Home Corona Bima Arya Sebut Ada 88 Ribu Warga Miskin Baru di Kota Bogor Akibat Pandemi Covid-19

Bima Arya Sebut Ada 88 Ribu Warga Miskin Baru di Kota Bogor Akibat Pandemi Covid-19

6 min read
0
0
0

Pandemi virus corona atau Covid 19 telah menekan perekonomian masyarakat, termasuk warga Kota Bogor, Jawa Barat. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pemerintah Kota Bogor telah melakukan pendataan terhadap warganya yang terdampak Covid 19 untuk diberikan bantuan. Menurut Bima Arya, ada 71 ribu keluarga yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan warga tersebut masuk ke dalam bantuan pemerintah.

"Sedangkan ada data non DTKS yaitu miskin baru yang terdampak Covid 19 sebanyak 88 ribu," ujar Bima Arya saat diskusi online DPP PAN dengan tema Nasib Pekerja : Kena PHK tapi Dilarang Mudik Lantas Bagaimana Solusinya?, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Berdasarkan data tersebut, kata Bima, terdapat 150 ribu warga Kota Bogor yang harus dibantu pemenuhan kebutuhan dasarnya selama masa pandemi virus corona. "Artinya hampir 50 persen warga Kota Bogor itu terdampak secara ekonomi," ucap Bima.

Bima menyebut, dalam membantu 150 ribu warga Kota Bogor, tidak bisa hanya mengandalkan dari Pemerintah Pusat dan diperlukan anggaran dari APBD Kota Bogor. "Kami sudah sisir ulang, dilakukan refocusing dan kami berhasil menganggarkan Rp 144 miliar untuk covid 19. Ini dibagi tiga, aspek penanganan medis, jaringan pengamanan sosial, dan pemulihan ekonomi," kata politikus PAN itu. Pemerintah melaporkan 433 kasus baru terkonfirmasi virus corona atau Covid 19 di Indonesia, Jumat (1/5/2020).

Kini total kasus positif Covid 19 di Indonesia meningkat menjadi 10.551 orang. "Penambahan pasien terkonfirmasi positif 433 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube di Channel BNPB, Jumat (1/5/2020). Sementara itu, total saat ini ada 800 orang meninggal dunia akibat virus corona setelah ada tambahan 8 orang korban pada hari ini.

Untuk angka pasien yang dinyatakan sembuh kini totalnya 1.591 orang. Angka tersebut meningkat setelah ada tambahan 69 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid 19. Pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Anjuran ini merujuk pada rekomendasi WHO terkait pencegahan penularan virus corona. "Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua." "Semua harus menggunakan masker," kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers yang diunggah kanal Youtube BNPB,Minggu (5/3/2020).

Yuri menegaskan, masker yang dianjurkan untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah jenis masker kain. Sementara masker bedah dan masker N95 hanya digunakan oleh petugas medis. "Masker bedah, masker N95, hanya untuk petugas medis."

"Gunakan masker kain, ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar, orang tanpa gejala banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu, mereka adalah sumber penyebaran penyakit," tuturnya. Oleh karena itu, Yuri pun mengimbau masyarakat untuk dapat melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker kain saat keluar rumah. Yurimenyampaikan, masker kain hanya boleh digunakan maksimal selama empat jam.

Masker tersebut kemudian harus dicuci dengan merendamnya terlebih dahulu di dalam air sabun. "Masker kain bisa dicuci. Kami menyarankan, penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam kemudian dicuci dengan cara direndam di air sabun kemudian dicuci," terangnya. "Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan, karena kita tidak pernah tahu di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi menularkan ke kita.

"Di samping mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, ini (penggunaan masker) menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini," tambah Yuri. Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan keprihatinan pemerintah atas adanya sejumlah tenaga medis yang tertular Covid 19. Bahkan, sejumlah tenaga medis pun gugur dalam menjalankan tugasnya.

"Oleh karena itu, komitmen pemerintah sangat kuat untuk melindungi mereka dengan secara terus menerus mendistribusikanAPD (Alat Pelindung Diri)agar mereka bisa bekerja dengan profesional, nyaman, dan tidak ada kekhawatiran terpapar infeksi,"kata Yuri.

Load More Related Articles
Load More In Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pemerintah Diminta Petakan Potensi Kendala Laboratorium Tes Swab di Seluruh Indonesia

Praktisi Lab Molekular Diagnostik DKI Jakarta Ungke Antonjaya mengusulkan agar pemerintah …