Home Regional Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

4 min read
0
0
2

Karena memberikan keterangan palsu, dua perangkat Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung ditahan. PJ Kades Campurdarat, Dian Wahyu Saptoto mengatakan jalannya roda pemerintahan desa tidak mengalami gangguan. "Kami prihatin dengan masalah ini. Tapi kami menyerahkan semua pada mekanisme hukum yang ada," terang Dian.

Dua perangkat yang ditahan itu adalah Suwignyo, staf Kasun Ngingas dan Heru Sumarsono Kasi Pemerintahan Desa Campurdarat. Mereka kini dititipkan di Lapas Kelas IIB Tulungagung. Dian menilai kasus yang menjerat dua perangkat ini adalah masalah pribadi. Sebab mereka menjadi saksi dalam sidang pembunuhan pasangan dan Adi Wibowo dan Suprihatin atas kemauan sendiri.

Pemerintah desa tidak pernah memerintahkan mereka untuk menjadi saksi. Dian mengaku pernah memberikan keterangan di Polres Tulungagung, seputar perkara yang menjerat dua perangkat ini. "Saya hanya menjelaskan apa yang saya ketahui saja. Sebab saat pembunuhan itu terjadi, saya belum menjabat PJ Kades," sambung Dian.

Yang ditanyakan penyidik adalah seputar buku registrasi surat. Sebab sebelumnya Suwignyo dan Heru bersaksi bahwa dua terdakwa, Deni Yonatan Fernando Irawan alias Nando (25) dan Muhammad Rizal Syahputra (22) bukan pelakunya. Hal ini berdasarkan bukti registrasi surat perjalanan yang diajukan dua terdakwa ini ke desa.

Dengan registrasi surat itu dua perangkat ini memberi pembelaan, saat pembunuhan para terdakwa sudah ada di luar pulau. "Saya baru menjabat Februari 2020, sedangkan pembunuhan itu terjadi November 2018. Jadi saya tidak tahu soal registrasi surat itu," tutur Dian. Dian memastikan roda pemerintahan di Desa Campurdarat tidak terganggu.

Tugas perangkat yang ditahan diambil alih oleh perangkat lain. Misalnya tugas staf Kasun kini dikerjakan sepenuhnya oleh Kepala Dusun. "Saya sudah ingatkan semua perangkat, agar lebih berhati hati. bekerjalah sesuai dengan aturan," tegas Dian.

Pasangan Adi Wibowo (61) dan Suprihatin (50) ditemukan tewas pada November 2018. Setelah satu tahun, polisi berhasil mengungkap dua pelaku, Nando dan Rizal. Saat proses persidangan, dua perangkat ini memberikan keterangan yang meringankan para terdakwa.

Mereka menegaskan bahwa Nando dan Rizal berada di Kalimantan saat pembunuhan terjadi. Namun fakta persidangan membuktikan, Nando dan Rizal ada di Tulungagung saat pembunuhan terjadi. Hakim langsung memerintahkan Suwignyo dan Heru ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dinilai memberikan keterangan palsu dalam persidangan yang disumpah. Nando dan Rizal akhirnya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, pada 23 Maret 2020. Polisi juga menetapkan Suwignyo dan Heru sebagai tersangka di hari yang sama.

Selama proses hukum di kepolisian, Suwignyo dan Heru tidak ditahan. Berkas keduanya dinyatakan lengkap (P21) pada 8 Mei 2020. Penyidik kepolisian melimpahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan pada Rabu (18/8/2020).

Dua perangkat ini ditahan dan dititipkan ke Lapas Kelas IIB Tulungagung. (David Yohanes)

Load More Related Articles
Load More In Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ini Katanya Cemburu Lihat Korban Boncengan dengan Pria Lain Suami Nekat Jambret Tas Istri Sendiri

Aksi jambret kali ini dilakukan oleh seorang pria bernama Robi (40). Namun ternyata aksi j…