Home Corona Dokter Reisa Bawa Mikrofon Sendiri kisah di Balik Layar Siaran Update Penanganan Covid-19

Dokter Reisa Bawa Mikrofon Sendiri kisah di Balik Layar Siaran Update Penanganan Covid-19

6 min read
0
0
4

Dokter Reisa Broto Asmoro berbagi cerita di balik layar konferensi pers update perkembangan covid 19 di Indonesia yang biasa disiarkan pukul 15.30 WIB. Dokter Reisa kini ikut tampil di siaran update tersebut karena ia baru saja ditunjuk sebagai Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid 19. Siaran update covid 19 akan dibuka terlebih dulu oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid 19 Ahmad Yurianto, baru setelah itu dokter Reisa mulai untuk memberikan pesan pesan terkait adaptasi new normal.

Melalui insta story instagramnya, dr. Reisa menceritakan kalau waktunya berbicara di depan kamera ia dan Ahmad Yurianto akan membuka masker. Dokter Reisa pun sudah diatur jarak berdiri antara dirinya dan Ahmad Yurianto sekitar dua meter. "Kalau lagi ngomomg karena sendirian dan jarak saya sama Pak Yuri lebih dari dua meter, jarak dengan kamera tiga meter, kalau lagi ngomong ke kamera gak pakai masker, pas selesai ketemu orang lain pakai masker lagi," ucap dr. Reisa melalui instagramnnya, @reisabrotroasmoro, Rabu (10/6/2020).

Kemudian dr. Reisa dan Ahmad Yurianto membawa mikrofon masing masing, jadi kalau selesai berbicara microfonnya langsung dicopot. "Mikrofonnya bawa sendiri sendiri, jadi setiap orang berbeda abis selesai ngomong diambil lagi," kata dr. Reisa. Sejak tampil sebagai Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid 19 mulai 8 Juni 2020 lalu, dr. Reisa memilih menggunakan pakaian formal dengan atasan blazer dan celana panjang.

Dr. Reisa juga menambahkan penggunaan syal kecil di leher untuk mempermanis penampilanya saat menggunakan blazer berwarna biru muda. KemarinDokter Reisa Broto Asmoro mengungkapkan bahwa protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan COVID 19 hingga 85 persen. Hal itu dijelaskan Dokter Reisa sebagaimana menurut hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal ilmiah Lancet. Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain.

"Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020). Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID 19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan. Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum.

Sebagaimana yang diketahui bahwa virus SARS CoV 2 menular atau ditularkan melalui droplet atau percikan air liur. Maka dalam hal ini Dokter Reisa juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah, terutama apabila menggunakan layanan transportasi publik. "Virus corona jenis baru penyebab COVID 19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi," jelasnya.

Selanjutnya apabila terpaksa menggunakan transportasi umum, Dokter Reisa juga mengimbau masyarakat agar menghindari memegang gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, atau barang barang yang disentuh oleh orang banyak. Kalau terpaksa, maka harus langsung cuci tangan. Apabila tidak memungkinkan, menggunakan air dan sabun, maka dapat menggunakan hand rub dengan kadar alkohol minimal 70%," tuturnya.

Kemudian, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan barang barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum. Selain itu, mengkonsumsi makanan atau minuman di transportasi umum juga sebaiknya tidak dilakukan, sebab dapat terkontaminasi. "Hindari menggunakan telepon genggam di tempat umum, terutama apabila berdesakan dengan orang lain, sehingga tidak bisa menjaga jarak ama," jelasnya.

"Hindari makan dan minum, ketika berada di dalam transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi, apalagi kalau menggunakan tangan yang tidak bersih," pungkas Dokter Reisa.

Load More Related Articles
Load More In Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pemerintah Diminta Petakan Potensi Kendala Laboratorium Tes Swab di Seluruh Indonesia

Praktisi Lab Molekular Diagnostik DKI Jakarta Ungke Antonjaya mengusulkan agar pemerintah …