Home Techno Begini Cara yang betul Membersihkan Ponsel Lebih Efektif Cegah Virus Corona daripada Pakai Masker

Begini Cara yang betul Membersihkan Ponsel Lebih Efektif Cegah Virus Corona daripada Pakai Masker

11 min read
0
0
3

Membersihkan layar ponsel dan mencuci tangan secara teratur adalah cara yang lebih efektif memerangi virus Corona dibandingkan mengenakan masker. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura, Rabu (12/02/2020) silam. Pernyataan dirilis setelah penasihat medis setempat mendesak warga untuk mengenakan masker di mana pun.

Sementara itu, penyebaran virus terus terjadi. Dilansir , penasihat medis tersebut terdiri dari dokter Colleen Thomas, Judy Chen, Tham Hoe Meng, dan Lim Pin Pin. Mereka menyerukan kepada warga Singapura untuk selalu mengenakan masker ketika meninggalkan rumah.

Para penasihat juga menganjurkan agar warga tidak saling bergaul di tempat umum. Hal itu diklaim dapat menghentikan penyebaran COVID 19 pada masyarakat dalam waktu 2 minggu. Oleh karena itu, dalam konferensi pers Rabu (12/02/2020) lalu, Direktur Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak, memberikan anjuran yang berbeda.

Mak menanggapi pertanyaan tentang saran yang diedarkan oleh keempat penasihat medis tersebut. Dia justru berpendapat, saran yang telah beredar di masyarakat justru bertentangan dengan anjuran resmi sebenarnya, yakni memakai masker hanya ketika sakit. Dilansir , Mak mencatat, ada banyak saran yang bermaksud baik, yang telah beredar di media sosial.

Namun, Makmengingatkan agarmasyarakatharus tahu bahwa virus Corona menyebar melalui tetesan atau percikan, bukan udara. Oleh karena itu, memakai masker bukanlah metode perlindungan yang efektif. Mak menambahkan, cara yang lebih penting untuk mencegah virus Corona adalah dengan membersihkan ponsel.

"Waspadai hal hal yang biasa Anda sentuh. Yang paling sering disentuh adalah ponsel Anda." "Jadi, mengenakan masker bukanlah hal yang paling penting," ujarnya. Berbagai penelitian ilmiah telah menemukan, smartphone mengandung lebih banyak kuman daripada kursi toilet.

Ponsel termasuk benda yang paling kotor. Banyak orang membawa ponsel mereka ke toilet, tempat berkumpulnya bakteri dan kuman. Oleh karena itu, cara cepat dan tepat untuk membatasi kontaminasi adalah tidak membawa ponsel ke toilet.

Lebih buruk lagi, ponsel sering berjarak dekat dengan mata, hidung, dan bibir, di mana virus Corona masuk dan menginfeksi tubuh manusia. Menurut studi berjudul "Evaluation of 6 Methods for Aerobic Bacterial Sanitization of Smartphones" yang diunggah oleh , membersihkan ponsel dengan perangkat pembersih UV smartphone adalah metode paling efektif untuk membunuh kuman. Membersihkan ponsel dengan larutan alkohol juga dianggap efektif.

Celah antara ponsel dan kasing mengandung lebih banyak bakteri daripada layar. Ahli mikrobiologi, Charles Gerba, mengatakan kepada Health bahwa larutan alkohol dapat dibuat di rumah dengan menggabungkan 60 persen air dan 40 persen alkohol gosok. Kemudian, bersihkan ponsel dengan kain mikrofiber, kapas, atau cotton bud yang dibasahi dengan sedikit larutan tersebut.

Mendukung pernyataan Gerba, juga menyarankan untuk tidak menyemprot larutan alkohol langsung ke ponsel atau menggunakan tisu antibakteri pada layar. Hal itu dapat melepas pelindung layar. Namun, tisu antibakteri dapat digunakan untuk membersihkan kasing ponsel.

Di samping itu, ada beberapa barang yang tidak boleh digunakan untuk membersihkan ponsel. Di antaranya adalah pembersih jendela, pembersih dapur, penghapus make up, sabun cuci piring, sabun tangan, dan cuka. (*) Virus Corona telah menyebar ke Indonesia.

Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi dua Warga Negara Indonesia yang positif virus Corona, Senin (02/03/2020). Sebelumnya, dua WNI tersebut menjalin kontak langsung dengan WN Jepang yang dinyatakan positif virus Corona di Malaysia. Penyebaran virus Corona pun semakin membuat banyak orang membeli dan menimbun masker.

Namun, apakah penggunaan masker benar benar efektif untuk mencegah virus COVID 19 tersebut? Jawabannya adalah tidak. Spesialis pencegahan infeksi sekaligus profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Iowa University, Eli Perencevich, memberikan penjelasannya.

Dilansir Forbes.com , Perencevich menerangkan, seseorang tidak perlu memakai masker. Bahkan, jika ada kasus virus Corona di sekitarnya, seseorang tetap tak perlu menggunakan masker. "Anda tidak perlu memakai masker bedah, masker N95, masker respirator, atau apa pun untuk melindungi diri Anda dari virus Corona. Anda bukan hanya tidak membutuhkannya, tetapi juga tidak boleh memakainya," ujar Perencevich.

Perencevich menegaskan, orang sehat tidak perlu memakai masker. Tidak ada bukti bahwa orang sehat yang memakai masker benar benar terlindung dari virus Corona. Sebaliknya, penggunaan masker justru dapat meningkatkan risiko terinfeksi COVID 19 dalam kondisi tertentu.

"Mereka memakainya secara salah, dan itu dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka," terangnya. Virus Corona ditularkan melalui tetesan, bukan udara. Itu berarti, masker bedah standar yang biasa digunakan tidak akan membantu.

Masker dirancang untuk menjaga agar tetesan atau percikan tetap masuk, bukan untuk mencegahnya. Selain itu, adanya masker dimaksudkan agar pemakainya, yakni orang yang sakit, tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. "Satu waktu di mana Anda membutuhkan masker adalah jika Anda sakit dan harus keluar dari rumah," kata Perencevich.

Profesor tersebut mengungkapkan, masker hanya efisien digunakan jika seseorang terserang flu atau merasa dirinya terjangkit COVID 19. Jika kondisi itu terjadi, saat itulah seseorang perlu mengenakan masker untuk mencegah orang lain tertular. Ketika di rumah, orang yang sakit juga perlu memakai masker untuk tidak menulari anggota keluarga.

Dalam kasus lain, penggunaan masker diperlukan jika seseorang merawat orang lain yang terserang virus Corona dalam jarak dekat. Perencevich menegaskan, baik perawat maupun pasien harus menggunakan masker. Cara terbaik untuk melindungi diri dari virus Corona adalah mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.

Profesor biofisika di Universitas Johns Hopkins, Karen Fleming, menerangkan alasannya melalui cuitan Twitter. "Virus Corona adalah virus yang 'diselimuti'. Itu berarti, virus memiliki lapiran membran lipid luar," tulisnya. "Mencuci tangan dengan sabun dan air mampu 'melarukan' lapisan lemak berminyak ini dan membunuh virusnya," lanjut Fleming.

Senada dengan itu, Perencevich juga menyarankan hal sama. "Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah makan, dan cobalah melatih diri untuk tidak menyentuh wajah, terutama mulut dan hidung," ucapnya. Selain itu, Perencevich menyarankan agar selalu membawa hand sanitizer, jika tidak ada sabun dan air, setelah menyentuh wajah atau permukaan lain yang mengandung kuman.

"Hanya karena itu virus yang (menyerang) pernapasan, bukan berarti virus itu masuk ke tubuh Anda melalui pernapasan," kata Perencevich. Ia memaparkan, virus bisa masuk ketika tangan yang terkontaminasi menyentuh mulut atau wajah. "Jadi, cuci tangan Anda, dan jangan menyentuh mulut atau wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu," imbuhnya.

Sebagai tambahan, Anda juga dapat melindungi diri dengan menghindari seseorang yang batuk, bersin, atau terlihat sakit. Menghindarlah setidaknya berjarak tiga kaki, karena sejauh itulah sebagian besar percikan akan pergi.

Load More Related Articles
Load More In Techno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Cara Menghapus Akun Instagram Secara Permanen atau Menonaktifkan Sementara dengan Mudah

Berikut cara mudah menghapus akun Instagram secara permanen (selamanya). Selain itu, dalam…