Home Regional Dewan Adat di Maluku Tengah Paksa Tutup PAUD Tak Terima Dikritik Soal BLT

Dewan Adat di Maluku Tengah Paksa Tutup PAUD Tak Terima Dikritik Soal BLT

2 min read
0
0
0

Kisruh pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk penanganan pandemi Covid 19telah terjadi. Di kecamatan Telutih, Maluku Tengah, sebuah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bahkan terancam tutup imbas dari kritikan pendirinya atas pembagian BLT yang dinilai tidak tepat sasaran. Keputusan resmi dewan adat itu diduga kuat berkaitan dengan kritikan pendiri yang juga Kepala PAUD, Nurwahyuni Haryanto terkait pembagian BLT.

Dia sangat menyesalkan keputusan Saneri negeri Wolu lantaran sikap kritisnya malah berujung desakan mencabut izin Lembaga Pendidikan yang didirikannya. "Utusan saneri menyatakan hal (keputusan) tersebut langsung kepada saya. Selain itu, istri bapa raja, menyampaikan hasil rapat saneri dalam akun facebooknya Azzkha Cahya Hallaw. Bahwa desakan tersebut akan ditindaklanjuti ke Bupati dan dinas terkait lainnya," ungkapnya. Menurutnya, sikap kritisnya sangat wajar, apalagi terdapat temuan lapangan penyaluran yang tidak tepat sasaran.

"Dua orang ketua RT kebagian BLT padahal aturannya mereka tidak berhak. Kenyataannya banyak nama penerima yang kemudian dirubah lantaran ada protes warga. Mekanismenya sedari awal juga kacau," katanya. "Dewan adat tidak beralasan dan merupakan bentuk intimidasi dan pembodohan." tandasnya. Saat dihubungi, nomor telepon genggam kepala pemerintahan negeri Wolu berada diluar jangkauan.

Sementara itu, Camat Telutih, Rustandi Wailissa mengaku tidak tau menau soal kisruh BLT di negeri Wolu, namun dia meminta pihak yang dirugikan untuk membuat pelaporan ke Korwil Bidang Pendidikan. "Kepala sekolahnya silahkan membuat pelaporan ke Korwil Bidang Pendidikan agar pihak terkait bisa dipanggil," cetusnya.

Load More Related Articles
Load More In Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

Karena memberikan keterangan palsu, dua perangkat Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat,…