Home Metropolitan Bupati Bogor Akan Cabut Plang Tulisan Arab yang Banyak Terlihat di Kawasan Puncak Bogor

Bupati Bogor Akan Cabut Plang Tulisan Arab yang Banyak Terlihat di Kawasan Puncak Bogor

11 min read
0
0
4

Setelah ditangkapnya 4 orang pelaku sindikatkawinkontrakdi kawasan Puncak,BupatiBogorAdeYasinmengaku khawatir citra kawasan wisata Puncak akan menjadi negatif bila dibiarkan. Setelah melakukan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tim gabungan dibentuk untuk menyelesaikan persoalakawinkontrakdi kawasan Puncak Bogor. "Ini mungkin bukan hanya 4 orang, mungkin saja masih banyak pelaku pelaku yang lainnya yang harus terus kita lakukan investigasi biar pelaku pelaku yang lainnya biar kita tangkap juga," kataAdeYasindalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Senin (23/12/2019) malam.

Dia menjelaskan bahwa langkah ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para kepala desa di kawasan Puncak demi memantau pergerakan prostitusi di kawasan wisata ini. Selain itu, kata dia, reklame reklame yang berisi tulisan Arab juga akan ditertibkan. "Dalam waktu dekat kami akan lakukan penertiban reklame reklame yang tanpa izin dan berbahasa Arab, karena ini di Indonesia, harusnya memakai bahas Indonesia bukan Arab dan jangan sampai dijadikan kawasan yang legal untuk prostitusi dan sebagainya," kataAdeYasin.

Tidak hanya yang tak berizin, reklame yang berisi tulisan Arab berizin juga akan turut ditertibkan. "Yang berizin pun katika pakai label Arab, akan kita tertibkan karena ini di Indonesia ya, bukan di Arab. Tapi yang tidak berizin apalagi. Termasuk villa akan kita sisir kembali," kata Ade. Dia mengaku bahwa pihaknya akan bekerja keras menghilangkan prostitusi dan jugakawinkontrakdi kawasan Puncak Bogor.

Ade mengatakan bahwa ini menjadi tanggung jawab bersama setelah kejadian kejadian sepertikawinkontrakditemukan di Puncak. "Kami dari Polisi, Kejaksaan, Kodim, MUI dan semua yang terlibat termasuk Imigrasi, akan kita buat tim gabungan untuk menghabiskan kondisi seperti ini, fenomena seperti ini, supaya kembali bersih, Puncak kembali menjadi destinasi wisata nasional yang aman dan nyaman didatangi," ungkapAdeYasin. Diberitakan sebelumnya, praktik prostitusi berkedok di , dibongkar Polres Bogor.

Praktik di , bermula dari banyaknya atau datang untuk berlibur ke kawasan berhawa dingin di kaki Gunung Gede dan Pangrango itu. Lama waktu liburan para turis itu tidak sebentar. Tidak sedikit dari mereka berlibur di hingga 3 bulan lamanya.

Berawal dari banyaknya itulah kemudian muncul praktik menyediakan wanita sebagai teman tidur. Tarif disepakati antara pelanggan (turis Arab) dengan si wanita yang akan dikawinkan. Tarif akan semakin tinggi, jika wanita yang disodorkan para mucikari cantik dan usianya masih muda.

Lamanya waktu tergantung waktu turis itu berlibur. Waktu yang dilakukan turis dengan wanita lokal ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pihak yang menentukan lamanya waktu adalah si pelanggan.

Bisa seminggu, sebulan bahkan sampai tiga bulan. Setelah proses selesai, tidak ada kata cerai. Si turis pulang begitu saja ke negara asalnya.

"Sesuai permintaan, minta 5 hari, karena dia stay di Puncak 5 hari, jadi selama stay di Puncak dia bayar sewanya (kawin kontrak) 5 hari," kata Kasat Reskrim Polres Bogor di Mapolres Bogor, Senin (23/12/2019) malam. Praktik di Puncak sebenarnya modus prostitusi terselubung dilakukan sekelompok orang yang selama ini meraup rupiah dari banyaknya turis di . Praktik seperti itu sudah terjadi sejak belasan tahun lalu.

Modusnya, sopir taksi yang juga merangkap sebagai mucikari menawarkan wanita kepada itu untuk dijadikan istri kontrak. Jika si turis telah memilih seorang wanita untuk dijadikan istri kontrak, proses akan segera digelar. Di tempat yang sudah ditentukan seperti vila atau hotel di Puncak, si wanita datang dengan seorang pria yang diaku sebagai walinya.

