengatakan sentimen aset berisiko terlihat membaik dengan data data indeks aktivitas manufaktur beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, Zona Euro, US. Termasuk Indonesia yang menunjukkan perbaikan. Ariston memproyeksikan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp 14.550 per dollar AS sampai dengan Rp 14.700 per dollar AS.

Load More Related Articles
Load More In Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Serikat Pekerja Minta Influencer Cabut Kampanye RUU Cipta Kerja & Minta Maaf

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras kampanye para influencer di med…