Home Corona Circuit Breaker Singapura Diperpanjang hingga 1 Juni Peraturan Semakin Tegas Covid-19

Circuit Breaker Singapura Diperpanjang hingga 1 Juni Peraturan Semakin Tegas Covid-19

12 min read
0
0
2

Perdana Menteri (PM) Singapura,Lee Hsien Loong, menegaskan bahwa pencegahan Covid 19 di Singapura melalui circuit breaker akan diperpanjang. Langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 tersebut diperpanjang hingga 1 Juni 2020 meski sejatinyaakan berakhir 4 Mei 2020, mendatang. PM Lee menyebut bahwa perpanjangan masacircuit breaker untuk memberikan langkah yang cukup dalam penanganan terhadap COvid 19.

Seperti dikutip dari , pengumuman tersebut diungkap PM Lee dalam pidato kelimanya di tenah pandemi corona. Menurut PM Lee, langkah langkah circuit breaker mulai berpengaruh. Terbukti dari jumlah kasus di tengah masyarakat telah menurun dalam beberapa hari terakhir.

PM Lee juga menekankan pentingnya mengurangi jumlah kasus yang tidak terhubung, mencatat bahwa jumlahnya belum turun. "Ini menunjukkan bahwa ada reservoir yang lebih besar dan tersembunyi dari kasus Covid 19 di masyarakat, dan reservoir ini adalah sumber dari kasus kasus yang tidak terkait, yang belum kami deteksi," kata PM Lee. Oleh karena itu, pihaknya akan berfokus menurunkan jumlah kasus yang bersumber dari komunitas.

Juga untuk mencegah kebocoran kasus dari asrama ke komunitas yang lebih luas, PM Lee mengatakan bahwa negara harus melanjutkan langkah langkahcircuit breaker yang ketat. Dia meminta warga Singapura untuk tinggal di rumah. Lalu menegaskan agar warga hanya keluar untuk keperluan memenuhi kebutuhan pokok, seperti membeli makanan atau bahan makanan.

PM Lee juga mengatakan bahwa jika keluar diperlukan, anggota masyarakat harus pergi sendiri. Bukan sebagai kelompok atau sekeluarga. Adapun circuit breaker pertama kali diumumkan pada 3 April, awalnya dijadwalkan berakhir 4 Mei.

Langkah langkah pemutus sirkuit di antaranya sebagian besar tempat kerja ditutup atau diamanatkan untuk telekomunikasi, terkecuali terkait dengan layanan penting. Sekolah dan institut pendidikan tinggi (IHL) juga pindah ke pembelajaran berbasis rumahan. PM Lee saat itu menyarankan warga Singapura untuk tinggal di rumah dan mengatakan pertemuan harus dibatasi pada anggota rumah tangga yang sama.

Dia juga mengatakan orang harus pergi keluar untuk melakukan hal hal penting, seperti pergi membeli makanan, atau bekerja di layanan penting. Untuk pertama kalinya, jumlah kasus positif virus corona atau Covid 19 di Singapuramenyentuh angka 1.000 lebih. Angka tersebutdiumumkan oleh otoritas Singapura pada hari ini, Senin (20/4/2020),

Mengutip Kompas.com, Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengumumkan 1.426 pasien baru, angka harian tertinggi sejak kasus pertama Covid 19 di Singapura dilaporkan pada 23 Januari. Ini adalah kelima kalinya dalam seminggu, Singapura mencatatkan jumlah kasus baru terbanyak dibandingkan hari hari sebelumnya. Negeri "Singa" mencatat 386 pasien baru, yang kemudian dilampaui dengan 447 pasien pada 15 April.

Selang sehari kemudian 728 pasien baru terpapar corona di Singapura. Angka pasien baru hampir menembus empat digit pada Sabtu (18/4/2020) dengan 942 pasien baru terinfeksi virus corona. Sama seperti hari hari sebelumnya, lonjakan kasus baru pada hari ini didominasi oleh pekerja asing di bidang konstruksi yang tinggal di asrama.

Mereka mayoritas berasal dari Bangladesh dan India. Hanya 16 pasien atau 1,1 persen yang warga Singapura dan Permanent Resident . Tambahan 1.426 pasien ini menjadikan Singapura sebagai negara pasien terbanyak Covid 19 di Asia Tenggara yaitu sebanyak total 8.014 kasus. Korban meninggal dunia sebanyak 11 pasien termasuk 2 Warga Negara Indonesia (WNI) Indonesia dan Filipina berada di bawah Singapura dengan masing masing 6.575 dan 6.259 kasus Covid 19.

Lonjakan ini sangat pesat, karena Senin pekan lalu Singapura baru memiliki total 2.532 pasien. Sebanyak 18 asrama pekerja konstruksi asing telah dikarantina untuk mencegah penyebaran lebih jauh antara mereka. Sebagian dari pekerja asing yang sehat juga dipindahkan sementara waktu untuk tinggal di hotel, apartemen kosong, kamp militer, dan akomodasi terapung.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) juga mewajibkan seluruh pekerja asing di bidang konstruksi untuk berhenti bekerja dan tinggal di rumah mulai hari ini sampai 4 Mei mendatang. Selain kasus di asrama, ditemukan juga sejumlah kasus Covid 19 di lokasi konstruksi tempat mereka bekerja. Total ada 284.000 pekerja konstruksi asing di Singapura yang berperan besar membangun apartemen, hotel, rumah sakit, dan MRT Singapura.