Kemudian si wali menikahkan wanita dengan . Proses ijab kabul hanya memakan waktu sekitar 5 menit. Kapolres Bogor menjelaskan, para mucikari yang diamankankan ini di kawasan Cisarua Puncak, bermodus sebagai sopir turis wisatawan .

Saat bertemu dengan turis , mereka akan menawarkan wanita wanita untuk dijadikan istri kontrak. Lama bervariari, antara 5 hari hingga 1 bulan tergantung lama waktu turis tersebut berlibur di Indonesia. "Modus mereka sebagai sopirnya turis termasuk menawarkan kawin kontrak dan bersangkutan juga jadi walinya, jadi tanpa ada penghulu," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers, Senin (23/12/2019) malam.

Pada saat transaksi juga disepakati oleh kedua belah pihak terkait tarif hingga lama waktu yang dipilih turis tersebut. "Tanpa ada penghulu, saat pernikahan, turis tersebut tinggal mengikuti kata kata pelaku dan tinggal bilang na'am (iya) sehingga terjadi proses ," ujar Muhammad Joni. Tarif tergantung kepada wanita yang sudah dipilih oleh turis tersebut.

Misalnya disepakati misalnya Rp 7 juta selama 5 hari. AKBP Muhammad Joni menjelaskan, untuk tarif semuanya akan diserahkan kepada wanita atau korban. "Dia bawa misalkan 6, 7, bahkan 8 orang (wanita), mana yang diminati turis tersebut, maka disitulah transaksi tersebut. Setelah itu yang bersangkutan misalnya menggunakannya 5 hari, ya 5 hari tidak ada kata kata talak, langsung tinggal pulang ke negaranya masing masing," kata Muhammad Joni.

Dia menjelaskan bahwa dalam ini, dipastikan tidak ada keterlibatan amil dari KUA Kementerian Agama . Selain itu, para pelaku maupun para wanita yang terlibat ini semuanya berasal dari luar Bogor. "Sejauh ini tidak ada (keterlibatn KUA). Bisa kita pastikan bahwa amilnya bodong, penghulunya tak jelas," kata Joni.

Kasat Reskrim Polres Bogor menambahkan bahwa wanita yang dijadikan ini akan menemani turis selama berlibur di Puncak Bogor dengan menyewa vila. Lama waktu ini sesuai dengan keinginan tamu tersebut mulai dari beberapa hari hingga sampai satu bulan lamanya. Hingga kini status wanita dalam kawin kontrak ini masih diselidiki.

"Korban (wanita) masih kita pelajari, yang pasti mereka sudah melakukan itu sudah beberapa kali termasuk mantan TKI. Mereka tahu juga mau dinikahin kontrak," kata . Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 4 orang pelaku penyedia wanita untuk khusus tamu asal di Bogor berhasil ditangkap polisi. Mereka terdiri dari pelaku wanita berinisial ON dan IM serta BS dan K pelaku laki laki.

Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, . Dalam satu lokasi, pelaku ini beroperasi berpasangan meskipun mereka bukanlah suami istri. "Dari hasil lidik kita, kita tindak lanjuti dengan pengungkapan di dua TKP, yang satu tersangkanya perempuan dan laki laki, yang satu lagi juga laki laki dan perempuan," kata Kapolres Bogor .

Para pelaku ini, kata Joni, merupakan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah sehingga fasih berbahasa Arab dan mengenal aksen bahasa Arab para turis Timur Tengah. Selain itu, sebanyak enam orang wanita asal Sukabumi juga turut diamankan karena jadi korban dalam bisnis haram tersebut. "Hasil keterangan tersangka, 2 orang berasal dari Sukabumi, 2 orang dari Cianjur. Sedangkan korbannya (6 orang wanita) semua dari Sukabumi," kata Joni.

Polisi juga berhasil menyita barang bukti dua unit mobil, 11 unit ponsel serta uang transaski senilai Rp 7 juta. Joni menjelaskan bahwa uang Rp 7 juta itu merupakan tarif yang berhasil diungkap antara pelaku dengan seorang turis berinisial H. "Orang kita amankan juga dengan inisial H. Ini barang bukti negosiasinya Rp 10 juta. Dilakukan negosiasi, mintanya Rp 7 juta harga deal selama sekitar 5 hari. Jadi kita kenakan UU tindak pidana perdagangan orang di UU nomor 21 tahun 2007 pasal 2 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun," ungkap Joni.

Load More Related Articles
Load More In Metropolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Wakil Wali Kota Jakpus Datangi Wisma Antara Lima Pegawai Kantor Berita Antara Positif Covid-19

Peninjauan di lantai 19 dan 20 gedung tersebut karena adalima pegawai Kantor Berita Antara…