Home Corona 10 Hari Boleh Keluar tanpa wajib Dites Ulang CDC Revisi Durasi Isolasi Pasien Corona Ringan

10 Hari Boleh Keluar tanpa wajib Dites Ulang CDC Revisi Durasi Isolasi Pasien Corona Ringan

5 min read
0
0
1

Baru baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC, merevisi pedoman durasi isolasi pasien Covid 19 bergejala ringan. Menurut pedoman baru itu, orang yang positif corona bergejala ringan hingga sedang bisa meninggalkan isolasi tanpa harus dites negatif Covid 19. Dikutip dari , banyak bukti menunjukkan kebanyakan orang positif corona tidak lagi menularkan penyakit di hari ke 10 sejak mulai mengalami gejala.

Alhasil CDC menyarankan tidak mengetes pasien yang sudah pulih, untuk kedua kalinya. "Bagi kebanyakan orang dengan penyakit Covid 19, isolasi dan tindakan pencegahan umumnya dapat dihentikan 10 hari setelah onset gejala dan resolusi demam selama setidaknya 24 jam, tanpa menggunakan obat penurun demam, dan dengan perbaikan gejala lainnya," kata CDC. Sementara itu bagi orang yang positif Covid 19 tanpa gejala, isolasi dan tindakan pencegahan lainnya bisa dihentikan 10 hari sejak tes PCR pertama.

Spesialis Penyakit Menular di Boston Medical Center, Joshua Barocas, mengatakan banyak dokter merasa kurang efektif dengan standar penanganan Covid 19 selama ini. Menurutnya, hasil tes negatif sebagai syarat mengakhiri isolasi bukan solusi yang praktis. "Apa yang kami lihat secara klinis sangat sejalan dengan pedoman baru ini, setidaknya untuk sebagian besar orang," katanya kepada NBC News.

"Itu adalah salah satu kasus di mana CDC sekarang mengejar ke dokter," tambahnya. Namun, ada pengecualian bagi standar 10 hari isolasi ini. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan memiliki kemungkinan penularan yang lama, maka waktu isolasinya akan lebih lama juga.

"Untuk orang yang punya imun rata rata, saya pikir kita bisa merasa cukup percaya diri bahwa setelah 10 hari, mereka tidak lagi menular," kata Dr. William Schaffner, spesialis penyakit menular di Universitas Vanderbilt. Saat konferensi pers minggu lalu, Asisten Sekretaris Kesehatan Departemen Kesehatan AS, Brett Giroir, mengatakan standar hasil tes negatif Covid 19 untuk mengakhiri isolasi itu berawal dari penularan di kapal pesiar. Ketika itu para penumpang terpaksa diisolasi di atas kapal dan mencoba segera keluar dari tempat tersebut.

"Itu tidak lagi diperlukan dan secara medis tidak perlu," katanya. CDC juga mencatat fragmen virus ditemukan pada pasien hingga tiga bulan setelah timbulnya penyakit. Meskipun demikian, potongan potongan virus tersebut belum terbukti mampu menularkan penyakit.

"Anda bisa menjadi positif dengan tes PCR setelah lama tidak menular," kata Giroir saat briefing Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, 14 Juli. "Beberapa orang dites empat hingga enam kali. Anda tidak perlu dites ulang kecuali sakit kritis atau punya kekebalan rendah sehingga bisa menularkan virus lebih lama," lanjutnya. Tes PCR atau polimerase mendeteksi materi genetik virus corona yang ada saat virus aktif.

Paramedis biasanya mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan dengan usap nasofaring yang panjang. Ketua Virologi dan Mikrobiologi di Baylor College of Medicine, Joseph Petrosino, menyambut baik revisi pedoman isolasi atau karantina CDC ini. Sayangnya, Schaffner menilai rekomendasi ini akan membutuhkan waktu lama untuk diadopsi secara luas.

Namun, ketika nantinya rekomendasi ini sudah dilakukan, sistem pengujian Covid 19 akan lebih sederhana. Apalagi Amerika Serikat tersandung dengan proses pengujian Covid 19 yang masih belum maksimal.

Load More Related Articles
Load More In Corona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pemerintah Diminta Petakan Potensi Kendala Laboratorium Tes Swab di Seluruh Indonesia

Praktisi Lab Molekular Diagnostik DKI Jakarta Ungke Antonjaya mengusulkan agar pemerintah …