Negeri “Singa” saat ini berada dalam status circuit breaker atau setengah lockdown sejak 7 April. Rencananya status ini akan berlaku hingga 4 Mei. Namun, muncul pertanyaan apakah setengah lockdown ini akan diperpanjang mempertimbangkan lonjakan kasus yang terus terjadi.

Kecemasan juga mulai muncul mengenai kapasitas rumah sakit dan tenaga kesehatan jika jumlah pasien yang terinfeksi terus menyentuh tiga atau empat digit sehari. Perkembangan kondisi terkait pandemi virus corona masih terjadi. Dinamika penambahan jumlah kasus, kematian, maupun jumlah pasien sembuh terus berubah.

Hingga Minggu (19/4/2020) sore, jumlah kasus infeksi Covid 19 di dunia telah mencapai 2.341.066 (2,3 juta) kasus. Dari jumlah tersebut, lebih dari 161.000 pasien meninggal dunia. Sementara itu, 599.979 pasien telah dinyatakan sembuh. Virus ini hampir menjangkit seluruh negara di dunia, termasuk negara negara anggota ASEAN.

Melansir ASEAN Briefing, Minggu (19/4/2020), berikut adalah perkembangan terbaru soal kondisi wabah virus corona di negara negara ASEAN: Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kasus infeksi Covid 19 di Brunei Darussalam adalah 137 kasus. Hingga kini, kasus kematian yang dicatatkan adalah satu kasus.

Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 113 orang. Kamboja telah melaporkan 122 kasus infeksi Covid 19 yang terjadi di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, 105 pasien telah dinyatakan sembuh.

Kamboja belum mencatatkan adanya kasus kematian yang terjadi akibat virus corona di negaranya. Hingga Minggu (19/4/2020), ada 327 kasus baru Covid 19 yang diumumkan pemerintah Indonesia. Dengan adanya kasus baru ini, jumlah total infeksi Covid 19 di negara ini telah mencapai 6.575 kasus.

Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara kedua di ASEAN yang memiliki kasus terbanyak virus corona setelah Singapura. Hingga kini, ada 582 pasien yang telah meninggal. Sedangkan jumlah pasien sembuh adalah sebanyak 686. Sejauh ini, Laos baru melaporkan 19 kasus virus corona yang terjadi di negaranya.

Dari kasus kasus yang dilaporkan, 2 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara, Laos belum mengumumkan adanya pasien yang meninggal akibat infeksi Covid 19 ini. Malaysia melaporkan 5.389 kasus infeksi Covid 19 yang telah terjadi di negaranya.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari kasus yang telah dilaporkan sebelumnya dan 84 kasus baru yang diumumkan pada hari ini (19/4/2020). Selain itu, ada satu kematian baru yang dilaporkan terjadi. Oleh karena itu, jumlah total pasien meninggal dunia adalah 89 orang.

Sedangkan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh adalah sebanyak 3.197 orang. Myanmar telah mencatatkan 107 kasus virus corona yang terjadi di wilayahnya. Jumlah tersebut diperoleh setelah ada 9 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari ini, Minggu (19/4/2020).

Sebanyak 5 orang telah dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi Covid 19 ini. Sementara itu, jumlah pasien sembuh berjumlah 5 orang. Filipina menjadi salah satu negara dengan kasus Covid 19 terbanyak di antara negara negara ASEAN lain setelah Singapura dan Indonesia.

Hari ini (19/4/2020), Filipina melaporkan adanya 172 kasus infeksi baru dan 12 kasus kematian baru yang terjadi di wilayahnya. Jumlah total kasus virus corona di negara ini pun menjadi 6.259 kasus. Sedangkan jumlah kematian yang telah terjadi adalah 409 kasus.

Sementara itu, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh adalah sebanyak 572 orang. Hari ini, Minggu, terdapat 596 kasus infeksi Covid 19 baru yang dilaporkan di Singapura. Di hari sebelumnya, Sabtu (18/4/2020), 942 kasus baru juga telah dilaporkan.

Jumlah kasus baru yang menunjukkan peningkatan tajam membuat Singapura menjadi negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di antara negara negara ASEAN lain. Hingga Minggu (19/4/2020), jumlah total kasus virus corona di Singapura mencapai 6.588 kasus. Dari jumlah tersebut, 11 orang meninggal dunia dan 740 pasien telah dinyatakan sembuh.

Thailand mencatatkan 32 kasus baru Covid 19 pada Minggu (19/4/2020). Oleh karena itu, jumlah total kasus virus corona di negara ini menjadi 2.765 kasus. Sementara itu, terdapat 47 kasus kematian yang terjadi.

Sedangkan 1.928 pasien telah dinyatakan sembuh. Hingga kini, jumlah kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di Thailand sebanyak 268 kasus. Dari jumlah tersebut, 203 pasien telah dinyatakan sembuh.

Hingga kini Vietnam belum melaporkan adanya pasien yang meninggal akibat Covid 19 ini.

Load More Related Articles
Load More In Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pemerintah Diminta Petakan Potensi Kendala Laboratorium Tes Swab di Seluruh Indonesia

Praktisi Lab Molekular Diagnostik DKI Jakarta Ungke Antonjaya mengusulkan agar pemerintah …