Home Regional 3 Opsi Perjanjian Disetubuhi atau Denda Dipacari Fakta Lain Oknum Guru Foto 25 Gadis Tanpa Busana

3 Opsi Perjanjian Disetubuhi atau Denda Dipacari Fakta Lain Oknum Guru Foto 25 Gadis Tanpa Busana

9 min read
0
0
2

Polres Bojonegoro mengungkap fakta baru kasus oknum guru sekolah menengah pertama (SMP) memerdayai 25 gadis untuk foto tanpa busana di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pelaku, MH alias Hadi, ternyata menjual foto foto itu ke majalah dewasa dengan dikirim melalui email. Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, kepada polisi, tersangka mengaku menjual foto tersebut dengan harga Rp 100.000 untuk per lembarnya.

Sedangkan untuk modelnya sendiri mendapat uang mulai Rp 250.000 sampai 500.000 atas pemotretan tersebut. Masih dikatakan Budi, dari pemeriksaan yang dilakukannya pihaknya kepada tersangka, korbannya ada 25, 18 sudah teridentifikasi, 8 sudah diperiksa. Bahkan 3 perempuan mengaku sudah ada yang disetubuhi.

Kata Budi, dalam melakukan aksinya, tersangka ini terlebih dahulu melakukan perjanjian di awal dengan para korbannya. Dalam perjanjiannya, apabila foto tanpa busana tidak bagus, tersangka memberikan tiga opsi ke korbannya yakni jadi pacar, disetubuhi, atau denda Rp 60 juta. Korban yang tak kuasa menolak isi perjanjian itupun menuruti tersangka dengan berhubungan badan.

Terbongkar Karena Korban Laporan ke Orangtua Kata Budi, kasus ini sendiri terbongkar setelah salah satu korbannya yang di bawah umur menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya. Kemudian, oleh orangtuanya kejadian tersebut dilaporkannya ke polisi.

"Aksi guru SMP tersebut terungkap karena laporan dari korban yang masih pelajar disetubuhi, laporan pada 3 Juni lalu. Kenalannya dari Facebook perkiraan bulan Mei," katanya. Saat ini tersangka sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolres Bojonegoro. "Kasus ini masih kita kembangkan, pelaku sudah ditahan dan dijerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun," tegasnya.

Kapolres Bojonegoro,AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, tersangka mengenal dengan para korban melalui jejaring media sosial Facebook. Kemudian MH menawarkan keahliannya memotret, hingga 25gadis muda bernasib malang itu terperdaya. Akhirnya, salah satu orang tua korban yang masih pelajar di bawah umur melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Aksi guru SMP tersebut terungkap karena laporan dari korban yang masih pelajar disetubuhi, laporan pada 3 Juni lalu. Kenalannya dari Facebook perkiraan bulan Mei," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Jumat (12/6/2020). Perwira lulusan Akpol 2000 itu menjelaskan, dari jumlah 25 korban yang disebut pelaku, 18 sudah teridentifikasi, 8 di antaranya sudah diperiksa. Bahkan 3 perempuan mengaku sudah ada yang disetubuhi.

Untuk memperlancar aksinya, tersangka harus melakukan perjanjian di awal dengan para korban yang mengikat. Di antaranya berlaku denda apabila hasil foto jelek, lalu korban diancam agar mau berfoto menantang alias foto panas. Apabila hasil foto telanjang juga tidak bagus, maka pelaku memberi tiga opsi ke korbannya sebagai jebakan batman, yaitu jadi pacar, disetubuhi atau didenda Rp 60 juta.

Korban yang tak kuasa menolak isi perjanjian itupun menuruti tersangka dengan berhubungan badan. "Foto awal pakaian penuh, lalu seksi, kemudian vulgar. Para korban menuruti foto telanjang karena merasa tidak ada pilihan," ujar AKBP M Budi Hendrawan. Perwira menengah itu menambahkan, pelaku juga menjualfoto panas itu ke sebuahmajalah dewasa dikirim melalui email dan mendapat Rp 100 ribu.

Sedangkan untuk modelnya sendiri mendapat uang mulai Rp 250 500 ribu atas pemotretan tersebut. "Kasus ini masih kita kembangkan, pelaku sudah ditahan dan dijerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun," tegasnya. MH, oknum guru SMP di Bojonegoro sekaligusfotografer foto foto panas yang menyetubuhi gadis belia, mengakaui semua perbuatannya dihadapan wartawan saat jumpa pers di Markas Polres Bojonegoro, Jumat (16/6/2020).

Di depan Kapolres Bojonegoro Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, MH mengaku foto foto panas itu dijual kepada majalah pria dewasa. Ada 25 gadis belia yang menjadi korban perbuatan tak terpuji MH. Mereka umumnya berusia 15, 17, 18 dan beberapa di atas 20 tahun.

Korban tak hanya warga Bojonegoro, ada juga wargaTuban hingga Kota Surabaya. Dari 25 orang itu, polisi sudah berhasil mengidentifikasi 18 orang. MH tak hanya membuatfoto panas mereka, tetapi juga menyetubuhi korbannya.

"Yang saya setubuhi ada 3 orang," aku oknum guru ekstrakurikuler musik di sebuah SMP negeri Bojonegoro ini. Foto foto panas gadis belia di Bojonegoro ternyata dijual murah. MH mengaku sudah melakoni pekerjaan itu sejak tahun 2018.

Kepada sejumlah korbannya, MH juga memberikan tip antara Rp 250.000 hingga Rp 500.000. Kenal lewat Facebook Ternyata puluhan korban ini didapat dari perkenalan di akun media sosial Facebook. Setelah kenal, MK lalu menawari korban yang masih belia itu untuk difoto untuk Instagram.

Disinggung terkait ancaman hingga persetubuhan, guru bidang ekstrakurikuler itu juga tak mengelak dan mengiyakan. "Memang ada perjanjian, adegan foto bisa saya lakukan di tempat terbuka maupun ruangan. Sedangkan untuk persetubuhan dilakukan di hotel," ungkap MH sambil menunduk. Kapolres Bojonegoro,AKBP M Budi Hendrawan menambahkan, penangkapan terhadap pelaku ini bermula dari laporan orang tua korban yang masih di bawah umur.

Orang tua korban melapor jika anaknya menjadi korban asusila dari pelaku. Setelah diamankan, MH diminta keterangan dan mengaku ada 25 perempuan yang difoto. Namun yang berhasil dideteksi 18 orang, 8 sudah diperiksa dan 3 disetubuhi.

"Pelaku mengancam kepada korbannya, berupa denda Rp 60 juta hingga disetubuhi," ujarnya saat ungkap kasus, Jumat (12/6/2020) Dijelaskan, denda dilakukan apabila hasil foto jelek, lalu korban diancam agar mau berfoto bugil. Apabila hasil foto telanjang juga tidak bagus, maka pelaku memberi tiga opsi ke korbannya, yaitu jadi pacar, disetubuhi atau didenda Rp 60 juta, sesuai perjanjian di awal.

Korban yang tak kuasa menolak isi perjanjian itupun menuruti tersangka dengan berhubungan badan. "Pelaku ini sudah membuat kontrak perjanjian dengan para korbannya, hingga berujung persetubuhan," pungkasnya. Kini tersangka telah mendekam di Mapolres Bojonegoro untuk mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun.

Load More Related Articles
Load More In Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Dua Perangkat Desa di Tulungagung Ditahan Jaksa Beri Kesaksian Palsu Soal Pembunuhan

Karena memberikan keterangan palsu, dua perangkat Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat,…