Home Nasional 65 Triliun Politikus PPP Pertanyakan Proses Pengajuan & Pemanfaatan Dana Talangan 5 BUMN Rp 19

65 Triliun Politikus PPP Pertanyakan Proses Pengajuan & Pemanfaatan Dana Talangan 5 BUMN Rp 19

3 min read
0
0
3

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PPP Achmad Baidowi mempertanyakan rencana pemerintah memberikan dana talangan kepada lima BUMN dengan total anggaran Rp19,65 triliun. "Untuk dana talangan belum ada aturannya dalam regulasi, oleh karena itu perlu dipertanyakan proses pengajuan dan pemanfaatan dana talangan tersebut," ujar Awiek, begitu ia disapa, dalam keterangannya, Rabu (24/6/2020). Awiek menilai ada permasalahan dana talangan tersebut. Pasalnya tidak ada verifikasi terhadap kelayakan proyek dan jaminan untuk dana talangan tersebut sebagaimana pinjaman bank.

Belum lagi terkait pengembalian dana talangan ini. Awiek mempertanyakan bagaimana prosedurnya, kemudian apakah dibayarkan seluruhnya setelah tanggal jatuh tempo, itupun kalau ada tanggal jatuh temponya. Baginya dana talangan ini cenderung membuka ruang untuk terjadi moral hazard. Politikus PPP tersebut menegaskan pihaknya keberatan dengan dana talangan tersebut apabila tidak ada penjelasan dan data pendukung yang jelas.

"Skema dana talangan tidak ada dalam PP 23/2020 soal pemulihan ekonomi nasional (PEN). Dalam PP 23 hanya terdapat mekanisme penyertaan modal negara (PMN) yakni pada pasal 8, penjaminan pada pasal 16, investasi pemerintah pada pasal 15, dan penempatan dana perbankan pada pasal 10," kata dia. "Begitu juga dalam Perppu 1/2020 yang sudah disahkan menjadi UU tidak terdapat mekanisme dana talangan ke BUMN. Sikap PPP keberatan dengan dana talangan, sebelum ada penjelasan argumentatif dan data pendukung," tandasnya. Seperti diketahui, dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah mengalokasikan anggaran untuk BUMN sebesar Rp 42,07 triliun.

Dari total nilai tersebut, pemerintah akan menyalurkan kepada lima BUMN dalam bentuk dana talangan modal kerja dengan total nilai mencapai Rp 19,65 triliun. Kelima BUMN tersebut adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Perum Perumnas. Masing masing dari BUMN tersebut secara berurutan mendapatkan alokasi dana talangan untuk modal kerja sebesar Rp8,5 triliun, Rp3,5 triliun, Rp4 triliun, Rp3 triliun, dan Rp650 miliar.

Load More Related Articles
Load More In Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

78 Juta dari Global Climate Fund Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia Terima RBP USD 103

Masih dalam suasana bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Indonesia mendapatkan pengakuan …