Home Travel Awak Kabin Ini Jelaskan Seberapa Sering Nampan di Pesawat Dibersihkan

Awak Kabin Ini Jelaskan Seberapa Sering Nampan di Pesawat Dibersihkan

4 min read
0
0
3

Nampan makanan di pesawat digunakan sepanjang hari oleh para penumpang yang berbeda. Penumpang tentu berharap saat pesawat dibersihkan, nampan makanan juga ikut dibersihkan. Namun, seorang pramugari mengungkapkan bahwa hal tersebut ternyata tak selalu dilakukan.

Oleh karena itu, para petugas terkadang tak cukup waktu untuk membersihkan pesawat secara menyeluruh. Salah seorang kru kabin maskapai penerbangan mengungkapkan bahwa mungkin bukan ide yang baik untuk makan langsung dari nampan di pesawat. Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya para penumpang membawa pembersih sendiri.

Mantan pramugari Southwest Airlines tersbeut menjelaskan bahwa penumpang harus selalu membawa tisu antibakteri dan membersihkan nampan makanan sebelum menggunakannya. Sebuah studi oleh Auburn University menemukan bahwanampan makanan adalah pembawa E.coli tertinggi kedua di kabin pesawat. Hal terbaik yang bisa dilakukan penumpang saat turun dari pesawat adalah mencuci tangan untuk menghilangkan kuman, karena E.coli dapat hidup di pemukaan selama berjam jam.

Seorang anggota kru kabin mengatakan, "saya akan selalu mengimbau para penumpang untuk membersihkan nampan mereka dan permukaan lainnya sebelum lepas landas." "Saya telah melihat para penumpang mengganti popok bayi mereka di atas meja nampan, dan memotong kuku mereka di atas pesawat," tambahnya. Penelitian lain menemukan meja lipat pada berbagai pesawat memiliki tingkat bakteri yang tinggi.

Meskipun para petugas melakukan pembersihan di sela penerbangan, mereka tidak punya waktu yang cukup untuk membersihkan setiapmeja lipatdi pesawat. Kebanyakan pesawat tidak memberitahu seberapa sering mereka membersihkan nampan makanan tersebut, jadi penumpang sebaiknya selalu membawa tisu. Para penumpang juga diimbau untuk tidak meletakkan barang barang di kantong kursi pesawat.

Penelitian menunjukkan bahwa kantong kursi merupakan salah satu tempat yang paling banyak mengandung kuman. Pramugari lain mengatakan bahwa para penumpang sebaiknya membawa bantal dan selimutnya sendiri. Karena beberapa maskapai kembali menggunakan selimut selimut di pesawat tanpa mencucinya terlebih dahulu.

Sara Keagle, sorang pramugari dan pendiri blog TheFlyingPinto mengatakan bahwa dalam kelas ekonomi selimut pesawat cenderung digunakan kembali. Ia menjelaskan bahwa selimut yang bersih hanya diberikan saat penerbangan pertama setiap harinya. Setelah itu, mereka biasanya hanya melipatnya dan digunakan kembali.

Sebuah penelitian mendapati bahwa selimut di pesawat memiliki jejak Pseudomonas paucimobilis , yang dikenal sebagai penyebab infeksi paru dan mata. Penelitian lain pada selimut pesawat yang sebelumnya dibungkus plastik didapati mengandung ragi, jamur, dan jumlah bakteri yang tinggi.

Load More Related Articles
Load More In Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

5 Kota Ini Dinobatkan Sebagai Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia

Sepeda sempat menjadi tren di Indonesia saat pembatasan perjalanan karena Covid 19. Kebias…