Home Internasional Gadis Ini Kritis & Koma hingga Pakai Ventilator Gara-gara Sering Minum Milk Tea Setiap Hari

Gadis Ini Kritis & Koma hingga Pakai Ventilator Gara-gara Sering Minum Milk Tea Setiap Hari

4 min read
0
0
1

Seorang gadis berusia 18 tahun terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kondisi kritis. Rupanya gadis tersebut menderita banyakdiagnosis penyakit kritis yakni hyperglycemia dan hyperosmolar coma dengan ketoacidosis, syok, rhabdomyolysis, juga gagal ginjal. Dilansir dari , gadis tersebut, Tiantian (nama samaran), merupakan wanita dengan berat sekitar 250 pon.

Ibunya mengungkapkan bahwa putrinya selalu suka minum teh susu (milk tea) dan tidak suka berolahraga. Sejak Januari 2020, lebih dari 100 yuan atau sekitar Rp 190 Ribu lebih dihabiskannya setiap hari untuk memesan minuman manis seperti teh susu dan cola. Akibatnya gadis tersebut harus dilarikan ke rumah sakit lantaran kondisi kritis kesehatannya, yakni di Rumah Sakit Utara Rumah Sakit Ruijin yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiaotong.

Gadis tersebut pun rupanya telah berada di rumah sakit selama hampir sebulan. Saat pertama di larikan ke rumah sakit, dia memiliki mulut kering, polydipsia, dan poliuria, mual dan anoreksia,hingga tak sadarkan diri. Staf medis darurat pada awalnya menganggap koma pasien karena gula darah tinggi, dan segera mengirim pasien ke ruang gawat darurat untuk penyelamatan.

Direktur departemen darurat rumah sakit, Lu Yiming, menginstruksikan tim medis unit perawatan darurat gawat darurat (EICU) untuk menyelamatkan pasien sepanjang malam. Serangkaian tindakan penyelamatan pun dilakukan, seperti ventilasi mekanis intubasi trakea, resusitasi cairan, pendinginan fisik, anti infeksi, dan hemodialisis samping tempat tidur. Setelah 5 hari koma, kesadaran pasien berangsur angsur pulih.

Dan gadis tersebutberhasil lepas dariventilator. Glukosa darah dan berbagai indikator tes darah secara bertahaphasilnya norm. Tidak hanya itu urin sang gadis yang awalnya berwarna coklat, akhirnya warna urinnya kembali normal, termasuk volume urin.

Akhirnya, di bawah perawatan penuh tim EICU, gadis itu keluar dari bahaya dan berhasilmenurunkan berat badannya. Awalnya 250 pound, akhirnya menjadi 180 pound, lantaran kehilangan 70 pound berat badan. Akhirnya gadis itu dipindahkan ke Rumah Sakit Nanxiang Unit Rumah Sakit Medis Ruijin Utara untuk perawatan selanjutnya.

Dia meyakinkan staf medis EICU bahwa dia tidak akan pernah minum teh susu lagi. SemenLu Yiming mengatakan bahwa EICU telah berhasil mengobati 3 kasus pasien yang sakit kritis dengan gula darah yang sangat tinggi seperti gadis ini. Pasien ini kelebihan berat badan, biasanya tidak mengontrol gula darah atau tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes.

Setelah mereka membiarkan glukosa tinggi atau osmolalitas tinggi atau juga ketoasidosis hal tersebut akan berbahaya. Akan mengarah pada sakit kritis dan ada risiko kematian jika tidak segera diobati. Lu Yiming merekomendasikan bahwa orang muda, terutama mereka yang kelebihan berat badan, harus mempertahankan gaya hidup yang sehat.

Makan makanan yang sehat, minum lebih sedikit minuman manis, berolahraga lebih teratur, dan melakukan pemeriksaan fisik secara teratur agar waspada terhadap risiko diabetes.

Load More Related Articles
Load More In Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Donald Trump Tantang Joe Biden Lakukan Tes Narkoba Jelang Debat Pemilu AS 2020

Presiden AS Donald Trump menantang rivalnya, Joe Biden untuk menjalani tes narkoba menjela…