Home Nasional Begini Cara Penggunaan Masker yang Baik Menurut Dokter 2 Orang di Indonesia Positif Virus Corona

Begini Cara Penggunaan Masker yang Baik Menurut Dokter 2 Orang di Indonesia Positif Virus Corona

6 min read
0
0
4

Munculnya kasus positif corona yang dialami dua warga negara Indonesia membuat sejumlah orang berbondong bondong untuk mencari masker. Pihak Istana telah mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dalam menghadapi virus corona ini. Bahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga menyatakan masker hanya digunakan untuk orang yang sakit saja.

Namun demikian, tetap saja banyak orang tetap berupaya mencari dan memakai masker. Banyaknya masyarakat yang mencari masker setelah mencuatnya virus corona ini membuat banyak penjual masker sering kehabisan stok. Kalaupun ada, harga yang masker yang dijual pun cukup tinggi bahkan telah mengalamai kenaikan hingga 1.000 %.

Harga masker fiber yang dulunya dibanderol hanya seharga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per kotak, sekarang melambung menjadi ratusan ribu rupiah. Untuk masker jenis N95 yang memiliki daya filtrasi lebih tinggi kini dibanderol dengan harga mencapai jutaan rupiah satu boksnya. Lantas bagaimanakan penggunaan masker yang baik ?

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Agus Dwi Susanto, Sp.P (K) menjelaskan terkait bagaimana menggunakan masker yang baik. Hal itu ia ungkapkan ketika berbicara di TV One pada Senin (2/3/2020) malam. Agus mengatakan penggunaan masker dianjurkan bagi orang yang sedang sakit.

Hal agar penyakit yang diderita itu tak menyebar ke orang lain yang berada di dekatnya. "Masker itu digunakan ketika apabila kita sedang sakit, jadi hanya dipakai apabila orang sedang sakit," jelas Agus. Jika seseorang sedang mengalami sakit seperti flu ataupun batuk, maka orang itu harus memakai masker.

"Sakit batuk, flu pilek itu gunakanlah masker, supaya tidak menulari orang lain, bukan orang yang sehat," tambahnya. Lantas bagaimana penggunaan masker untuk orang yang dalam keadaan sehat ? Menurutnya, penggunaan masker untuk orang sehat adalah sah sah saja dengan berbagai catatan.

Yakni, masker tersebut digunakan ketika berada di konsisi lingkungan yang cukup tinggi tingkat infeksinya. Seperti di tempat umum, transportasi umum, ataupun di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Orang yang sehat boleh menggunakan masker di tempat tempat tersebut, hal itu karena di tempat tersebut kita tidak tahu apakah ada orang yang sakit atau tidak di tempat itu.

"Apabila kita berada di daerah yang cukup tinggi infeksinya, misalnya berada di daerah rumah sakit atau di daerah pelayanan kesehatan yang memang merawat pasien tersebut." "Atau kita berada di daerah kerumunan yang sangat padat, misalnya di dalam transportasi massal yang padat sekali, tentu kita tidak tahu ada orang sakit atau tidak, kita boleh pakai masker," jelasnya. Penggunaan masker untuk pencegahan penularan virus corona inidinilai kurang tepat.

Hal itu diungkapkanDokter Spesialis Paru Anggota Kelompok Staf Medik (KSM) Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta, Dr dr Reviono, SpP (K). Pasalnya, Covid 19 menular viadropletatau percikan air liur penderita, bukan melalui udara. Dengan begitu, cara yang lebih efektif dilakukan untuk pencegahan yakni mencuci tangan dengan benar serta selalu memperhatikan etika batuk dan bersin.

"Lebih baik dicegah denganhand hygienedan melakukan etika batuk yang benar," kata Reviono seperti dikutip , Senin (2/3/2020). Meski demikian, Reviono tidak melarang siapa saja yang ingin menggunakan masker. Hanya saja, jika semua orang melakukan hal itu, masker bisa jadi akan makin sulit ditemui dan harganya kian mahal seperti yang terjadi sekarang.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang yang berada di Indonesia positif terjangkit virus corona. Jokowi menjelaskan dua orang tersebut tertular virus corona dari seorang warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Keduanya terkena virus corona setelah melakukan kontak yang cukup dekat dengan warga negara Jepang.

Mereka yang positif korona merupakan seorang perempuan berusia 64 tahun dan putrinya yang berumur 31 tahun. "Yang Jepang ini datang ke Indonesia bertemu dengan anaknya ibu tadi yang berumur 31 tahun dan ibunya yang berumur 64 tahun dua duanya positif corona itu ada di Indonesia di sini," kata Jokowi dalam keterangannya seperti disiarkan Kompas TV, Senin (2/3/2020).

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …