Home Metropolitan Dijamin 100 Persen Halal Makna Mendalam Nama ‘Nasi Anjing’ yang Sempat Bikin Geger & Resah

Dijamin 100 Persen Halal Makna Mendalam Nama ‘Nasi Anjing’ yang Sempat Bikin Geger & Resah

8 min read
0
0
2

Indahnya makna nama 'Nasi Anjing' yang sempat membuat geger di tengah pandemi corona. Di tengah wabah corona, banyak masyarakat yang berlomba lomba untuk membagikan makanan pada mereka yang membutuhkan. Belakangan, salah satu donatur membuat geger dengan mambagikan nasi bungkus dengan nama 'Nasi Anjing'.

Tak pelak, banyak penerima nasi bungkus tersebut yang merasa resah lantaran takut jika nasi tersebut berisi daging anjing. Tidak sedikit pula warga yang merasak dilecehkan dengan 'Nasi Anjing' ini. Padahal fakta sesungguhnya dari 'nasi anjing' tidak demikian.

Bantuan yang diberikan kepada warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/4/2020) ini hanyalah nasi bungkus biasa. Hanya saja di bungkusnya tertera logo kepala anjing disertai tulisan nasi anjing. Namun, logo kepala anjing itu telah membuat warga salah paham dan melaporkan sang donatur ke pihak berwajib.

Berdasarkan keterangannya, ada warga yang melapor mendapat bantuan berupa nasi berlogo anjing dari seorang donatur. Warga yang menerima bantuan di tengah wabah virus corona adalah masyarakat di sekitar Masjid Babab Alun alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Warga melaporkan telah menerima nasi bungkus berlogo kepala anjing dan ada tulisan berbunyi nasi anjing, nasi orang kecil bersahabat dengan nasi kucing.

#JAKARTATAHANBANTING," terang Yusri dikonfirmasi Warta Kota Minggu (26/4/2020). Menurutnya, warga melapor karena merasa dilecehkan dengan adanya bantuan tersebut. Selain itu ada pula kekhawatiran bahwa lauk yang diberikan dibuat dari daging anjing.

Berangkat dari laporan tersebut, pihaknya kemudian langsung mengamankan sang donatur, yakni komunitas ARK Qahal. Dikutip dari Kompas.com, perwakilan dari ARK Qahal pun mengungkapkan alasan memberi bantuan dengan nama 'nasi anjing'. Taksepertinamanya, ternyata makna 'nasi anjing' yang sesungguhnya sangat dalam.

Berdasarkan pengakuan sang donatur, istilah anjing yang digunakan merujuk pada sifat sang hewan, yakni setia dan mampu bertahan hidup di tengah kesulitan. "Istilah yang digunakan dengan nama anjing karena menganggap anjing hewan yang setia. Karena porsinya lebih besar sedikit dari nasi kucing dan diperuntukkan untuk orang kecil untuk bertahan hidup," ungkap Yusri.

Adapun untuk lauk pihak donatur berani menjamin semuanya terbuat dari bahan bahan yang halal. Seperti cumi, sosis, daging sapi, ikan teri. Jadi, bukan terbuat dari daging anjing seperti namanya.

Menurut keterangan Yusri, pihak warga dan donatur yang sempat salah paham kini sudah berbaikan. Surat kesepakatan damai telah ditandatangani masing masng pihak pada Minggu (26/4/2020) "Mereka (komunitas ARK Qahal) mengaku tidak ada maskud untuk merendahkan dan menghina pihak manapun.

Dan tidak ada tujuan lain selain hanya sekedar membantu," kata Yusri dalam keterangannya, Senin (27/4/2020). "Kedua belah pihak sudah menganggap permasalahan ini telah selesai dan tidak ada tuntutan lainnya di kemudian hari baik secara pidana maupun perdata," jelas Yusri. Di tengah wabah, pemerintah menjanjikan adanya bantuan sosial dari pemerintah.

Sayangnya, tidak sedikit bantuan pemerintah yang justru salah sasaran dan dibagikan pada mereka yang berkecukupan. Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak membenarkan jika namanya masuk dalam daftar penerima bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padalah, bansos tersebut diperuntukan bagi warga miskin dan warga rentan miskin yang terdampak Covid 19.

"Iya betul (itu nama saya). Itu di RT saya, enggak ada lagi," ucap Johnny saat dihubungi, Rabu (22/4/2020). Politisi PDI P ini pun mengaku tak tahu menahu mengapa namanya bisa masuk dalam daftar tersebut. Bahkan, Ketua RT dan RW di wilayahnya yakni Kelurahan Lago, Koja, Jakarta Utara, pun tak merasa memasukkan nama Johnny dalam daftar penerima bansos.

"Warga ada yang mengembalikan karena dia merasa tidak berhak apalagi saya yang harusnya ikut urunan kepada masyarakat. Di sinilah kelihatan sekali bahwa tidak melibatkan RT dan RW. Main comot saja itu kelihatan. Karena RT dan RW saya kan kenal sama saya," kata dia.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Johnny pun mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki data penerima bansos. Jangan sampai ada yang salah sasaran seperti dirinya. "Masa saya dapat itu, nah ini sebagai warning kepada Pemda ketika memberikan data itu ya kepada Pempus atau Pemda harus hati hati.

Enggak bisa lagi secara acak, harus betul betul," tambahnya. Diketahui, dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 Tentang Penerima Bantuan Sosial Bagi Penduduk yang Rentan Terdampak Covid 19 Dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok Selama Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta pendistribusian bansos akan diberikan kepada 1.194.633 kepala keluarga. Jumlah ini berbeda dengan yang pernah disebutkan Anies sebelumnya yakni sebanyak 1,25 juta KK yang bakal menerima bansos.

Paket bantuan yang diberikan berisi bahan pangan pokok yaitu beras lima kilogram satu karung, sarden dua kaleng kecil, minyak goreng 0,9 liter satu bungkus, biskuit dua bungkus, serta masker kain dua lembar, sabun mandi dua batang, dan tidak ada pemberian berupa uang tunai.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…