Home Bisnis Ekonomi RI Dinilai Lebih Baik dari Negara Lain Tak Terapkan ”Lockdown”

Ekonomi RI Dinilai Lebih Baik dari Negara Lain Tak Terapkan ”Lockdown”

2 min read
0
0
3

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kinerja perekonomian Indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain yang menerapkan kebijakan lockdown atau isolasi total wilayah. Dalam penanganan pandemi virus corona (Covid 19), pemerintah pun memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Airlangga pun membandingkan kinerja perekonomian Indonesia dengan beberapa negara seperti Malaysia, Thailland, hingga Filipina.

Singapura, yang secara resmi telah mengumumkan realisasi kinerja perekonomian kuartal II menunjukkan kontraksi cukup dalam, yaitu 12,6 persen. "Di dalam kuartal II berbagai negara pertumbuhan ekonomi negatif akibat dari kegiatan pencegahan Covid 19 dalam bentuk lockdown, berbagai negara turun cukup dalam," ujar dia dalam peluncuran Digital Kredit UMKM (DigiKU) melalui video conference, Jumat (17/7/2020). Dia merinci, untuk Malaysia pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini diperkirakan negatif 8,4 persen, Thailand 11,1 persen, Filipina 17,6 persen.

Selain itu juga Brazil 11 persen dan India bahkan 20 persen. Pemerintah pun memproyeksi pada kuartal II tahun ini pertumbuhan ekonomi akan tertekan hingga tumbuh negatif 3,8 persen sampai 4,2 per "Bahkan ada prediksi mendekati 4,5 persen," ujar dia.

Airlangga pun optimistis, kinerja perekonomian hingga akhir tahun akan mulai tumbuh negatif. Dirinya berahap di kuartal III minimal Indonesia bisa pulih dengan pertumbuhan di kisaran 1 persen hingga 0 persen. Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo menilai langkah pemerintah tidak melakukan karantina wilayah atau lockdown dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid 19 sudah tepat.

Ia menyebutkan, jika kebijakan lockdown diberlakukan, hal itu akan berimbas fatal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu, mungkin (pertumbuhan ekonomi) bisa minus 17 (persen)," kata Presiden Jokowi saat saat rapat dengan para gubernur di Istana Bogor, Rabu (15/7/2020), dikutip dari Setkab.go.id.

Load More Related Articles
Load More In Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Serikat Pekerja Minta Influencer Cabut Kampanye RUU Cipta Kerja & Minta Maaf

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras kampanye para influencer di med…