Home Bisnis BRI Mudahkan Nasabah Mekaar Naik Kelas Mendapat Pembiayaan KUR

BRI Mudahkan Nasabah Mekaar Naik Kelas Mendapat Pembiayaan KUR

2 min read
0
0
2

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro kepada nasabah Mekaar naik kelas di Labuan Bajo, NTT (09/09). Hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno beserta Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto dan Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari. Secara simbolis, Bank BRI menyalurkan KUR Mikro kepada 15 nasabah Mekaar naik kelas. Supari menjelaskan, Bank BRI memfasilitasi nasabah Mekaar yang telah dinyatakan lulus dalam proses pembinaan yang dilakukan oleh PNM (Permodalan Nasional Madani) untuk mendapatkan akses pembiayaan KUR Mikro BRI.

“Kriteria nasabah Mekaar naik kelas diantaranya menjadi nasabah aktif, tidak pernah mempunyai tunggakan angsuran selama menjadi nasabah, memiliki prospek usaha yang baik dan memerlukan pembiayaan dari perbankan serta mempunyai catatan yang baik,” imbuh Supari. Bank BRI memberikan kemudahan syarat bagi nasabah Mekaar naik kelas yang akan mengajukan pembiayaan. Syaratnya cukup direkomendasi oleh PNM, memiliki kegiatan usaha, tidak diminta agunan tambahan, proses cepat dan langsung masuk rekening tabungan. “Syarat lain yakni nasabah tidak sedang memiliki kredit produktif di bank lain serta tidak pernah menunggak angsuran,” ujar Supari.

Supari menjelaskan, tak hanya memberikan pembiayaan, Bank BRI melalui program BRIncubator juga akan melakukan pendampingan dan pelatihan bagi nasabah Mekaar naik kelas. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menjalankan usaha, mendapatkan kemudahan dalam mengakses pasar serta meningkatkan inklusi keuangan,” pungkas Supari. Sinergi BUMN antara Bank BRI dengan PNM diharapkan dapat menciptakan usaha produktif berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Load More Related Articles
Load More In Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Serikat Pekerja Minta Influencer Cabut Kampanye RUU Cipta Kerja & Minta Maaf

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras kampanye para influencer di med…